IHSG Melemah Tinggalkan Posisi 7.100, 11 Sektor Saham Tertekan

Oleh Agustina Melani pada 28 Sep 2022, 15:55 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 15:55 WIB
Akhir 2019, IHSG Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham, Rabu (28/9/2022). Bak roller coaster, IHSG kembali tinggalkan posisi 7.100 dan seluruh sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, pada penutupan perdagangan, IHSG merosot 0,50 persen ke posisi 7.077,03. Indeks LQ45 turun 0,24 persen ke posisi 1.013,50. Seluruh indeks acuan kompak tertekan. Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.156,98 dan terendah 7.073,47. Sebanyak 391 saham melemah sehingga menekan IHSG. 147 saham menguat dan 148 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.216.287 kali dengan volume perdagangan 23,3 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 12,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaraan 15.116.

Seluruh sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXbasic melemah 1,88 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXtransportasi tergelincir 1,77 persen, demikian juga indeks sektor saham IDXindustry susut 1,77 persen. Selain itu, indeks sektor saham IDXenergy tergelincir 1,73 persen, indeks sektor saham IDXproperty tersungkur 0,99 persen.

Selain itu, indeks sektor saham IDXsiklikal susut 0,92 persen, indeks saham IDXtechno melemah 0,89 persen, indeks sektor saham IDXfinance susut 0,48 persen, indeks sektor saham IDXhealth tergelincir 0,12 persen, dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal melemah 0,03 persen.

Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin koreksi tajam di bursa saham Asia Pasifik setelah indeks S&P 500 sentuh posisi terendah baru pada 2022 di wall street. Yuan di offshore dan onshore menyentuh level terendah sejak 2008 dan rupee India melemah.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Indeks Saham Acuan Lainnya di Bursa Saham Asia

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Indeks Hang Seng melemah 3,45 persen dan indeks Hang Seng teknologi tergelincir 3,88 persen. Di bursa saham China, indeks Shanghai susut 1,58 persen ke posisi terendah 3.045,07. Indeks Shenzhen susut 2,465 persen ke posisi 10.899,70.

Indeks Kospi Korea Selatan melemah 2,45 persen ke posisi 2.169,29. Indeks Jepang Nikkei 225 susut lebih dari dua persen, dan ditutup turun 1,5 persen ke posisi 26.173,98. Indeks Topix tergelincir 0,95 persen ke posisi 1.855,15.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 2,32 persen, dan sentuh level terendah sejak Maret 2020. Di Australia, indeks ASX 200 susut 0,53 persen.

Harga minyak melemah. Harga minyak Brent berjangka susut 2,06 persen ke posisi USD 84,49 per barel. Harga minyak Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,15 persen ke posisi USD 76,78 per barel.

 


Top Gainers-Losers pada 28 September 2022

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham PCAR melambung 28,57 persen

-Saham SINI melambung 25 persen

-Saham INDX melambung 24,81 persen

-Saham TAYS melambung 24,71 persen

-Saham TFAS melambung 22,92 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham AMMS melemah 9,52 persen

-Saham LUCY melemah 9,47 persen

-Saham BEST melemah 6,98 persen

-Saham ESSA melemah 6,98 persen

-Saham KICI melemah 6,96 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham BBCA senilai Rp 744,8 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 731,3 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 626,4 miliar

-Saham BUMI senilai Rp 471,6 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 468 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham AMMS tercatat 29.292 kali

-Saham BBKP tercatat 28.507 kali

-Saham KJEN tercatat 26.773 kali

-Saham BUMI tercatat 25.612 kali

-Saham SMDM tercatat 25.549 kali

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya