Intraco Penta Cari Investor Baru untuk Intan Baru Prana

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 19 Agu 2022, 16:13 WIB
Diperbarui 19 Agu 2022, 16:13 WIB
Paparan publik insidentil PT Intraco Penta Tbk (INTA), Jumat, 19 Agustus 2022 (Foto: tangkapan layar/Pipit I.R)
Perbesar
Paparan publik insidentil PT Intraco Penta Tbk (INTA), Jumat, 19 Agustus 2022 (Foto: tangkapan layar/Pipit I.R)

Liputan6.com, Jakarta - PT Intraco Penta Tbk (INTA), selaku induk usaha dari perusahaan jasa pembiayaan PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) berencana mencari investor baru, sehubungan dengan pencabutan izin usaha entitas anak tersebut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama PT Intraco Penta Tbk, Petrus Halim mengatakan, investor baru ini juga sehubungan dengan rencana perubahan bisnis baru pasca pencabutan izin usaha.

"Kami pertimbangkan permodalan yang dibutuhkan maupun sinergi yang dibutuhkan atau mungkin ada pengalaman-pengalaman yang spesialisasi yang kami butuhkan, di situlah kami harapkan investor strategis untuk berpartisipasi. Baik dari sisi pengalaman yang kita butuhkan maupun untuk memenuhi kebutuhan modal,” kata dia dalam paparan publik insidentil perseroan, Jumat (19/8/2022).

Petrus mengatakan, bidang usaha baru entitas anak itu tidak akan jauh dari kompetensi unggulan yang dimiliki grup perseroan, yakni di bidang alat berat. Langkah ini dinilai sebagai strategi yang cukup prudential dengan mempertimbangkan aspek kehati-hatian.

"Apakah itu yang berkaitan dengan alat berat dan jasanya, apakah itu berkaitan dengan penambahan maupun komoditas. Semua sedang kami evaluasi, namun masih sangat tahap awal sehingga belum bisa kami uraikan di sini,” imbuh dia.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Intraco Penta Berharap Restrukturisasi Selesai pada 2022

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Intraco Penta Tbk (INTA) berupaya restrukturisasi utang Rp 2,3 triliun. Perseroan berharap restrukturisasi selesai paling cepat kuartal I dan II 2022.

Untuk menyelesaikan restrukturisasi, Intraco Penta akan optimalkan aset non core. Selain itu, dalam paparan publik Intraco Penta disebutkan untuk mencicil sisa utang sesuai waktu yang disepakati. Kemudian reorganisasi dan penggabungan anak usaha di lini bisnis alat berat dan membentuk team recovery dan collection untuk mempercepat tagihan piutang bermasalah.

"Target penyelesaian (restrukturisasi secepatnya) pada kuartal I dan II 2022. Komunikasi saat ini berjalan dengan baik dan intensif dengan kreditur utama, Bank Mandiri,” ujar Head of Finance PT Intraco Penta Tbk, Daniel Kusniadi saat paparan publik virtual, Selasa (28/12/2021).

Hingga September 2021, pendapatan usaha perseroan turun 22,08 persen menjadi Rp 443,78 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 569,57 miliar. Rugi perseroan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 196,48 miliar hingga kuartal III 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 168,15 miliar.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Selanjutnya

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Total liabilitas tercatat Rp 4,19 triliun hingga 30 September 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 4,13 triliun. Perseroan catat defisiensi modal Rp 1,46 triliun hingga 30 September 2021 dari Desember 2020 Rp 1,24 triliun.

Total aset turun jadi Rp 2,72 triliun hingga September 2021 dari Desember 2020 sebesar Rp 2,88 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 54,47 miliar hingga 30 September 2021 dari Desember 2020 Rp 37,79 miliar.

Sementara itu, penjualan alat berat perseroan tumbuh 19 persen dari 169,2 unit hingga September 2020 menjadi 200,9 unit hingga September 2021.

Dari jumlah unit itu, penjualan alat berat hingga September 2021 mayoritas alami kenaikan antara lain untuk sektor tambang naik 46 persen, sedangkan sektor di luar pertambangan meningkat 17 persen.

Untuk belanja modal 2022, Daniel menuturkan, pihaknya sedang finalisasi. Belanja modal pada 2022 akan digunakan untuk peremajaan alat yang sudah berumur untuk disewakan.

"Sumber dana kita juga akan penjualan aset inventory cukup lama sebagai program cleaning. Sumber internal dari bisnis diharapkan membaik seiring berjalan vaksin dan situasi COVID-19 membaik. Setelah restrukturisasi berjalan baik diharapkan bantuan finansial dari institusi keuangan untuk support kembali INTA untuk belanja modal,” kata dia.


Investor Strategis untuk Anak Usaha Perseroan

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Terkait untuk mendapatkan investor baru bagi anak usaha perseroan, PT Intan Baruprana Finance Tbk, Direktur Utama Intraco Penta Petrus Halim menuturkan, pihaknya terbuka untuk investor strategis baik domestik dan luar negeri. Ia menilai, prospek bisnis anak usaha perseroan di jasa pembiayaan ke depan cukup bagus.

"Program pemerintah membangun infrastruktur, beberapa bulan ini sektor tambang tunjukkan pertumbuhan luar biasa. Itu berarti penjualan alat berat terdongkrak suku cadang akan terus meningkat, butuh pembiayaan anak usaha kami di bidang multifinance,” kata dia.

Petrus menuturkan, pihaknya masih melakukan pembicaraan intensif dengan pihak yang berminat investasi di IBFN.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya