Ada Pembangunan IKN, Acset Indonusa Terbuka Peluang Bisnis

Oleh Elga Nurmutia pada 11 Agu 2022, 08:33 WIB
Diperbarui 11 Agu 2022, 08:33 WIB
IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - PT Acset Indonusa Tbk (ACST) buka suara soal keterlibatan dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Direktur Acset Indonusa, David Widjaja mengatakan, perseroan selalu terbuka dengan peluang bisnis yang ditawarkan. 

"ACSET selalu open dengan opportunity bisnis yang ditawarkan. Tentunya itu kita kaitkan dengan risk assessment kita juga dan spesifik sesuai kemampuan kita,” kata David dalam konferensi pers, Rabu, 10 Agustus 2022.

Tak hanya itu, perseroan juga akan menjaga risiko atas pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang dimilikinya. 

"Jadi kita akan menjaga sesuai dengan capability nya, kita akan menjaga risk atas pekerjaan itu sesuai dengan spesifikasi yang kita miliki,” ungkapnya.

Perseroan juga turut aktif menjalin hubungan kerja sama dengan rekan-rekan kontraktor baik swasta maupun pemerintah.

"Kita juga banyak aktif untuk membangun komunikasi dengan kontraktor yang lain  untuk bangun kerjasama dengan rekan-rekan kontraktor swasta atau pemerintah,” ujar dia.

Sebelumnya, PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) pada kuartal pertama 2022 mencatat pendapatan Rp290,11 miliar. Pendapatan Acset Indonusa turun 23,9 persen dari Rp381,05 miliar pada periode sama tahun lalu.

Acset Indonusa membukukan penurunan biaya keuangan menjadi Rp3,63 miliar atau turun 83,5 persen dari Rp22,07 miliar pada kuartal pertama periode yang sama 2021.

Pada periode ini, rugi bersih Acset turun sebesar 68,6 persen dari Rp79,68 miliar pada kuartal pertama 2021 menjadi Rp25,02 miliar pada periode sama 2022.

Pandemi yang turut berkontribusi dalam terhambatnya penyelesaian tepat waktu proyek berjalan maupun penundaan tender yang diikuti masih menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja Perseroan pada periode ini.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Fokus Perbaikan Internal

20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444,04-AY2
Perbesar
Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Namun, Acset Indonusa tetap fokus pada usaha perbaikan internal yang bertujuan untuk memperkuat fundamental Perseroan sehingga siap untuk melaju seiring pemulihan yang akan terjadi di industri konstruksi ke depannya.

Operational excellence yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan tercermin dalam penurunan biaya dan beban-beban keuangan sejak beberapa periode lalu.

Hingga periode ini, Perseroan mendapatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp82,33 miliar, yang terdiri dari proyek fondasi dan infrastruktur. Dengan di antaranya adalah pekerjaan bidang fondasi di Bentonite Cement Batang – Soil Improvement dan KCC Float Glasskit Batang, seluruh proyek fondasi dikerjakan oleh anak usaha Acset Indonusa yakni PT Acset Pondasi Indonusa.

Pada bidang infrastruktur, Acset Indonusa mendapatkan pekerjaan di Inter Change Cikande Tol Tangerang - Merak.

Berdasarkan kontribusi per lini bisnis dalam perolehan pendapatan periode ini didominasi oleh sektor infrastruktur sebesar 40,1 persen, konstruksi sebesar 47,6 persen, fondasi sebesar 12,3 persen.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Absen Tebar Dividen

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) kembali absen dalam pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2021. Keputusan tersebut disepakati para pemegang saham dalam RUPST Acset Indonusa yang digelar Rabu, 6 April 2022.

"Menyetujui tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021," ungkap Corporate Secretary & Investor Relations PT Acset Indonusa Tbk, Maria Cesilia Hapsari dalam keterangan resmi, Rabu (6/4/2022).

Ini merupakan kali ketiga perseroan absen tebar dividen tunai secara berturut-turut, terhitung sejak 2019 lalu. Pada 2021, ACSET membukukan pendapatan sebesar Rp 1,5 triliun pada 2021 atau meningkat sebesar 24,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,2 triliun.

Dari raihan itu, perseroan berhasil memangkas rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 695,55 miliar dibanding tahun sebelumnya yang rugi Rp 1,32 triliun.

"Selain itu, terdapat perubahan dalam komposisi anggota Direksi ACSET, yakni dengan diangkatnya Soeharsono Tjatur Nugroho sebagai Direktur,” kata Maria.

Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris dan Direksi ACSET untuk periode tahun 2022-2023 adalah sebagai berikut:

 Direksi

Presiden Direktur: Idot Supriadi

Direktur: Hilarius Arwandhi

Direktur: Soeharsono Tjatur Nugroho

Direktur: David Widjaja

Direktur: Djoko Prabowo

Komisaris Presiden Komisaris: Frans Kesuma

Komisaris: Iwan Hadiantoro

Komisaris: Tan Tiam Seng Ronnie

Komisaris Independen: Buntoro Muljono

Komisaris Independen: Wiltarsa Halim

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya