Adhi Karya Kantongi Pendapatan Rp 6,32 Triliun pada Semester I 2022

Oleh Agustina Melani pada 20 Agu 2022, 11:17 WIB
Diperbarui 20 Agu 2022, 11:17 WIB
Adhi Karya
Perbesar
Ilustrasi Adhi Karya (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang semester I 2022. Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan pendapatan dan laba selama enam bulan pertama 2022.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (20/8/2022), PT Adhi Karya Tbk meraih pendapatan usaha Rp 6,32 triliun pada semester I 2022. Pendapatan perseroan naik 42,34 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,44 triliun. Beban pokok pendapatan melonjak 49,17 persen menjadi Rp 5,62 triliun pada semester I 2022. Pada periode sama tahun sebelumnya Rp 3,77 triliun.

Dengan demikian, laba bruto naik tipis 4,01 persen menjadi Rp 699,33 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 672,33 miliar. Beban penjualan susut menjadi Rp 5,87 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 6,98 miliar. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 325,85 miliar pada semester I 2022 jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 334,32 miliar.

Laba usaha perseroan naik 8,75 persen menjadi Rp 367,60 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 338 miliar.  Perseroan membukukan laba ventura bersama naik menjadi Rp 194,32 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 139,96 miliar. Perseroan membukukan kenaikan penghasilan lainnya naik menjadi Rp 48,11 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 31,57 miliar.

Dengan melihat itu, PT Adhi Karya Tbk membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 10,23 miliar atau bertambah 23,53 persen pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 8,28 miliar. Laba per saham dasar tercatat Rp 2,87 pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,33.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Kinerja Perseroan

Proyek Pembangunan LRT Rampung Desember 2021
Perbesar
Suasana proyek pembangunan LRT Jabodebek di kawasan Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (3/2/2020). PT KAI menanggung 60% dari kebutuhan pembangunan LRT Jabodebek senilai Rp 22,8 triliun sisanya ditanggung PT Adhi Karya dan pemerintah. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

PT Adhi Karya Tbk membukukan ekuitas Rp 6,06 triliun pada semester I 2022 dari periode Desember 2021 sebesar Rp 5,65 triliun.  Total liabilitas perseroan susut menjadi Rp 33,14 triliun pada Juni 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 34,24 triliun.

Perseroan membukukan aset Rp 39,20 triliun pada semester I 2022. Aset tersebut susut dari Desember 2021 sebesar Rp 39,90 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara Rp 2,51 triliun pada 30 Juni 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 3,15 triliun.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Agustus 2022, saham ADHI turun 1,84 persen ke posisi Rp 800 per saham. Saham ADHI dibuka stagnan Rp 815 per saham. Saham ADHI berada di level tertinggi Rp 820 dan terendah Rp 800 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.908 kali dengan volume perdagangan 95.277 lot saham. Nilai transaksi Rp 7,7 miliar.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Kontrak Baru Semester I 2022

Progres Pembangunan LRT Rute Cawang-Dukuh Atas
Perbesar
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalur kereta ringan atau LRT Jabodebek rute Cawang-Dukuh Atas di Cawang, Jakarta, Senin (29/4/2019). Menurut PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana proyek LRT, pembangunan jalur LRT mencapai 47,95 persen (data per akhir Maret 2019). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) telah melunasi obligasi yang jatuh tempo pada Juni 2022. Perseroan memakai kas internal dan sebagian dari penerbitan obligasi pada April 2022 untuk lunasi obligasi tersebut.

Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk, Farid Budiyanto mengatakan, pelunasan ini merupakan pemenuhan kewajiban perseroan sebagai emiten dan bentuk dari komitmen manajemen dalam melunasi surat hutang secara tepat waktu dan tepat jumlah.

Pada 2022, Adhi Karya membayarkan pelunasan atas penerbitan dua obligasi yang telah dilakukan pada 2017 dan 2019. Adapun dua obligasi tersebut, yakni Penawaran Umum Berkelanjutan II Tahap I pada 2017 dengan nilai pokok senilai Rp 2,99 triliun dan Penawaran Umum Berkelanjutan II Tahap II Seri A pada 2019 dengan nilai pokok senilai Rp 556 miliar. Sehingga total obligasi yang dilunasi tahun ini sebesar 3,55 triliun.

“Dengan total nilai obligasi ini, pemenuhan pelunasan dibayarkan melalui dua sumber, berasal dari sebagian dana penerbitan obligasi yang telah dilakukan pada April 2022 lalu, serta sisanya berasal dari penggunaan kas internal operasional perusahaan,” ungkap Farid dalam keterangan resmi yang diterima Liputan6.com, Rabu (6/7/2022).

Sebelumnya, pada April 2022 , Adhi Karya telah menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan (PUB) III ADHI tahap III Tahun 2022 sebesar Rp 3,75 triliun. Dari angka itu, sebesar sebanyak Rp 2,8 triliun digunakan untuk pemenuhan pelunasan obligasi jatuh tempo.

"Besaran sisa obligasi kemudian digunakan untuk modal kerja perseroan,” imbuh Farid.


Penawaran Obligasi

Melihat Progres Pembangunan LRT yang Mundur Hingga Juni 2022
Perbesar
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (7/8/2020). PT Adhi Karya akan memprioritaskan pengerjaan proyek infrastruktur berlabel proyek strategis nasional (PSN) di tengah pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Penawaran obligasi itu mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) pada pemesanan hasil bookbuilding yang mencapai hampir Rp 4 triliun. Dengan mempertimbangkan minat investor yang tinggi dan juga kebutuhan pendanaan ADHI, obligasi ini diterbitkan dalam tiga seri.

Seri A senilai Rp 1,29 triliun, seri B senilai Rp 667,5 miliar dan seri C senilai Rp 1,8 triliun. Penawaran dilakukan kepada publik dengan tenor masing-masing seri, yakni seri A untuk tenor 3 tahun, seri B untuk tenor 5 tahun, dan seri C untuk tenor 7 tahun.

"Penerbitan obligasi PUB III Tahap III Tahun 2022 juga bertujuan untuk me- reprofiling utang jangka pendek ADHI menjadi jangka panjang agar lebih memberikan ruang dari sisi cash flow perusahaan," ujar Farid.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya