BSI Siap Rights Issue Usai Raih Restu Pemegang Saham, Catat Jadwalnya

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 28 Sep 2022, 19:51 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 19:51 WIB
FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Aktivitas pekerja di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi beroperasi dengan nama baru mulai 1 Februari 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) akan gelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.

Dalam aksi tersebut, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Rencana ini telah mendapat persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Jumat, 23 September 2022.

Selanjutnya, RUPSLB juga telah menyetujui untuk melimpahkan kewenangan kepada direksi perseroan dengan hak substitusi dan kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk melaksanakan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan PMHMETD I.

Berdasarkan surat pernyataan kesanggupan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dalam rangka PMHMETD I tertanggal 27 September 2022, BMRI sebagai pemilik 20.905.219.379 saham yang mewakili 50,83 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan, menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan PMHMETD I sesuai porsi kepemilikannya.

Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam PMHMETD I akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) yaitu maksimum 12,73 persen. Mengutip prospektus perseroan, Rabu (28/9/2022), seluruh dana hasil rights issue ini akan digunakan perseroan untuk penyaluran pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

Apabila dana yang diperoleh tidak dipergunakan langsung oleh perseroan, maka perseroan akan menempatkan dana bersih dalam instrumen keuangan yang aman dan likuid.

Bank Syariah Indonesiatelah menunjuk PT Datindo Entrycom sebagai pelaksana pengelola administrasi saham dan sebagai agen pelaksana dalam rangka PMHMETD I ini.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Jadwal

FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Pekerja melayani nasabah di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Dirut BSI Hery Gunardi menjelaskan bahwa integrasi tiga bank syariah BUMN yakni Bank BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri telah dilaksanakan sejak Maret 2020. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Jadwal:

Pernyataan pendaftaran HMETD dari OJK: 14 November 2022

Tanggal pencatatan (recording date) untuk memperoleh HMETD tanggal terakhir: 24 November 2022 Perdagangan Saham Dengan HMETD (cum-right) di:

- Pasar reguler dan pasar negosiasi: 22 November 2022

- Pasar tunai: 24 November 2022

Tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD (Ex Right) di:

- Pasar reguler dan pasar negosiasi: 23 November 2022

- Pasar tunai: 25 November 2022

Tanggal distribusi HMETD: 25 November 2022

Tanggal pra-pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia: 28 November 2022

Periode perdagangan HMETD: 28 November — 5 Desember 2022

Periode pendaftaran, pembayaran dan pelaksanaan HMETD: 28 November — 5 Desember 2022

Periode penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD: 30 November — 7 Desember 2022

Tanggal terakhir pembayaran pemesanan saham tambahan: 7 Desember 2022

Tanggal penjatahan untuk pemesanan saham tambahan: 8 Desember 2022

Tanggal pengembalian uang pemesanan saham tambahan: 12 Desember 2022

 

 


RUPSLB BSI Setujui Rights Issue hingga Rombak Pengurus

FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Pekerja beraktivitas di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Pada 27 Januari 2021, BSI telah mendapatkan persetujuan dari OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan aksi korporasi melalui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (rights issue).

Perseroan melakukan rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6 miliar saham Seri B BSI, dengan nilai nominal Rp 500 per saham (saham baru).

Perseroan akan menggunakan tambahan modal hasil rights issue tersebut ini untuk mendukung ekspansi pertumbuhan BSI secara organik melalui penyaluran pembiayaan murah dan kompetitif bagi masyarakat. Hal tersebut diungkapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BSI.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menuturkan, untuk mendukung rencana tersebut, BSI membutuhkan tambahan permodalan (ekuitas) agar capital adequacy ratio (CAR) perseroan dapat mencapai di atas 20 persen pada akhir tahun 2025. 

“Penguatan permodalan ini tentunya akan dimanfaatkan BSI untuk mengembangkan bisnis sehingga dapat memberikan profitabilitas yang optimal bagi pemegang saham dengan proyeksi Return On Equity (ROE) di level 18-20 persen dalam jangka waktu menengah hingga panjang,” kata Hery dalam keterangan resminya, Jumat (23/9/2022).

Adapun ringkasan atas keputusan dari agenda rapat yang berlangsung pada saat RUPSLB, Jumat, 23 September 2022 sebagai berikut:

Agenda pertama, persetujuan atas rencana penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau disebut right issue Bank Syariah Indonesia sebanyak 6 miliar saham Seri B yang akan dilaksanakan pada kuartal IV  2022.


Rombak Susunan Pengurus

RUPSLB Bank Syariah Indonesia (BRIS), Jumat, 23 September 2022 (Foto: Bank Syariah Indonesia)
Perbesar
RUPSLB Bank Syariah Indonesia (BRIS), Jumat, 23 September 2022 (Foto: Bank Syariah Indonesia)

Selain itu, agenda kedua, persetujuan atas perubahan 21 ketentuan dalam anggaran dasar Perseroan dan agenda ketiga, persetujuan pemberhentian M. Zainul Majdi selaku Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen Perseroan.

Dengan demikian, maka susunan pengurus BSI menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris Perseroan :

•      Komisaris Utama/Independen: Adiwarman Azwar Karim

•      Komisaris Independen: Komaruddin Hidayat

•      Komisaris Independen: Mohamad Nasir

•      Komisaris Independen: M. Arief Rosyid Hasan 

•      Komisaris: Masduki Baidlowi

•      Komisaris: Imam Budi Sarjito

•      Komisaris: Sutanto

•      Komisaris: Suyanto

•      Komisaris: Nizar Ali

 

Direksi Perseroan:

•      Direktur Utama: Hery Gunardi

•      Wakil Direktur Utama: Bob Tyasika Ananta

•      Direktur Wholesale Transaction Banking: Zaidan Novari

•      Direktur Retail Banking: Ngatari

•      Direktur Sales & Distribution: Anton Sukarna

•      Direktur Information Technology: Achmad Syafii

•      Direktur Risk Management: Tiwul Widyastuti

•      Direktur Compliance & Human Capital: Tribuana Tunggadewi

•      Direktur Finance & Strategy: Ade Cahyo Nugroho

•      Direktur Treasury & International Banking: Moh. Adib

 

Dewan Pengawas Syariah : 

• Ketua : Dr. KH. Hasanudin, M.Ag 

• Anggota : Dr. H. Mohamad Hidayat, MBA, MH 

• Anggota : Dr. H. Oni Sahroni, M.A 

• Anggota : Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin, MS

 

Dalam kesempatan yang sama, Hery Gunardi juga menyampaikan, keputusan pemegang saham ini bisa membawa BSI lebih baik.

"Kami meyakini keputusan pemegang saham ini akan menjadikan pengurus perseroan semakin solid dan mampu membawa Bank Syariah Indonesia semakin berperan dalam pertumbuhan perbankan syariah untuk go global,” pungkasnya. 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya