Itama Ranoraya Gandeng Medtronic Indonesia Pasarkan Produk Alat Kesehatan

Oleh Elga Nurmutia pada 18 Agu 2022, 21:09 WIB
Diperbarui 18 Agu 2022, 21:09 WIB
Penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Medtronic Indonesia dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) (Foto: PT Itama Ranoraya Tbk)
Perbesar
Penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Medtronic Indonesia dan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) (Foto: PT Itama Ranoraya Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) selaku perusahaan publik yang bergerak di bidang kesehatan bekerja sama dengan  PT Medtronic Indonesia, perusahaan terkemuka dunia yang produksi produk medis berteknologi, yang beroperasi di lebih dari 150 negara lintas dunia. 

Kedua pihak tersebut bekerja sama memasarkan produk alat kesehatan di Indonesia.  Direktur Utama PT Medtronic Indonesia, Khairul Abdi mengatakan, kerja sama ini mencakup pemasaran dan promosi produk ValleylabTM milik Medtronic, sebuah peran penting yang nantinya akan dilakukan oleh IRRA.

ValleylabTM FT10 Energy Platform merupakan mesin diatermi generasi terbaru yang penggunaannya mencakup seluruh spesialisasi bedah seperti bedah ginekologi, bedah digestive (saluran cerna), bariatric (obesitas), bedah umum, bedah urologi, bedah THT, dan bedah jantung. 

Alat ini merupakan penunjang perlengkapan medis rumah sakit, yang memanfaatkan frekuensi tinggi dari arus listrik, membantu di dalam proses operasi, dengan cara memotong jaringan, menghentikan terjadinya pendarahan, dan meligasi pembuluh darah melalui fitur LigaSureTM.  

“LigaSureTM memiliki kemampuan untuk meligasi pembuluh darah, yang memang ditujukan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi saat prosedur bedah berlangsung seperti mengurangi kehilangan darah sebanyak 34,6 persen, berpotensi mengurangi luka akibat tusukan jarum, dan pada akhirnya mampu menekan biaya serta efisiensi waktu yang terbuang," kata Khairul dalam keterangan resminya, Kamis (18/8/2022).

Sedangkan, tantangan perusahaan saat ini adalah karena produk kesehatan perlu dijamin dengan kualitas produk yang handal.

“Ini menjadi tantangan bagi perusahaan pemasaran peralatan kesehatan berteknologi tinggi seperti kami, sehingga kondisi seperti ini menjadikan kami lebih optimistik, karena kami memahami kualitas produk Medtronic terpercaya dengan standar internasional dan durabilitas produknya juga sangat terbukti handal," ujar dia.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Peluang Perseroan

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) Heru Firdausi Syarif mengatakan, hal tersebut membuat pihaknya yakin kerjasama ini akan langgeng dan peluangnya semakin terbuka lebar, mengingat perusahaan bereputasi internasional ini sudah sangat dikenal di kalangan medis.

IRRA merupakan perusahaan layanan jasa distribusi peralatan kesehatan dan medis berteknologi tinggi sejak awal tahun 2000, dan Medtronic yang menyediakan berbagai produk, teknologi, dan solusi terapi secara luas. 

"Kami percaya produk-produk Medtronic ValleylabTM berada di tangan yang tepat, sehingga akan menjangkau ke sejumlah rumah sakit yang memerlukan keberadaan perlengkapan medis ini,” kata Heru.

Tak hanya itu, Medtronic Indonesia senantiasa aktif bekerjasama dengan para mitra kerjanya guna mendorong dan memperbaiki kualitas standar kesehatan.

"Kemitraan di antara PT Medtronic Indonesia dan IRRA akan mendorong peningkatan pelayanan kesehatan, termasuk juga meningkatkan akses kepada rumah sakit di wilayah terluar Indonesia, dengan tujuan menyasar permintaan pelayanan kesehatan di daerah tersebut," kata Vice President Frontier Markets, Medtronic, Michael Blackwell.

Lebih lanjut, portofolio mesin ValleylabTM adalah yang terbaik di kelasnya terutama di kelas advance energy dan electrosurgery, didukung dengan teknologi pintar dengan algoritma tertentu untuk mengirimkan energi yang dibutuhkan dalam prosedur bedah secara presisi. 

Lalu, teknologi canggih yang diciptakan bersama mesin ValleylabTM FT10 ini dapat membantu prosedur bedah menjadi lebih baik lagi.  

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Target 2022

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Perusahaan penyedia peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions), PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun ini bisa mencapai sekitar 40 persen hingga 50 persen dibanding tahun 2021.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif melalui siaran persnya yang diterima Liputan6.com, Senin, 7 Maret 2022.

Pada 2021, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 112,16 miliar (audited), naik 86 persen dari sebesar Rp 60,29 miliar pada 2020.

Target pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan target pertumbuhan pendapatan perseroan yang juga dipatok sekitar  40 persen-50 persen. Target tersebut dibuat dengan pertimbangan potensi pertumbuhan penjualan dari segmen non-pemerintah yang masih sangat besar.

"Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan organik sekitar 40 persen hingga 50 persen baik untuk pendapatan dan laba bersih," kata dia.

Pada 2021, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,32 triliun, melonjak 134 persen dari 2020 yaitu sebesar Rp 563,89 miliar. Sebelumnya memang Manajemen perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan berkisar antara 80 - 100 persen.

 


Penjualan Terbesar

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Penjualan terbesar perseroan pada 2021 masih bersumber dari pelanggan non-pemerintah yaitu dari korporasi dan ritel, sebesar 50,3 persen dari total penjualan. Padahal sebelumnya di 2020, porsi penjualan dari pelanggan non-pemerintah mencapai sebesar 34 persen, dan di 2019 kontribusinya hanya sebesar 30 persen.

Sementara berdasarkan segmen produk, pendapatan produk alat kesehatan Diagnostik Invitro tercatat sebesar Rp 1,17 triliun, melonjak sebesar 183 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara penjualan segmen alat kesehatan Non Elektromedik tercatat sebesar Rp 141,23 miliar atau turun sebesar 4 persen. Sedangkan penjualan dari segmen produk lainnya tercatat meningkat sebesar 134 persen menjadi sebesar Rp 1,32 miliar.

Itama Ranoraya bermitra dengan banyak perusahaan perawatan kesehatan, baik lokal dan global, antara lain dengan Oneject, Abbot, Terumo, BD (Becton Dickinson), HMD, Vestfrost, Balmed, iGene, dan lain-lain. Saat ini perseroan memiliki 123 jaringan distribusi (Sub-Distributor) yang menjangkau pelanggan perseroan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya