Wall Street Beragam Usai Laporan Walmart dan Home Depot

Oleh Agustina Melani pada 17 Agu 2022, 06:40 WIB
Diperbarui 17 Agu 2022, 06:40 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi pialang Michael Gallucci saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan Selasa, 16 Agustus 2022. Indeks Dow Jones menguat pada hari kelima seiring hasil laba dari Walmart dan Home Depot menunjukkan pengeluaran konsumen tetap kuat. Hal itu menjaga ekonomi agar tidak koreksi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 239,57 poin atau 0,71 persen ke posisi 34.152,01. Indeks S&P 500 menguat tipis 0,19 persen menjadi 4.305,20. Indeks Nasdaq melemah 0,19 persen menjadi 13.102,55.

Indeks Dow Jones membuka sesi perdagangan berada di zona negatif pada perdagangan Selasa pekan ini. Penguatan indeks Dow Jones didorong saham Walmart dan Home Depot. Saham ritel tersebut melonjak ketika Walmart mengulai prospek semester II 2022 dan Home Depot mempertahankan panduannya.

Saham ritel termasuk Target, Best Buy, dan Bath&Body Works masing-masing naik 4 persen di balik hasil tersebut. Rilis dari laba sektor ini akan berlanjut dengan laporan dari Target dan Lowe pada Rabu pekan ini.

"Kami masih memiliki banyak saham ritel yang akan dilaporkan. Tetapi pada umumnya, jika pada akhir pekan ini masih naik dan naik dengan baik, dan ritel tidak berbalik arah, itu akan memperkuat kasus bullish,” ujar Pendiri dan CEO 50 Park Investments, Adam Sarhan dikutip dari laman CNBC, Rabu (17/8/2022).

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Saham Ritel

(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)

Rata-rata indeks acuan menguat sejak Senin, 15 Agustus 2022 setelah perubahan Haluan intraday tajam dan membangun reli pasar dari level terendah sejak Juni 2022.

Sementara itu, saham ritel menonjol di pasar yang lesu. Hal ini  seiring laba yang lebih baik dari perkiraan dari Walmart dan Home Depot. Ditambah saham Bed Bath and Beyond yang menguat.

Saham Walmart melonjak 5,5 persen dan Home Depot naik 5,1 persen. Saham Bed Bath and Beyon bertambah 60 persen dalam perdagangan Selasa sore pekan ini karena meme pelaku pasar bereaksi terhadap berita perusahaan modal ventura pendiri GameStop Ryan Cohen, RC Ventures membuat taruhan besar lainnya pada ritel melalui perdagangan opsi.

Sektor saham diskresioner konsumen mencatat kenaikan 1,7 persen. Diikuti kebutuhan pokok bertambah 1,3 persen.

Sektor saham keuangan menanjak 1 persen. Sektor saham teknologi bergerak mendatar ke posisi negatif. Sektor saham energi mencatat performa buruk. Sektor saham energi turun 2,4 persen.

Sementara itu, saham ritel yang menguat antara lain saham Macy naik lebih dari 7 persen. Saham Best Buy bertambah 6 persen. Target naik 6 persen, dan Amazon mendaki 1,8 persen.

"Harga minyak jatuh di bawah USD 87 juga membantu,” ujar Chief Investment Officer Bleakley Advisory Group.

Harga bensin yang tinggi telah menjadi angin kencang bagi pengecer. Harga akan terus turun jika minyak terus turun.

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Penutupan Wall Street 15 Agustus 2022

(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)

Sebelumnya, bursa saham AS atau wall street berhasil menguat pada Senin (15/8/2022). Reli berlanjut dan para investor bersiap minggu ini untuk menghadapi rilis data laba ritel. 

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 151,39 poin, atau 0,45 persen ditutup pada 33.912,44. Kemudian S&P 500 naik 0,4 persen menjadi 4.297,14. Sedangkan indeks Nasdaq Composite naik tipis 0,62% persen dan ditutup pada 13.128,05.

Dow Jones ditutup di atas rata-rata pergerakan 200 hari untuk pertama kalinya sejak 20 April, sebuah indikator yang sering dilihat sebagai sinyal ke mana arah pasar ke depan. 

Saham membuka sesi lebih rendah, dipimpin oleh penurunan energi dan keuangan, sebelum rebound ke wilayah positif. Bahan pokok konsumen, layanan komunikasi, dan pilihan konsumen bergerak lebih tinggi, sementara Tesla menarik sektor teknologi ke wilayah positif. Disney memperoleh sentimen dari saham manajer dana lindung nilai Dan Loeb.

Pergerakan ini terjadi meskipun data ekonomi China mengecewakan, di mana bank sentral negara itu memangkas suku bunga secara tak terduga, meningkatkan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi China. 

 

 


Selanjutnya

Ilustrasi wall street (Photo by Patrick Weissenberger on Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi wall street (Photo by Patrick Weissenberger on Unsplash)

Co-Chief Investment Officer Truist, Keith Lerner mengatakan, apa yang dilakukan pasar ini dengan sangat baik membuat banyak orang merasa sangat tidak nyaman. 

“Cara perdagangan pasar, itu sudah bersiap untuk berita buruk, jadi begitu mendapatkannya, tidak akan merugikan pasar karena sudah siap untuk itu,” ujar Lerner dikutip dari CNBC, Selasa (16/8/2022). 

Di sisi lain, S&P 500 harus rela keluar dari kenaikan satu minggu keempat berturut-turut, menandai kenaikan beruntun terpanjang sejak 2021 setelah data ekonomi menunjukkan tekanan inflasi dapat sedikit mereda. Nasdaq dan Dow juga naik minggu lalu.

Investor minggu ini akan bereaksi dan mengawasi data pendapatan ritel besar termasuk Home Depot, Walmart dan Target, serta mendengarkan petunjuk lanjut tentang bagaimana bisnis mereka dipengaruhi oleh inflasi.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya