BNI Sekuritas Prediksi IHSG Berpeluang Koreksi, Ini Rekomendasi Saham Pilihannya

Oleh Agustina Melani pada 26 Sep 2022, 08:47 WIB
Diperbarui 26 Sep 2022, 08:47 WIB
Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami penurunan yang relatif terbatas untuk rebound pada perdagangan saham Senin, 26 September 2022. IHSG secara teknikal, indikator menunjukkan oversold & closing di atas support line.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan, IHSG masih dalam trend bullish selama berada di atas 7.148. Pada penutupan Jumat, 23 September 2022 IHSG closing di bawah 5 day MA. Menurut Andri, selama berada di atas support 7.148, IHSG masih berpeluang bullish.

“Level resistance pada perdagangan Senin (26/9) berada di level 7.195/7.229/7.253/7.309 dan Support di level 7.148/7.116/7.073/7.015. IHSG diproyeksikan bergerak dengan perkiraan range range 7.130 - 7.230,” tulis Andri dalam riset, Senin (26/9/2022).

Pada Jumat, 23 September 2022, IHSG ditutup melemah 0,56 persen ke level 7.178,583. Meski terkoreksi pada Jumat, 23 September 2022, IHSG masih menguat 0,14 persen sepanjang pekan lalu.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, indeks bursa regional Asia Pasifik melemah pada Jumat, 23 September 2022. Bahkan, All Ordinaries dan Kospi Composite Index melemah signifikan sebesar masing-masing 1,92 persen dan 1,81 persen. Maxi menyebut, pelemahan ini mengikuti pergerakan bursa Amerika Serikat (AS) pada malam sebelumnya.

Adapun indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,62 persen. Begitu pula dengan S&P 500 yang turun 1,72 persen. Sementara itu, indeks Nasdaq terkoreksi 1,80 persen. Kenaikan suku bunga dan gejolak mata uang meningkatkan kekhawatiran akan adanya resesi global. Bersamaan Bursa Eropa turun signifikan, dimana FTSE 100 dan CAC 40 masing-masing melemah 1,97 persen dan 2,28 persen.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Rekomendasi Teknikal

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berikut merupakan rekomendasi teknikal dari BNI Sekuritas untuk perdagangan Senin, 26 September 2022:

1.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Resistance : Rp 9.300, Rp 9.400, Rp 9.500, Rp 9.575.

Support: Rp 9.100, Rp 9.025, Rp 8.900, Rp 8.725.

Rekomendasi: buy Rp 9.100 - Rp 9.200, target Rp 9.300, Rp 9.500. Stop loss di bawah Rp 8.900.

 

 

2.PT Indika Energy Tbk (INDY)

Resistance : Rp 3.320, Rp 3.400, Rp 3.470, Rp 3.600.

Support: Rp 3.250, Rp 3.190, Rp 3.120, Rp 3.030.

Rekomendasi: buy if break Rp 3.270, target Rp 3.400, Rp 3.470. Stop loss di bawah Rp 3.100.

 

 

3.PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

Resistance : Rp 7.550, Rp 7.675, Rp 7.800, Rp 7.950.

Support: Rp 7.350, Rp 7.175, Rp 7.050, Rp 6.875.

Rekomendasi: Buy if break Rp 7.450, target Rp 7.550, Rp 7.675. Stop loss di bawah Rp 7.050.

 

 

4.PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)

Resistance : Rp 2.730, Rp 2.770, Rp 2.830, Rp 2.900

Support: Rp 2.660, Rp 2.610, Rp 2.540, Rp 2.460.

Rekomendasi: Buy Rp 2.680- Rp 2.710, target Rp 2.750, Rp 2.770. Stop loss di bawah Rp 2.610.


Penutupan IHSG 23 September 2022

IHSG Menguat
Perbesar
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Jumat, (23/9/2022). Mayoritas sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG merosot 0,56 persen ke posisi 7.178,58. Indeks LQ45 turun 0,68 persen ke posisi 1.025,63. Seluruh indeks acuan kompak tertekan. Jelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 7.219,02 dan terendah 7.172,53.

Sebanyak 268 saham menguat dan 248 saham melemah. 182 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.375.781 kali dengan volume perdagangan 24 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 14,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.966.

Sebagian besar sektor saham merosot kecuali indeks sektor saham IDXnonsiklikal naik 0,70 persen dan indeks sektor saham IDXtransportasi bertambah 0,50 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy turun 1,41 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXproperty merosot 1,11 persen, indeks sektor saham IDXindustry turun 0,99 persen, indeks sektor saham IDXtechno merosot 0,71 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal tergelincir 0,33 persen.

Kemudian indeks sektor saham IDXbasic merosot 0,23 persen, indeks sektor saham IDXfinance terpangkas 0,16 persen, indeks sektor saham IDXinfrastruktur melemah 0,10 persen, dan indeks sektor saham IDXhealth merosot 0,04 persen.


Bursa Saham Asia 23 September 2022

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham Asia Pasifik merosot pada perdagangan Jumat, 23 September 2022 seiring investor mencerna keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve yang agresif dongkrak suku bunga.

Di Australia, indeks ASX 200 turun ke level terendah sejak Juli 2022. Indeks ASX 200 melemah 1,87 persen ke posisi 6.574,70. Indeks Korea Selatan Kospi tersungkur 1,81 persen ke posisi 2.290.

Indeks Hong Kong Hang Seng turun 0,85 persen. Bursa saham China juga tertekan. Indeks Shanghai terpangkas 0,66 persen ke posisi 3.088,25. Indeks Shenzhen susut 0,972 persen ke posisi 11.006,41.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang tergelincir 1,35 persen. Bursa saham Jepang libur.

Di sisi lain, inflasi di Malaysia sesuai harapan. Indeks harga konsumen Singapura naik lebih dari yang diharapkan. Indeks Singapura Straits Times melemah 1,14 persen.

Di wall street, indeks acuan alami koreksi pada hari ketiga berturut-turut seiring kekhawatiran resesi menyusul kenaikan suku bunga the Fed 75 basis poin. Indeks S&P 500 melemah 0,8 persen ke posisi 3.757,99. Indeks Nasdaq merosot 1,4 persen ke posisi 11.066,81. Indeks Dow Jones susut 107,10 poin atau 0,3 persen ke posisi 30.076,68.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya