IHSG Anjlok Ikuti Bursa Saham Asia, Sektor Saham Energi Tersungkur

Oleh Agustina Melani pada 26 Sep 2022, 09:32 WIB
Diperbarui 26 Sep 2022, 09:32 WIB
Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham Senin pagi (26/9/2022). Koreksi IHSG mengikuti bursa saham Asia yang tersungkur.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka turun 0,08 poin ke posisi 7.178,50. Pada pukul 09.08 WIB, IHSG turun 0,93 persen ke posisi 7.112. Indeks saham LQ45 anjlok 0,94 persen ke posisi 1.015,28. Seluruh indeks acuan tertekan. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.178,50 dan terendah 7.088,79.

Sebanyak 126 saham menguat dan 293 saham melemah. 168 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 128.591 kali dengan volume perdagangan 4,9 miliar saham. Nilai transaksi Rp 1,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.931.

Mayoritas sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXenergy melemah 2,85 persen, dan pimpin koreksi. Indeks sektor saham IDXindustry tergelincir 2,07 persen, indeks sektor saham IDXbasic susut 1,37 persen, indeks sektor saham IDXtechno merosot 1,38 persen, indeks sektor saham IDXfinance tergelincir 0,64 persen.

Selain itu, indeks sektor saham IDXnonsiklikal susut 0,54 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal merosot 0,40 persen, indeks sektor saham IDXhealth turun 0,27 persen, dan indeks sektor saham IDXproperty tergelincir 0,41 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG melemah ke posisi 7.178 pada Jumat, 23 September 2022 setelah kenaikan suku bunga dari bank sentral global pekan lalu. Dampak kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) berpengaruh ke Indonesia yang ditunjukkan dari aksi jual investor asing.

Saham BBRI melemah 1,8 persen, saham BBCA susut 1,2 persen, sedangkan saham BMRI dan BBNI mendatar. Aksi jual juga dilakukan oleh investor domestik untuk saham batu bara. Saham UNTR melemah 3,1 persen dan ANTM tergelincir 1,9 persen. Setelah kenaikan suku bunga acuan, aksi jual terjadi saham properti. Saham SMRA turun 4,4 persen dan PWON melemah 3,8 persen.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Top Gainers-Losers pada 26 September 2022

IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang mencatat top gainers antara lain:

-Saham SRAJ melonjak 23,70 persen

-Saham GULA melonjak 13,33 persen

-Saham ALMI melonjak 12,63 persen

-Saham KJEN melonjak 13,04 persen

-Saham BEEF melonjak 9,84 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham LEAD turun 7 persen

-Saham SMMT turun 6,88 persen

-Saham PANI turun 6,91 persen

-Saham HOMI turun 6,88 persen

-Saham WINS turun 6,83 persen

 

Saham-saham yang aktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham BUMI senilai Rp 271,8 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 173,9 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 154,5 miliar

-Saham BHAT senilai Rp 89,6 miliar

-Saham ADRO senilai Rp 83,8 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham MARI tercatat 8.918 kali

-Saham SRAJ tercatat 8.236 kali

-Saham KJEN tercatat 7.688 kali

-Saham BBRI tercatat 7.214 kali

-Saham ANTM tercatat 7.155 kali

 


Bursa Saham Asia Melemah pada Senin Pagi 26 September 2022

Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Akibat peluncuran rudal Korea Utara yang mendarat di perairan Pasifik saham Asia menglami penurunan. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Sebelumnya, bursa saham Asia Pasifik turun tajam pada Senin (26/9/2022) seiring sentimen negatif terus membebani bursa.

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 2,19 persen pada  awal perdagangan, dan Topix tergelincir 2 persen. Indeks Kospi Korea Selatan kehilangan 2,3 persen dan indeks Kosdaq merosot 2,97 persen.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 1,94 persen. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 1,19 persen.

Komite kebijakan moneter Reserve Bank of India dijadwalkan untuk pertemuan akhir pekan ini, dan China diperkirakan merilis data aktivitas pabrik pada akhir minggu.

Onewo, anak perusahaan pengembang properti China Vanke, juga akan memulai debutnya di bursa saham Hong Kong minggu ini.

Yen Jepang melemah terhadap dolar AS di perdagangan pagi Asia, berada di 143,60. Yuan China melemah menjadi 7,1475 per dolar AS.

Won Korea Selatan berada pada level terlemahnya sejak 2009, diperdagangkan pada 1,423 melawan greenback. Sementara itu, dolar Australia, sedikit menguat menjadi 0,6532.

Menjelang minggu terakhir perdagangan September, Dow dan S&P 500 masing-masing turun sekitar 6 persen pada bulan tersebut, sedangkan Nasdaq alami kerugian 8 persen.

Baik indeks Dow Jones dan S&P sekarang masing-masing berada di  1,2 persen dan 1,6 persen, di atas posisi terendah sejak pertengahan Juni. Indeks Nasdaq berada 2,9 persen di atas level terendahnya.


Penutupan Wall Street 23 September 2022

Pasar Saham AS atau Wall Street.Unsplash/Aditya Vyas
Perbesar
Pasar Saham AS atau Wall Street.Unsplash/Aditya Vyas

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street anjlok pada perdagangan saham Jumat, 23 September 2022. Koreksi wall street mendorong tekanan terhadap kinerja mingguan di pasar keuangan seiring lonjakan suku bunga dan gejolak mata uang asing meningkatkan kekhawatiran resesi global.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones tersungkur 486,27 poin atau 1,62 persen menjadi 29.590,41. Indeks S&P 500 susut 1,72 persen menjadi 3.693,23. Indeks Nasdaq merosot 1,8 persen menjadi 10.867,93.

Indeks Dow Jones mencatat posisi ke level terendah baru pada 2022 dan ditutup di bawah 30.000 untuk pertama kalinya sejak 17 Juni 2022. Indeks Dow Jones akhiri perdagangan 19,9 persen di bawah rekor intraday.Pada satu titik, indeks Dow Jones sempat turun lebih dari 826 poin.

Rata-rata indeks acuan ditutup di wilayah negatif dalam lima minggu dengan indeks Dow Jones susut 4 persen. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 4,65 persen dan 5,07 persen.

 


Selanjutnya

(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)

Ini menunjukkan empat sesi perdagangan berturut-turut melemah seiring bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) pada Rabu, 21 September 2022 menaikkan suku bunga acuan. The Fed juga mengindikasikan akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan November 2022.

“Pasar telah bertransisi dengan jelas dan cepat dari kekhawatiran inflasi menjadi kekhawatiran atas kampanye agresif the Federal Reserve,” ujar Quincy Krosby dari LPL Financial.

Ia menambahkan, imbal hasil obligasi naik ke level tertinggi yang belum pernah dlihat selama bertahun-tahun.

"Ini mengubah pola pikir tentang bagaimana the Fed mencapai stabilitas harga tanpa ada yang melanggar,” ujar dia.

Di sisi lain, Pound Inggris mencapai level terendah baru lebih dari tiga dekade terhadap dolar AS setelah rencana ekonomi baru Inggirs yang mencakup pemotongan pajak guncangkan pasar. Ini mengkhawatirkan inflasi di atas segalanya saat ini. Bursa saham Eropa turun dua persen pada Jumat, 23 September 2022.

"Ini adalah kekacauan makro global yang coba diselesaikan oleh pasar,” ujar Krosby.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya