Sukses

Erick Thohir Bidik Bawa IPO 14 BUMN pada 2022, Bagaimana Perkembangannya?

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, saat ini masih ada 35 perusahaan yang antre di pipeline IPO Bursa.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan 14 perusahaan pelat merah untuk gelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun, hingga 27 September 2022, hanya ada satu dari 14 perusahaan yang direncanakan, yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, saat ini masih ada 35 perusahaan yang antre di pipeline IPO Bursa. Dari 35 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, terdapat perusahaan afiliasi BUMN.

“Dalam dua tahun terakhir, perusahaan terafiliasi dengan BUMN yang telah mencatatkan sahamnya di BEI, selain PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), juga ada PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP). Kami berharap semakin banyak perusahaan termasuk BUMN dan entitas anak yang memanfaatkan pasar modal Indonesia utk mendukung pertumbuhannya,” kata dia kepada awak media, Rabu (28/9/2022).

Sayangnya, Nyoman enggan membeberkan entitas BUMN yang akan melantai itu. “Nanti apabila sdh waktunya akan disampaikan,” imbuh dia.

BUMN yang direncanakan IPO itu terdiri dari beragam klaster. Terbanyak berasal dari klaster energi sebanyak lima perusahaan. Disusul klaster pertambangan tiga perusahana. Kemudian klaster kesehatan dan klaster IT masing-masing dua perusahaan. Serta kluster keuangan dan kluster pertanian masing-masing satu perusahaan. Berikut daftar 14 BUMN tersebut:

-Klaster Energi:

1. PT Pertamina International Shipping (Persero)

2. PT Pertamina Geothermal Energi (Persero)

3. PT Pertamina Hulu Energi (Persero)

4. PT Pembangkit Listrik Tenaga Uap (Persero)

5. PT Pertamina Hilir (Persero)

 

-Klaster Pertambangan:

1. PT Inalum Operating (Persero)

2. PT MIND ID (Persero)

3. PT Logam Mulia (Persero)

 

-Klaster Kesehatan:

1. PT Indonesia Healthcare Corporation (Persero)

2. PT Bio Farma (Persero)

 

-Klaster IT:

1. PT PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel (Persero)

2. PT  Telkom Data Center (Persero)

 

-Klaster Keuangan:

1. PT EDC and Payment Gateway (Persero)

 

Klaster Pertanian: 1. PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero)

 

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

44 Emiten Baru Raup Dana Rp 21,8 Triliun Melalui IPO

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga 20 September 2022, ada 44 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI. Total dana yang dihimpun dari penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) tersebut mencapai Rp 21,8 triliun.

“Hingga 20 September 2022 telah ada 44 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 21,8 triliun,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, kepada wartawan ditulis Rabu (21/9/2022).

Saat ini BEI juga proses 29 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham di BEI hingga 19 September 2022. Nyoman menambahkan, dari 29 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, beberapa di antaranya menargetkan emisi lebih dari Rp 1 triliun. Untuk sektor sahamnya ada dari sektor energi, teknologi dan keuangan. Namun, Nyoman belum menyampaikan detil mengenai perusahaan tersebut hingga perusahaan itu mendapatkan izin publikasi dari OJK.

Seiring jumlah calon perusahaan tercatat dalam pipeline itu, ia berharap pencatatan saham pada 2022 dapat melebihi pencapaian 2021.

“Dengan mempertimbangkan jumlah perusahaan pada pipeline pencatatan saham, kami berharap jumlah pencatatan saham pada tahun ini dapat melampaui pencapaian pada tahun lalu,” kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Selanjutnya

Berdasarkan catatan BEI, berikut klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline saham merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:

-4 perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar)

-7 perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar)

-18 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar)

Rincian sektornya antara lain:

-1 perusahaan dari sektor basic materials

-4 perusahaan dari sektor consumer siklikal

-3 perusahaan dari sektor consumer non siklikal

-2 perusahaan dari sektor energi

-2 perusahaan dari sektor keuangan

-4 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan

-2 perusahaan dari sektor industri

-1 perusahaan dari sektor infrastruktur

-1 perusahaan dari sektor properti dan real estate

-5 perusahaan dari sektor teknologi

-4 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

  • Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe

    Saham

  • BUMN adalah singkatan dari Badan Usaha Milik Negara yang beroperasi di Indonesia.

    BUMN

  • IPO adalah singkatan dari Initial Public Offering.

    IPO

  • Erick Thohir kini menjabat sebagai Menteri BUMN di Kabinet Indonesia Maju.

    Erick Thohir

  • Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.

    BEI

Video Terkini