Berburu Saham Emiten Properti di Tengah Pemulihan Ekonomi

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 20 Agu 2022, 09:46 WIB
Diperbarui 20 Agu 2022, 09:46 WIB
Berburu Rumah Murah di Indonesia Property Expo 2017
Perbesar
Pengunjung melihat maket rumah di pameran Indonesia Property Expo (IPEX) 2017 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (11/8). Pameran proyek perumahan ini menjadi ajang transaksi bagi pengembang properti di seluruh Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Emiten sektor properti dinilai menarik untuk dicermati saat ini. Lantaran seiring dengan pulihnya ekonomi dalam negeri, kinerja emiten-emiten properti juga tumbuh positif pada semester I 2022.

Dalam jangka panjang, Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei menilai saham properti menarik untuk dijadikan pilihan investasi. Sentimen masih positif selama ada kebijakan insentif pajak pemerintah dan Loan to Value dari Bank Indonesia (BI), serta suku bunga yang masih rendah.

“Optimisme pelaku pasar baru-baru ini juga dipengaruhi dari potensi terbatasnya kenaikan suku bunga bank sentral, karena melihat inflasi AS yang mulai melandai,” kata dia kepada Liputan6.com, ditulis Sabtu (20/8/2022).

Melihat kinerja laporan keuangan semester I 2022 ini, sebagian besar emiten properti mencatatkan kinerja yang baik, bisa dibilang merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi pada saham properti. Dalam catatan Jono, rata-rata emiten properti saat ini diperdagangkan pada valuasi murah dibandingkan dengan nilai asetnya.

“Tetapi pertumbuhan pada tahun ini berpotensi cenderung stagnan atau mungkin hanya tumbuh single digit. Hal ini karena efek basis yang tinggi pada 2021 (high base effect) pada saat kinerja marketing sales melonjak dari tahun 2020,” ujar dia.

Emiten properti yang bisa diperhatikan yaitu emiten memiliki portofolio terdiversifikasi dari jenis produk dan lokasi, serta memiliki sumber pendapatan berulang yang stabil sehingga mempunyai arus kas yang kuat.

Selain itu, emiten yang mempunyai rasio utang yang kecil dan neraca yang sehat juga akan lebih kuat menghadapi tantangan global saat ini.

“Kami merekomendasikan buy untuk saham CTRA (TP 1500). Untuk CTRA saat ini memiliki kinerja terbaik dibandingkan emiten properti lainnya, tercermin dari pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang solid pada semester I 2022. CTRA juga memiliki pendapatan berulang yang kuat dari mall, hotel dari rumah sakitnya yang menjadi penopang pendapatan perseroan,” beber Jono.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kinerja Semester I 2022

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Sebagai gambaran, berikut Liputan6.com telah merangkum kinerja beberapa emiten properti yang telah dilaporkan pada BEI untuk periode yang berakhir 30 Juni 2022:

- (ADCP) PT Adhi Commuter Properti Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 53,21 persen yoy menjadi Rp 307,98 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 10,77 persen yoy menjadi Rp 37,59 miliar.

- (BEST) PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 362,22 persen yoy menjadi Rp 345,24 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 130,22 miliar dari rugi Rp 75,18 miliar pada semester I 2021.

- (BSDE) PT Bumi Serpong Damai Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 17,87 persen yoy menjadi Rp 3,84 triliun. Meski pendapatan naik, namun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 31,82 persen yoy menjadi RP 463,64 miliar.

- (CTRA) PT Ciputra Development Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 16,04 persen yoy menjadi Rp 4,67 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 107,83 persen yoy menjadi Rp 1 triliun.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


DMAS-LPCK

Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel

- (DMAS) PT Puradelta Lestari Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 84,04 persen yoy menjadi Rp 1,07 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 128,72 persen yoy menjadi Rp 660,04 miliar.

- (DUTI) PT Duta Pertiwi Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 79,10 persen menjadi RP 1,26 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 9,70 persen yoy menjadi Rp 257,76 miliar.

- (GMTD) PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 27,68 persen yoy menjadi Rp 88,74 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 6,4 miliar dari posisi rugi Rp 5,3 miliar pada semester I 2021

- (GWSA) PT Greenwood Sejahtera Tbk

Pendapatan semester I 2022 turun 17,90 persen yoy menjadi Rp 20,79 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 16,11 persen yoy menjadi Rp 41,74 miliar.

- (JRPT) PT Jaya Real Property Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 1,28 persen yoy menjadi Rp 1,01 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 0,19 persen yoy menjadi Rp 368,32 miliar.

- (LPCK) PT Lippo Cikarang Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 16,85 persen yoy menjadi Rp 765,44 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 9,56 persen yoy menjadi RP 222,53 miliar.

 


MKPI-SMRA

Ilustrasi laporan keuangan.
Perbesar
Ilustrasi laporan keuangan. (Photo by Serpstat from Pexels)

- (MKPI) PT Metropolitan Kentjana Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 28,21 persen yoy menjadi Rp 859,39 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 71,66 persen yoy menjadi Rp 274,43 miliar.

- (MMLP)  PT Mega Manunggal Property Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 34,85 persen yoy menjadi Rp 165,12 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 10,12 persen yoy menjadi Rp 48,45 miliar.

- (MTLA) PT Metropolitan Land TbkPendapatan semester I 2022 naik 34,85 persen yoy menjadi Rp 488,81 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 30,91 persen yoy menjadi Rp 110,65 miliar.

- (PWON) PT Pakuwon Jati Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 11,84 persen yoy menjadi Rp 2,75 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 62,27 persen yoy menjadi Rp 754,65 miliar.

- (RISE) PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 21,27 persen yoy menjadi Rp 131,64 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 5,85 miliar dibanding semester I 2021 yang catatkan rugi Rp 6,99 miliar.

- (SMDM) PT Suryamas Dutamakmur Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 27,86 persen yoy menjadi Rp 313,88 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 98,74 persen yoy menjadi Rp 83,42 miliar.

- (SMRA) PT  Summarecon Agung Tbk

Pendapatan semester I 2022 naik 11 persen yoy menjadi Rp 2,73 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 134,57 persen yoy menjadi Rp 254,61 miliar.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya