Astra International Serap Belanja Modal Rp 7,6 Triliun pada Semester I 2022

Oleh Elga Nurmutia pada 22 Sep 2022, 11:49 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 11:49 WIB
Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)
Perbesar
Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) secara konsolidasi Rp 7,6 triliun pada semester I 2022. 

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro menuturkan, pihaknya menganggarkan belanja modal sekitar Rp 25 triliun-Rp 26 triliun pada 2022. 

"Kalau kita lihat realisasi capex secara konsolidasi Rp 7,6 triliun dan sebagian besar capex ini terjadi di bisnis unit pertambangan di UT dan Pama, kemudian di transportasi logistik tentunya di dalamnya investasi di Heal itu tickers Hermina dan investasi digital,” kata Djony dalam Public Expose Astra International, Kamis (22/9/2022).

Sementara itu, pendapatan Astra pada semester I 2022 ditopang oleh divisi alat berat dan pertambangan. Hal itu terjadi dikarenakan harga komoditas yang tinggi.

“Kontribusi terbesar tahun ini divisi alat berat dan pertambangan, mengingat harga komoditas yang tinggi. Tapi sektor per sektor tumbuh sejalan dengan ekspektasi kami. Tapi dengan harga komoditas yang tinggi unit bisnis alat berat dan pertambangan menonjol, kontribusi 42 persen dari total pendapatan ASII hampir  Rp 144 triliun,” kata Djony. 

Adapun, bisnis baru Astra yang sudah memberikan kontribusi cukup signifikan. Namun, ada beberapa bisnis baru yang belum bisa memberikan dampak yang signifikan. 

"Kami melihat beberapa bisnis baru seperti di infrastruktur secara konsisten sudah menunjukkan satu hasil yang baik yang bisa memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Beberapa bisnis baru yang kami cukup agresif dua tahun terakhir tapi belum bisa kasih impact yang signifikan,” ujar dia.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Kinerja Semester I 2022

Gedung Astra. Dok Astra
Perbesar
Gedung Astra. Dok Astra

Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) mencatat kinerja keuangan positif selama enam bulan pertama 2022. Hal ini ditunjukkan dari pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan.

PT Astra International Tbk meraup pendapatan bersih Rp 143,69 triliun hingga Juni 2022. Pendapatan tersebut tumbuh 34 persen jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 107,39 triliun. Pertumbuhan pendapatan itu didukung dari laba bersih perseroan. Astra International mencatat laba bersih Rp 18,17 triliun pada semester I 2022.Laba tersebut tumbuh 106 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,83 triliun.

Adapun laba tersebut termasuk keuntungan nilai wajar atas investasi pada GoTo. Perseroan menyatakan, jika tidak memperhitungkan keuntungan yang belum direalisasikan tersebut, laba bersih grup naik 64 persen menjadi Rp 14,5 triliun. Hal itu mencerminkan kinerja kuat dari hampir semua divisi bisnis terutama divisi alat berat dan pertambangan, otomotif dan jasa keuangan.

Nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2022 sebesar Rp 4.541, naik 7 persen dibandingkan pada 31 Desember 2021. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan grup mencapai Rp 33,6 triliun pada 30 Juni 2022 dibandingkan Rp 30,7 triliun pada akhir 2021.


Selanjutnya

Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)
Perbesar
Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)

Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan grup mencapai Rp 33,6 triliun pada 30 Juni 2022, dibandingkan Rp 30,7 triliun pada akhir 2021. Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan grup mencapai Rp 35,9 triliun pada 30 Juni 2022 dibandingkan Rp 39,2 triliun pada akhir 2021.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondoro menuturkan, pada semester I 2022, grup Astra mencatatkan kinerja yang baik pada hampir semua divisi bisnis, didukung oleh membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya harga komoditas secara signifikan.

“Kinerja grup untuk sisa tahun ini diperkirakan tetap kuat, meskipun grup diperkirakan masih akan menghadapi situasi yang belum stabil dan diliput ketidakpastian,” ujar dia dalam keterangan tertulis.

Kalau dilihat pertumbuhan secara persentase, kontribusi dari infrastruktur dan logistik catat pertumbuhan terbesar. Laba bersih dari segmen operasi infrastruktur dan logistik naik 288 persen menjadi Rp 353 miliar hingga semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 91 miliar.

Hal itu ditopang seiring Astra mempunyai kepemilikan saham di 396 KM ruas jalan tol yang telah beroperasi sepanjang jaringan tol Trans-Jawa dan tol lingkar luar Jakarta. Pendapatan dari bisnis jalan tol meningkat 34 persen, termasuk kontribusi dari ruas tol Pandaan-Malang yang baru diakuisisi.


Berbuah Manis, Astra Untung dari Investasi di GOTO Rp 3,7 Triliun

GoTo
Perbesar
Gojek, platform layanan on-demand dan perusahaan teknologi Tokopedia di Indonesia mengumumkan pembentukan grup GoTo.

Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kinerja yang moncer pada semester I 2022. Raihan itu salah satunya dikontribusi dari investasi Astra pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Pada semester I 2022, perseroan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 18,2 triliun, naik 106 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 8,8 triliun. Capaian itu termasuk keuntungan nilai wajar investasi pada GOTO senilai Rp 3,7 triliun.

Head of Investor Relations Astra International, Tira Ardianti menerangkan, beberapa tahun lalu Astra memang melakukan investasi di GOTO. Investasi pertama dilakukan dengan nilai USD 150 juta, disusul USD 100 juta. Sehingga totalnya jadi USD 250 atau sekitar Rp 3,7 triliun.

"Ketika GOTO IPO, maka akan muncul di pembukuan Astra fair value dari investasi GOTO. Nilai itu berkontribusi terhadap laba bersih yang totalnya naik 106 persen jadi Rp 18,2 triliun pada semester I 2022,” ujar Tira kepada wartawan, Jumat (5/8/2022).

Meski begitu, laba bersih Astra International tetap tercatat tumbuh jika investasi pada GOTO tidak dicatatkan atau dikeluarkan dari pendapatan Astra semester I 2022. Disebutkan Tira, Astra masih mampu mengantongi laba sekitar Rp 14,5 triliun.

"Kalau misalnya keuntungan dari investasi di GOTO ini kita keluarakna, maka laba Astra senilai Rp 14,5 triliun. Masih tetap lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Naiknya 64 persen,” imbuh Tira.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya