Menakar Dampak Kenaikan Harga BBM hingga Inflasi terhadap Emiten Pengelola Pizza Hut

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 28 Sep 2022, 06:40 WIB
Diperbarui 28 Sep 2022, 06:40 WIB
Outlet Pizza Hut Gatot Subroto
Perbesar
Outlet Pizza Hut Gatot Subroto (dok. Pizza Hut)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada awal September 2022. Kenaikan BBM ini turut menuai pro dan kontra, lantaran bertepatan dengan ancaman inflasi dan kenaikan suku bunga bank sentral.

Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap pelaku usaha yang berpotensi kehilangan daya beli masyarakat, termasuk emiten pengelola gerai makanan.Padahal, baru saja ekonomi masyarakat mulai merangkak seiring pemulihan ekonomi setelah pandemi COVID-19.

“Unruk dampak BBM tentunya secara umum berpengaruh pada berbagai sektor. Tapi untuk saat ini dampaknya belum terlihat karena kebijakannya baru berjalan kurang dari sebulan,” kata termasuk emiten pengelola gerai makanan. Sekertaris perusahaan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA),  Sekretaris Perusahaan PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), Kurniadi Sulistyomo. kepada Liputan6.com, ditulis Rabu (28/9/2022).

Menurut dia, setidaknya diperlukan waktu tiga bulan untuk bisa menakar dampak dari kenaikan BBM. Hingga saat ini PT Sarimelati Kencana Tbk belum melakukan langkah antisipasi atau penyesuaian yang signifikan. Lebih lanjut, perseroan fokus pada target ekspansi untuk membuka 73 gerai baru pada 2022.

"Kami akan mencoba mencapai target ekspansi pengebangan usaha kami. Kami targetkan 73 outlet tahun ini. Alhamdulillah sampai saat ini sudah tercapai sampai 62 outlet, jadi ada 11 outlet lagi untuk dicapai. Inshaallah, kita masih ada waktu sampai Desember untuk capai 73 outlet. Sisa 11 harusnya inshaallah bisa tercapai,” kata Kurniadi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Belanja Modal

Logo Pizza Hut
Perbesar
Logo Pizza Hut (AFP PHOTO / Ye Aung Thu)

Pada 2022, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 300 miliar. Kurniadi mengatakan, belanja modal saat ini sudah terserap sekitar 80 persen, utamanya untuk ekspansi gerai baru. Selain fokus ekspansi, perseroan mencoba mengoptimalkan pengelolaan cash flow melalui berbagai aspek. Di antaranya mulai dari promosi hingga efisiensi di internal.

"Kami siapkan juga promo untuk anak sekolah dalam rangka natal dan tahun baru, nanti akan kami sosialisasikan. Promonya macam-macam. Juga ada promo tematik piala dunia Qatar, biasanya nanti ada produk khusus dari kami sehubungan dengan event piala dunia Qatar ini,” imbuh dia.

Perseroan juga tak mematok target spesifik, baik untuk akhir tahun ini maupun tahun depan lantaran masih mempertimbangkan perkembangan kondisi ekonomi terkini. Di sisi lain, perseroan memang belum mengantongi kalkulasi dampak dari kenaikan BBM. Meski begitu, perseroan berharap kinerja pada akhir tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. 


Penutupan IHSG pada 27 September 2022

Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan Selasa, (27/9/2022). Namun, sektor saham energi pimpin kenaikan sehingga koreksi IHSG menjadi terbatas.

Mengutip data RTI, IHSG melemah tipis 0,21 persen ke posisi 7.112,44 pada penutupan perdagangan saham. Indeks LQ45 turun 0,41 persen ke posisi 1.015,98. Seluruh indeks acuan kompak tertekan.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.133,41 dan terendah 7.075,65. Sebanyak 279 saham menguat sehingga topang IHSG. Namun, 263 saham melemah dan 147 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.225.476 kali dengan volume perdagangan saham 26,1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 13,7 triliun.  Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.150.

Sebagian besar sektor saham menguat yang dipimpin indeks sektor saham energi. IDXenergy menanjak 1,38 persen, indeks sektor saham IDXproperty mendaki 0,64 persen, indeks sektor saham IDXtechno menanjak 0,44 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi bertambah 0,43 persen, indeks sektor saham IDXinfrastruktur naik 0,36 persen. Selain itu, indeks sektor saham IDXhealth naik 0,28 persen dan indeks sektor saham IDXindustry bertambah 0,25 persen.

Sementara itu  indeks sektor saham IDXbasic melemah 0,96 persen, dan pimpin koreksi. Indeks sektor saham IDXfinance tergelincir 0,34 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal susut 0,32 persen, dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal melemah 0,29 persen.

 


Bursa Saham Asia

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham Asia Pasifik sebagian besar menguat pada perdagangan Selasa, 27 September 2022.

Di bursa saham China melonjak. Indeks Shanghai bertambah 1,4 persen ke posisi 3.093,86. Indeks Shenzhen naik 1,93 persen ke posisi 11.175,12. Data dari Refinitiv Eikon menunjukkan sektor saham perawatan kesehatan, pendidikan dan konsumsi non-siklikal menguat.

Saham Kweichow Moutai melompat 1,34 persen, saham Wuliangye naik 5,38 persen. Indeks CSI 300 menguat 1,45 persen ke posisi 3.892,30.

Indeks Jepang Nikkei menguat 0,53 persen ke posisi 26.571,87. Indeks Topix bertambah 0,47 persen ke posisi 1.873,01. Di Australia, indeks ASX 200 bertambah 0,41 persen ke posisi 6.496,20.

Indeks Korea Selatan Kospi bergejolak dengan naik 0,13 persen ke posisi 2.223,86. Indeks Kosdaq melompat 0,83 persen ke posisi 698,11. Di Hong Kong, indeks Hang Seng cenderung mendatar.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,41 persen. Laba industri China dari Januari hingga Agustus 2022 turun 2,1 persen.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya