Masuki Tahun Politik, Bagaimana Kontrak Baru Waskita Karya di Proyek IKN?

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 30 Sep 2022, 21:15 WIB
Diperbarui 30 Sep 2022, 21:15 WIB
Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) optimistis situasi politik di dalam negeri tidak banyak berpengaruh pada kontrak perseroan pada masa mendatang. Termasuk kontrak pada mega proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara)

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Waskita Karya Tbk, Wiwi Suprihatno menilai, pemerintah telah menunjukkan sinyal positif terhadap keberlanjutan dan kesinambungan pembangunan infrastruktur di dalam negeri. Sehingga perseroan meyakini, pemerintah sudah menyiapkan kerangka pembangunan jangka panjang.

Komitmen itu juga ditandai dengan anggaran infrastruktur tahun depan sebesar Rp 392 triliun. Anggaran infrastruktur itu naik 7,8 persen dari proyeksi realisasi anggaran infrastruktur tahun ini sebesar Rp 363,8 triliun.

“APBN untuk untuk infrastruktur itu meningkat 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini merupakan salah satu indikator salah satu indikator yang membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur masih menjadi konsen bagi pemerintah,” kata Wiwi, Jumat (30/9/2022).

Di sisi lain, adanya kepastian anggaran, baik yang bersumber dari PMN, APBN, APBD atau fasilitas pendanaan yang dijamin pemerintah termasuk strategic investor, menjadi jaminan penyelesaian proyek-proyek strategis nasional yang sedang dikerjakan oleh Waskita Karya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Optimistis Proyek IKN Tetap Lanjut

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sehubungan dengan adanya tahun politik, perseroan menilai mestinya tidak ada kendala dalam perolehan kontrak baru, termasuk di IKN. Sebab, mayorita proyek yang ditangani Waskita merupakan merupakan proyek multiyears dan pembayarannya non-turnkey.

“Mayoritas proyek kita sifatnya multiyears, yang memang secara tupoksinya harus dikerjakan dan harus diselesaikan. Sehingga terkait dengan tahun politik, dari kami tidak ada kendala dan kami harus menjadikan peluang itu menjadi pendapatan usaha baru buat kami sebagai nilai kontrak baru,” imbuh Wiwi.

Sebagai pihak yang ikut andil dalam proyek IKN, perseroan berkeyakinan proyek tersebut tetap berlanjut meski terjadi peralihan kepemimpinan negara. Lantaran , proyek tersebut telah diundangkan, termasuk pembangunan yang akan dilaksanakan setidaknya 10 tahun.

“Manddat pembangunan di ibukota Nusantara itu kan telah ditetapkan di dalam undang-undang. Di mana pembangunannya dilakukan setidaknya 10 tahun. Sehingga kami optimis karena ini underlyingnya undang-undang,” tutup Wiw


Rencana Rights Issue

Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) telah mendapat persetujuan pemegang saham terkait rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Perseroan menargetkan rights issue dapat rampung sebelum tahun berakhir. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Waskita Karya Tbk (WSKT), Wiwi Suprihatno mengatakan, dengan asumsi rights issue selesai sebelum 2022 berakhir, dana yang diperoleh akan memperkuat keuangan Waskita di tahun ini.

Di sisi lain, perseroan juga mempertimbangkan peluang partisipasi publik sebelum masuk libur akhir tahun.

“Kalau timeline itu November atau Desember. Harapannya tidak sampai bulan Desember karena biasanya investor di bulan Desember sudah fokus pada liburan,” kata Wiwi dalam acara Kupas Emiten oleh Ajaib Investasi, Jumat (30/9/2022).

Wiwi menambahkan, perseroan juga tengah mempertimbangkan harga pelaksanaan rights issue agar lebih ekonomis bagi pemegang saham publik. Selain memantau perkembangan pasar, perseron juga melibatkan lembaga profesi dan lembaga penunjang untuk turut merumuskan harga pelaksanaan rights issue melalui mekanisme privatisasi dan persetujuan dari Kementerian terkait.

“InsyaAllah harga di tingkat yang cukup kompetitif sehingga appetite para calon investor untuk mendukung Waskita dan memiliki saham Waskita lebih baik lagi,” ujar dia.

 


Dampak Kenaikan Suku Bunga

IHSG Menguat
Perbesar
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, tren kenaikan suku bunga berdampak pada banyak sektor usaha, termasuk konstruksi. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Waskita Karya Tbk (WSKT), Wiwi Suprihatno mengakui, kenaikan suku bunga ini berdampak pada sektor konstruksi pada umumnya.

Biaya operasional sektor konstruksi berpotensi bengkak lantaran mengerek harga komoditas dari sisi supplier.

"Secara makro memang sangat berdampak kepada industri konstruksi karena para supplier, karena kenaikan suku bunga akibatkan kenaikan harga-harga komoditi," kata Wiwi dalam acara Kupas Emiten oleh Ajaib Investasi, Jumat (30/9/2022).

Selain itu, kenaikan suku bunga juga berdampak pada sisi pembiayaan ketika bank ikut menaikan suku bunga kredit.

Pendapatan perusahaan konstruksi umumnya terealisasi saat proyek yang dikerjakan sudah rampung. Sementara untuk memulai proyek tersebut, perusahaan biasanya mengandalkan pembiayaan seperti dari perbankan. Sehingga kenaikan bunga kredit tentu berdampak pada kinerja keuangan perusahaan konstruksi.

Meski begitu, Waskita Karya mengaku telah mendapat keringanan suku bunga melalui perjanjian restrukturisasi atau  Perjanjian Restrukturisasi Induk atau Master Restructuring Agreement (MRA) Waskita.

"Kami saat ini sedang dalam pelaksanaan MRA yang berlaku sampai 2026 dan ada penurunan suku bunga yang berlaku juga sampai 2026. Jadi meskipun ada perubahan secara makro, tetapi secara MRA kami sudah fix rate sampai dengan 2026 di angka 5,5 persen per annum,” kata dia.

"Jadi ini InsyaAllah tidak berdampak pada Waskita sampai dengan MRA nya berjalan,” ia menambahkan.


Perkembangan Kontrak Baru

Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk
Perbesar
Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk (dok: WSKT)

Sebelumnya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengantongi kontrak baru senilai Rp 10,5 triliun hingga Agustus 2022. Raihan itu baru setra 42 persen dari target kontrak baru perseroan pada 2022 di kisaran Rp 25 triliun-Rp 30 triliun.

"Sampai Agustus sudah tercapai 42% dari rencana target. Kondisi yang menjadi tantangan kita adalah beberapa rencana tender yang tertunda kemudian winning rate juga harus terus kita tingkatkan dan juga ada beberapa yang rencana tender atau kontrak itu mundur dikarenakan beberapa hal," tutur Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Waskita Karya Tbk (WSKT), Wiwi Suprihatno dalam acara Kupas Emiten oleh Ajaib Investasi, Jumat (30/9/2022).

Meski begitu, perseroan optimis dapat merealisasikan target capain kontrak baru di sisa tahun ini. Keyakinan itu salah satunya merujuk pada proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di mana perseroan andil di dalamnya.

"Kami optimis bahwa kami Insyaallah bisa mencapai target di sampai akhir tahun di sisa tiga bulan ke depan. Di IKN sendiri Waskita sudah memenangkan kurang lebih 3 proyek dengan total nilai hampir Rp 3,4 triliun," ujar Wiwi.

Dia menambahkan nilai kontrak baru ini memungkinkan perseroan membukukan pendapatan usaha sampai akhir tahun. Di sisi lain, kontrak yang saat ini digarap Waskita bersifat multiyears, sehingga menjadi sisa nilai kontrak pada tahun berikutnya.

"Juga, semua kontraknya bukan turnkey sehingga punya uang muka, punya progress payment,” imbuh Wiwi.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya