Wall Street Bangkit, Bursa Saham Asia Menguat

Oleh Elga Nurmutia pada 29 Sep 2022, 09:02 WIB
Diperbarui 29 Sep 2022, 09:02 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Ketegangan politik yang terjadi karena Korut meluncurkan rudalnya mempengaruhi pasar saham Asia. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik naik pada pembukaan pada Kamis (29/9/2022), menyusul kebangkitan di wall street semalam.

Reli di Amerika Serikat (AS) terjadi setelah Bank of England mengatakan akan melakukan intervensi di pasar obligasi untuk menstabilkan kondisi.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 1 persen dan indeks Topix naik 0,31 persen. S&P/ASX 200 Australia melonjak 1,38 persen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi bertambah 1,5 persen dan indeks Kosdaq 2,5 persen lebih tinggi. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,72 persen.

Semalam di AS, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 548,75 poin, atau 1,88 persen, menjadi 29.683,74. Indeks S&P 500 naik 1,97 persen menjadi 3.719,04, bangkit kembali setelah mencatat penurunan pasar bearish baru pada sesi sebelumnya. Indeks Nasdaq Composite naik 2,05 persen menjadi 11.051,64 pada penutupan.

Anak perusahaan China Vanke Onewo dan pembuat EV China Zhejiang Leapmotor Technology akan memulai perdagangan di Hong Kong pada Kamis, keduanya menjadi salah satu penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) terbesar pada 2022.

Saham teknologi telah mengalami tahun yang sulit sejauh ini tetapi seorang analis Rosenblatt Securities berpikir aksi jual adalah kesempatan bagi investor jangka panjang untuk membeli saat penurunan.

"Jauhi yang kalah,” kata dia dikutip dari CNBC.

Ia merekomendasikan pemenang dalam berbagai pertempuran sekuler dan pertempuran evolusioner di bidang teknologi.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pencatatan di Bursa Hong Kong

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Di sisi lain, Bank sentral China telah memperingatkan agar tidak bertaruh pada yuan di kedua arah, setelah penurunan yang cepat terhadap dolar AS pada minggu ini.

"Jangan bertaruh pada apresiasi sepihak atau depresiasi nilai tukar renminbi," kata bank sentral dalam sebuah pernyataan China di situs webnya Rabu malam, dikutip dari CNBC, Kamis (29/9/2022).

Ini berdasarkan pembacaan pidato oleh wakil gubernur Liu Guoqiang pada pertemuan konferensi video tentang valuta asing hari itu.

Anak perusahaan China Vanke Onewo dan pembuat EV Zhejiang Leapmotor Technology akan memulai perdagangan di pasar Hong Kong.

Kedua perusahaan masing-masing telah mengumpulkan lebih dari USD 700 juta atau Rp 10,63 triliun (asumsi kurs Rp 15.194 per dolar AS) dalam IPO yang kurang diminati oleh investor ritel.

Reuters melaporkan, saham Onewo dan Leapmotor jatuh di perdagangan pasar abu-abu pada Rabu. Chris Harvey dari Wells Fargo memperkirakan saham akan terus bergerak naik.

"Lonjakan short interest, kecenderungan penjualan ritel, dan tindakan BOE semuanya menunjukkan saham akan melanjutkan pemantulan oversold mereka selama beberapa hari ke depan," katanya dalam sebuah catatan kepada klien pada Rabu.

 

 


Imbal Hasil Obligasi

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Saham mencapai posisi terendah baru awal pekan ini, dengan indeks S&P 500 mencatat pasar bearish baru. Aksi jual dipicu oleh keputusan suku bunga terbaru bank sentral AS atau the Fed pekan lalu, yang diyakini beberapa investor mengarahkan pasar ke kondisi oversold.

Ketika biaya modal naik dan harga mendekati rekor tertinggi, konsensus semakin percaya bahwa resesi yang disebabkan oleh the Fed tidak dapat dihindari. Hal itu diungkapkan Harvey.

"Kami melihat resesi seperti kecelakaan mobil. Anda tidak pernah tahu seberapa buruk itu akan terjadi, tetapi hampir tidak ada hasil yang lebih baik dari perkiraan jadi pembuat kebijakan perlu berhati-hati dengan apa yang mereka inginkan,” kata dia. 

Imbal hasil pada catatan obligasi 10-tahun patokan turun terbesar sejak 2020 pada Rabu, meskipun sempat mencapai 4 persen di awal sesi, setelah Bank of England mengumumkan rencana pembelian obligasi untuk menstabilkan pound Inggris.

Imbal hasil obligasi 10-tahun terakhir turun 23 basis poin menjadi 3,733 persen, atau penurunan terbesar sejak 2020.

Ini mencapai tertinggi sekitar 4,019 persen, level kunci yang tertinggi sejak Oktober 2008, pada hari sebelumnya sebelum menghapus kenaikan tersebut. Imbal hasil dan harga bergerak dalam arah yang berlawanan. Satu basis poin sama dengan 0,01 persen.


Bursa Saham Asia pada 28 September 2022

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Sebelumnya, indeks Hang Seng Hong Kong memimpin koreksi tajam di bursa saham Asia Pasifik setelah indeks S&P 500 sentuh posisi terendah baru pada 2022 di wall street. Yuan di offshore dan onshore menyentuh level terendah sejak 2008 dan rupee India melemah.

Indeks Hang Seng melemah 3,45 persen dan indeks Hang Seng teknologi tergelincir 3,88 persen. Di bursa saham China, indeks Shanghai susut 1,58 persen ke posisi terendah 3.045,07. Indeks Shenzhen susut 2,465 persen ke posisi 10.899,70.

Indeks Kospi Korea Selatan melemah 2,45 persen ke posisi 2.169,29. Indeks Jepang Nikkei 225 susut lebih dari dua persen, dan ditutup turun 1,5 persen ke posisi 26.173,98. Indeks Topix tergelincir 0,95 persen ke posisi 1.855,15.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 2,32 persen, dan sentuh level terendah sejak Maret 2020. Di Australia, indeks ASX 200 susut 0,53 persen.

Harga minyak melemah. Harga minyak Brent berjangka susut 2,06 persen ke posisi USD 84,49 per barel. Harga minyak Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,15 persen ke posisi USD 76,78 per barel.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya