Tesla Ajukan Gugatan terhadap Louisiana AS, Kenapa?

Oleh Elga Nurmutia pada 30 Agu 2022, 19:08 WIB
Diperbarui 30 Agu 2022, 19:08 WIB
Mobil Tesla made-in-China akan diekspor ke Eropa
Perbesar
Kendaraan Tesla Model 3 yang diproduksi di China (made in China) di gigafactory Tesla yang terletak di Shanghai, China pada 26 Oktober 2020. Tesla, pabrikan mobil AS, mengumumkan akan mengekspor 7.000 kendaraan Model 3 yang diproduksi di China ke Eropa pada Selasa (27/10). (Xinhua/Ding Ting)

Liputan6.com, Jakarta - Tesla telah mengajukan gugatan untuk menantang penolakan Louisiana untuk mengizinkan perusahaan menjual kendaraan langsung ke konsumen, menyebut langkah negara bagian AS itu proteksionis dan anti-persaingan.

Kasus ini adalah pertempuran terbaru untuk membalikkan larangan penjualan langsung di beberapa negara bagian terhadap pembuat mobil listrik, yang melewati dealer mobil tradisional. Kemudian, di negara bagian tersebut, konsumen harus melakukan perjalanan ke negara bagian tetangga untuk mengamankan kendaraan Tesla.

Tesla mengklaim pejabat Louisiana telah melanggar undang-undang antimonopoli negara bagian dan federal dengan melarang penjualan langsung sejak 2017 dan mencoba membatasi penyewaan dan servis mobilnya di Louisiana.

"Kebebasan konsumen Louisiana terlalu dibatasi oleh peraturan negara yang proteksionis, anti-persaingan, dan tidak efisien," menurut gugatan, yang diajukan pada Jumat di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Louisiana, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (30/8/2022).

Tesla menuduh diler Louisiana, asosiasi dealer dan beberapa anggota Komisi Kendaraan Bermotor memasuki konspirasi melanggar hukum untuk melarang Tesla melakukan bisnis di Louisiana.

Sementara itu, pada 2016, Tesla juga menggugat Michigan untuk penjualan langsung ban negara bagian dan mencapai penyelesaian pada 2020 di mana Tesla dapat membuat mobilnya diservis di Michigan melalui anak perusahaan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Elon Musk Sebut Tesla Telah Produksi Lebih 3 Juta Mobil

Tesla Model 3
Perbesar
Tesla Model 3, mobil listrik ketiga Tesla siap dikirim ke konsumen. (Carscoops)

Sebelumnya, Tesla telah produksi lebih dari tiga juta mobil. Hal itu disampaikan CEO Elon Musk melalui tweet pada Minggu, 14 Agustus 2022. Dari total itu, pabrik Tesla di Shanghai telah produksi satu juta mobil, menurut tweet tersebut.

"Selamat Giga Shanghai telah membuat mobil ke-sejuta! Total Tesla yang dibuat sekarang lebih dari 3 juta,” tulis tweet dari Musk, dikutip dari CNBC, Senin (15/8/2022).

Pengumuman Musk datang setelah berbulan-bulan penguncian dan kekurangan suku cadang di China yang mengancam produksi kendaraan Tesla. Ini menunjukkan pabrik Tesla di Shanghai memproduksi sejumlah besar kendaraan baru setelah dibuka pada 2019 dan tahun-tahun investasi berikutnya.

Pencapaian total kendaraan yang dirayakan oleh Musk pada Minggu datang setelah pengiriman Tesla yang dilaporkan, perkiraan terdekat untuk penjualan, telah meningkat dalam beberapa kuartal terakhir. Pada Juli, Tesla mengatakan mereka mengirimkan 254.695 kendaraan pada kuartal II, naik 26,5 persen dari tahun ke tahun.

Namun, tonggak sejarah itu juga menyoroti betapa kecilnya Tesla dibandingkan dengan raksasa otomotif. Misalnya, Toyota mengirimkan lebih dari 10 juta kendaraan pada 2021 saja. Tesla mengatakan awal tahun ini pihaknya berencana untuk meningkatkan pengiriman kendaraan sebesar 50 persen setiap tahun.


Selanjutnya

Tesla Ingin Bangun Pabrik Raksasa di Jepang?
Perbesar
Elon Musk ingin membuka fasilitas produksi baru diluar Amerika Serikat.

Selain pabriknya di Shanghai, Tesla memproduksi mobil di pabrik-pabrik di Fremont, California, Austin, Texas dan dekat Berlin di Jerman. Musk mengatakan pada Juli pabrik Fremont, yang pertama di perusahaan, telah membuat 2 juta mobil.

Pada Juni, Musk mengatakan dia ingin mendapatkan pabrik Shanghai “kembali ke pelana" dan menyesalkan bahwa pabrik Tesla di Berlin dan Austin adalah tungku uang yang kehilangan miliaran dolar karena rantai pasokan dan masalah produksi.

Saham Tesla turun hampir 25 persen pada 2022 karena investor telah menilai kembali perusahaan yang tumbuh cepat dalam menghadapi inflasi dan masalah ekonomi makro.

Musk menjual lebih dari 7 juta saham Tesla minggu lalu senilai sekitar USD 6,88 miliar atau Rp 101 triliun (asumsi kurs Rp 14.686) karena ia secara bersamaan terikat dalam litigasi atas upayanya untuk mengakhiri perjanjian untuk membeli Twitter seharga USD 44 miliar atau Rp 646 triliun.


Elon Musk Jual Saham Tesla

FOTO: Elon Musk Jadi Saksi Sidang Akuisisi SolarCity
Perbesar
Elon Musk berjalan dari pusat peradilan di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Senin (12/7/2021). CEO Tesla tersebut menjadi saksi pertama dalam persidangan terkait masalah akuisisi SolarCity. (AP Photo/Matt Rourke)

Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk menjual 7,92 juta saham Tesla senilai sekitar USD 6,88 miliar atau Rp 101,58 triliun (asumsi kurs Rp 14.765), menurut serangkaian pengajuan keuangan yang diterbitkan Selasa malam, 9 Agustus 2022.

Transaksinya terjadi antara 5 dan 9 Agustus, menurut pengajuan SEC, setelah rapat pemegang saham tahunan Tesla 2022 pada 4 Agustus di Austin, Texas.

Awal 2022, CEO Tesla dan SpaceX mengatakan di media sosial tidak memiliki rencana penjualan TSLA lebih lanjut  setelah 28 April 2022.

Minggu itu, pengajuan SEC mengungkapkan Musk telah menjual satu blok saham di pembuat mobil listriknya senilai sekitar USD 8,4 miliar atau Rp 124 triliun.

Miliarder itu berada di tengah-tengah pertempuran hukum yang kontroversial dengan Twitter, raksasa jejaring sosial yang dia setujui untuk diakuisisi pada bulan April dengan harga sekitar USD 44 miliar atau Rp 649 triliun atau USD 54,20 atau Rp 800,263 per saham.

Di tengah penurunan pasar secara keseluruhan, harga saham Twitter dan harga saham Tesla turun setelah itu.

Pada 8 Juli 2022, Musk mengatakan kepada Twitter mengakhiri kesepakatan. Dia menuduh Twitter gagal memberikan semua informasi yang dia butuhkan untuk melanjutkan akuisisi, dan mengecilkan jumlah bot, spam, dan akun palsu di platformnya.

Twitter telah menggugat untuk memastikan kesepakatan Elon Musk berjalan dengan harga yang dijanjikan, yang akan mewakili rejeki nomplok bagi banyak pemegang sahamnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya