BNI Sekuritas Prediksi IHSG Rawan Koreksi, Ini Rekomendasi Saham Pilihannya 3 Oktober 2022

Oleh Agustina Melani pada 03 Okt 2022, 08:06 WIB
Diperbarui 03 Okt 2022, 08:06 WIB
FOTO: PPKM, IHSG Ditutup Menguat
Perbesar
Pialang tengah mengecek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih rawan toreksi dan terbatas untuk rebound atau memantul menguat pada perdagangan Senin (3/10/2022), meskipun secara teknikal, indikator bertahan di atas 200 Day MA & 7.015 di tengah kondisi oversold.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar menuturkan, IHSG masih dalam trend bearish atau melemah selama di bawah 7.148.

Sementara itu, IHSG closing di bawah 5 day MA (7.078). Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan netral, stochastic oversold, bertahan di atas 6.925 (200 day MA), candle Dragonfly Doji.

“Level resistance pada perdagangan Senin (3/10) berada di level 7.078, 7.135, 7.179, 7.225 dengan support 7.015, 6.968, 6.925, 6.866. Perkiraan range pada perdagangan hari ini yakni 6.989 - 7.090,” tulis Andri dalam riset, Senin, 3 Oktober 2022.

Sebagai perbandingan, IHSG ditutup naik tipis 0,07 persen pada perdagangan Jumat, 30 September 2022. Dalam sepekan, IHSG melemah 1,21 persen.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, pada Jumat, 30 September 2022, indeks bursa regional Asia Pasifik bergerak variatif.

Beberapa saham yang mencatat penurunan signifikan di antaranya Nikkei dan Shenzen Index yang masing-masing turun 1,84 persen dan 1,29 persen. Sementara indeks S&P BSE Sensex dan Hang Seng menguat masing-masing 1,80 persen dan 0,33 persen.

Bank Sentral India menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps), sesuai ekspektasi. Jepang mencatat angka pengangguran sebesar 2,5 persen per Agustus 2022, yang mana sesuai perkiraan.

Indeks Dow Jones Industrial Average juga ditutup melemah signifikan 1,71 persen, begitu juga dengan indeks S&P 500 yang turun 1,51 persen. Sementara itu, indeks Nasdaq terkoreksi 1,51 persen.

Wakil Ketua Bank Sentral AS, The Fed, menyatakan perlunya menurunkan inflasi dan mengatakan bank sentral berkomitmen untuk menghindari penarikan kembali sebelum waktunya pada kebijakan moneter yang ketat.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Rekomendasi Saham

Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin
Perbesar
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berikut merupakan rekomendasi saham pilihan BNI Sekuritas untuk perdagangan Senin, 3 Oktober 2022:

1.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Resistance : Rp  8.650, Rp 8.750, Rp 8.875, Rp 9.150.

Support: Rp 8.450, Rp 8.300, Rp 8.200, Rp 8.050.

Rekomendasi: BUY Rp 8.400 - Rp 8.500, target Rp 8.650, Rp 8.750. Stop loss di bawah Rp 8.200.

 

2.PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Resistance : Rp 4.200, Rp 4.260, Rp 4.310, Rp 4.430.

Support: Rp 4.120, Rp 4.070, Rp 4.000, Rp 3.910

Rekomendasi: BUY Rp 4.100 - Rp 4.150, target Rp 4.260, Rp 4.310. Stop loss di bawah Rp 4.000.

 

3.PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)

Resistance : Rp 2.700, Rp 2.770, Rp 2.835, Rp 2.910.

Support:  Rp 2.620, Rp 2.560, Rp 2.510, Rp 2.400.

Rekomendasi: BUY Rp 2.600 - Rp 2.650, target Rp 2.770, Rp 2.830. Stop loss di bawah Rp 2.500.

 

4.PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Resistance : Rp  4.490, Rp 4.530, Rp 4.590, Rp 4.660.

Support: Rp 4.420, Rp 4.370, Rp 4.300, Rp 4.220.

Rekomendasi: BUY Rp 4.420- Rp 4.450 target Rp 4.530, Rp 4.560. Stop loss di bawah Rp 4.370.

 

 


Kinerja IHSG 26 September-30 September 2022

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lesu pada 26-30 September 2022. Sentimen global seperti kekhawatiran resesi global menekan IHSG.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu ( 1/10/2022), IHSG melemah 1,92 persen ke posisi 7.040,79 dari pekan sebelumnya 7.178,58. Kapitalisasi pasar bursa merosot 1,98 persen menajdi Rp 9.238,08 triliun pada pekan ini. Kapitalisasi pasar terpangkas Rp 186,84 triliun dari pekan lalu di posisi Rp 9.424,93 triliun.

Selain itu, rata-rata frekuensi harian susut 7,82 persen menjadi 1.238.025 transaksi dari 1.343.102 transaksi pada pekan lalu. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian melemah 1,55 persen menjadi Rp 13,91 triliun dari Rp 14,13 triliun pada pekan lalu. Rata-rata volume transaksi harian bursa melemah 17,03 persen menjadi 23,28 miliar saham dari 28,07 miliar saham pada pekan sebelumnya.

 


Selanjutnya

Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin
Perbesar
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG bergerak pada fase bearish atau melemah yang didorong sentimen bursa global. Pada pekan ini, bursa saham global juga tertekan seiring ancaman resesi global hingga inflasi yang masih cukup tinggi. “Dan dana hawkish dari The Fed hingga akhir 2022,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu pekan ini.

Herditya prediksi, sentimen ancaman resesi global dan bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve (the Fed) bernada hawkish hingga 2023 untuk menekan inflasi hingga target 2 persen akan bayangi IHSG hingga akhir tahun. Hingga akhir 2022, ia perkirakan, IHSG berada di posisi bearish atau turun 6.743 dan bullish atau menguat 7.480.

Untuk perdagangan Senin, 3 Oktober 2022, Herditya prediksi, IHSG berpeluang menguat dengan level support 6.926 dan resistance 7.073. Pada pekan depan ada rilis data inflasi yang bayangi IHSG.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya