Basis Utama Prima Beli Saham MINA Rp 75 Miliar

Oleh Elga Nurmutia pada 30 Sep 2022, 11:12 WIB
Diperbarui 30 Sep 2022, 11:12 WIB
Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Suami Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani yakni Hapsoro Sukmonohadi  atau biasa dikenal Happy Hapsoro diketahui membeli 3 miliar saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA). 

Transaksi tersebut dilakukan melalui PT Basis Utama Prima pada 19 September 2022.  Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, PT Basis Utama Prima membeli saham MINA dengan harga pembelian Rp 25 per lembar atau sebesar Rp75 miliar. Dengan demikian, PT Basis Utama Prima saat ini menggenggam 45,71 persen saham MINA. 

"Tujuan dari transaksi investasi langsung dengan status kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen perseroan, dikutip Jumat (30/9/2022).

Mengutip RTI, merujuk daftar pemegang saham MINA, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia masih tertulis memiliki 3 miliar lembar saham atau setara 45,71 persen dari saham MINA. Kemudian, Edy Suwarno juga masih menggenggam 361,24 juta atau 5,5 persen saham MINA tersebut. 

Selain itu, Hapsoro juga terlihat menggenggam 2 persen saham MINA atau 131,25 juta lembar saham tersebut. 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pembukaan IHSG 30 September 2022

Dilanda Corona, IHSG Ditutup Melesat
Perbesar
Layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (4/3/2020). IHSG kembali ditutup Melesat ke 5.650, IHSG menutup perdagangan menguat signifikan dalam dua hari ini setelah diterpa badai corona di hari pertama pengumuman positifnya wabah corona di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada pembukaan perdagangan saham Jumat (30/9/2022). Laju IHSG ini mengikuti bursa saham global yang juga lesu dan seluruh sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, pada pembukaan perdagangan, IHSG stagnan di posisi 7.036,19. Pada pukul 09.10 WIB, IHSG melemah 0,65 persen ke posisi 6.990. Indeks LQ45 tergelincir 0,56 persen ke posisi 1.003. Seluruh indeks acuan kompak tertekan.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.036,19 dan terendah 6.983,45. Sebanyak 355 saham melemah sehingga menekan IHSG. 98 saham menguat dan 137 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 129.381 kali dengan volume perdagangan 2,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 1,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.254.

Seluruh sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXtransportasi melemah 1,88 persen, dan catat koreksi terbesar.

Diikuti indeks sektor saham IDXindustry susut 1,56 persen, indeks sektor saham IDXtechno melemah 1,28 persen, indeks sektor saham IDXenergy merosot 1,04 persen, indeks sektor saham IDXproperty turun 1,14 persen. Selain itu, indeks sektor saham IDXinfrastruktur melemah 0,93 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal melemah 0,75 persen, dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal terpangkas 0,19 persen.


Top Gainers-Losers pada 30 September 2022

IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham SINI melompat 25 persen

-Saham FIRE melompat 20 persen

-Saham FIRE melompat 20,91 persen

-Saham VICO melompat 20 persen

-Saham BAPA melompat 15,20 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham AMMS melemah 10 persen

-Saham KLIN melemah 8,62 persen

-Saham PGJO melemah 7,89 persen

-Saham OKAS melemah 6,99 persen

-Saham WAPO melemah 6,96 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 240,3 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 164,6 miliar

-Saham BUMI senilai Rp 132 miliar

-Saham BHAT senilai Rp 108,4 miliar

-Saham BEBS senilai Rp 66,7 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham NETV tercatat 7.778 kali

-Saham RAFI tercatat 6.699 kali

-Saham BBRI tercatat 5.772 kali

-Saham BUMI tercatat 4.990 kali

-Saham FIRE tercatat 4.566 kali


Bursa Saham Asia

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Sebelumnya, bursa saham Asia tertekan menjelang akhir pekan ini. Indeks Hang Seng turun 0,37 persen, indeks Korea Selatan Kospi merosot 0,38 persen, indeks Jepang Nikkei susut 1,67 persen. Sementara itu, indeks Shanghai merosot turun 0,36 persen, indeks Singapura tergelincir 0,54 persen dan indeks Taiwan merosot 1 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG melemah 0,6 persen di tengah volume perdagangan yang tipis. Sentimen pasar global terus mendorong ke arah pasar yang berisiko seiring kembalinya pelaku pasar fokus pada inflasi dan risiko resesi global. Harga saham bank digital kembali melemah dan mencetak posisi terendah baru year to date (ytd).

Sementara itu, aliran dana investor asing melakukan sedikit aksi beli saham di saham bank, sedangkan transaksi investor domestik sepi.

Di sisi lain, rupiah terus melemah dan berpeluang dipertahankan oleh Bank Indonesia (BI) di kisaran 15.263.

Saham bank besar beragam pada perdagangan Kamis pekan ini. Saham BBCA naik 0,6 persen, saham BBRI melemah 0,9 persen, saham BBNI susut 0,3 persen, saham BMRI tergelincir 0,5 persen dan saham ASII turun 0,4 persen. Saham ASII melemah tipis setelah pengumuman potensi investasi di bandara dan infrastruktur pariwisata. Selain itu, INA-Blackrock-Allianz bergabung untuk pendanaan Traveloka USD 300 juta.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya