IHSG Melambung 0,74 Persen, Saham TLKM hingga BMRI Terlaris

Oleh Agustina Melani pada 18 Agu 2022, 16:19 WIB
Diperbarui 18 Agu 2022, 16:19 WIB
IHSG Menguat
Perbesar
Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham, Kamis (18/8/2022). Penguatan IHSG didorong sektor saham energi dan industri.

Mengutip data RTI, pada penutupan perdagangan, IHSG melambung 0,74 persen ke posisi 7.186,55. Indeks LQ45 menguat 0,98 persen ke posisi 1.026,33. Sebagian besar indeks acuan menghijau. Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.186,55 dan terendah 7.125,46.

Sebanyak 274 saham menguat dan 236 saham melemah. 187 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.335.067 kali dengan volume perdagangan 26,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 13,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.861.

Mayoritas sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham energi. Indeks sektor saham energi IDXenergy melonjak 1,21 persen. Diikuti indeks sektor saham IDXindustry menanjak 1,15 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal bertambah 0,96 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi menanjak 0,29 persen dan indeks sektor saham IDXfinance melambung 0,22 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXbasic susut 0,57 persen, indeks sektor saham IDXhealth tergelincir 0,48 persen, indeks sektor saham IDXtechno merosot 0,40 persen, indeks sektor saham IDXproperty turun 0,22 persen dan indeks sektor saham IDXinfrastruktur susut 0,22 persen.

Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis, 18 Agustus 2022 setelah reli wall street mereda dan risalah the Fed pada pertemuan Juli 2022 menunjukkan sedikit bukti tekanan inflasi mereda pada saat pertemuan.

Indeks ASX 200 di Australia melemah 0,21 persen ke posisi 7.112,8. Indeks Nikkei Jepang turun hampir 1 persen menjadi 28.942,14. Indeks Topix tergelincir 0,82 persen ke posisi 1.990,5. Indeks Kospi Korea Selatan terperosok 0,33 persen ke posisi 2.508,05.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Bursa Saham China Melemah

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham China juga melemah.Indeks Shanghai turun 0,46 persen ke posisi 3.277,54. Indeks Shenzhen melemah 0,62 persen ke posisi 12.517,32. Indeks Hang Seng anjlok 0,8 persen.

Setelah menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin pada Rabu, 17 Agustus 2022, Gubernur Reserve Bank of New Zealand Adrian Orr yakin inflasi akan turun.

“Kami masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi kami punya waktu di pihak kami,” ujar dia.

Bank Sentral Filipina juga bergabung hadapi inflasi dan menaikkan suku bunga 50 basis poin. Di sisi lain, saham Tencent melambung 3,1 persen. Pada Rabu, 17 Agustus 2022, Tencent mencatat penurunan penjualan kuartalan pertamanya. Perseroan mengatakan, laba perseroan turun oleh kurangnya persetujuan game dan peraturan yang membatasi waktu bermain dan ekonomi yang lemah sehingga rugikan penjualan iklan.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Top Gainers-Losers pada Kamis 18 Agustus 2022

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham MEDS melambung 20,42 persen

-Saham CRAB melambung 16,24 persen

-Saham BIMA melambung 14,49 persen

-Saham BKSL melambung 14 persen

-Saham BUAH melambung 13,64 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham RCCC melemah 9,46 persen

-Saham IPAC melemah 9,35 persen

-Saham OLIV melemah 9,26 persen

-Saham MGLV melemah 8,15 persen

-Saham PANI melemah 7 persen

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

-Saham TLKM senilai Rp 813,4 miliar

-Saham BUMI senilai Rp 741,8 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 687,8 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 600,5 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 505,3 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

-Saham BIMA tercatat 52.202 kali

-Saham GOTO tercatat 43.009 kali

-Saham BUMI tercatat 37.877 kali

-Saham CRAB tercatat 32.135 kali

-Saham DEWI tercatat 26.123 kali


Penutupan Wall Street 17 Agustus 2022

(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Rabu, 17  Agustus 2022. Reli yang telah mendorong harga lebih tinggi sejak Juni tampak kehilangan tenaga.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menilai data ritel terbaru dan risalah dari the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melemah 171,69 poin atau 0,5 persen ke posisi 33.980,32. Indeks S&P 500 susut 0,72 persen menjadi 4.274,04. Indeks Nasdaq tergelincir 1,25 persen menjadi 12.938,12.

Indeks Dow Jones menghentikan kenaikan beruntun dalam lima hari tetapi menyelesaikan sesi mingguan yang sedikit positif hingga kini. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing tergelincir 0,14 dan 0,84 persen sejak awal pekan.

Saham bergejolak karena pelaku pasar menilai risalah pertemuan the Fed terbaru menunjukkan bank sentral akan melanjutkan kenaikan agresif hingga dapat meredam inflasi.

Pada saat yang sama, the Fed juga mengindikasikan dapat segera memperlambat kecepatan pengetatannya, sementara juga mengakui keadaan ekonomi dan risiko penurunan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

 


Selanjutnya

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

“Peserta menilai ketika sikap kebijakan moneter semakin diperketat, kemungkinan akan menjadi tepat di beberapa titik untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga sambil menilai efek penyesuaian kebijakan kumulatif pada kegiatan ekonomi dan inflasi,” kata risalah tersebut dilansir dari CNBC,  Kamis (18/8/2022).

Sementara itu, pelaku pasar juga terus menyisir laba korporasi dari sektor ritel. Saham Target tergelincir 2,6 persen setelah membukukan laba jauh dari harapan karena bergulat dengan kelebihan persediaan. Lowe mengakhiri sedikit lebih tinggi meskipun kuartal beragam.

Data penjualan ritel yang dirilis Rabu mendatar pada Juli, meskipun konsumen memang meningkatkan belanja online.

“Tidak mengherankan melihat pasar mengambil nafas dari reli musim panas yang sedang berlangsung,” ujar Direktur Pelaksana E-Trade Financial, Chris Larkin.

Ia menambahkan, pasar mencari tanda-tanda perlambatan kenaikan suku bunga yang tampaknya telah memicu kenaikan baru-baru ini akan datang. “Investor harus tetap gesit dan terus mengharapkan volatilitas karena kita mungkin belum keluar dari masalah,” kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya