Dana Kelolaan Reksa Dana Turun di Tengah Tren Pasar Modal yang Positif

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 10 Agu 2022, 15:26 WIB
Diperbarui 10 Agu 2022, 15:26 WIB
IHSG Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pasar modal Indonesia masih melanjutkan tren positif hingga awal kuartal III 2022. Sayangnya, kinerja pasar reksa dana tak tumbuh sejalan.

Meski begitu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi mengatakan, penurunan yang terjadi pada pasar reksa dana tidak terlalu signifikan.

"Sampai dengan 5 Agustus 2022 total NAB reksa dana turun 5 persen dari Rp 578,44 triliun pada 30 Desember 2021 menjadi Rp 549,23 triliun," ungkap Inarno dalam Konferensi Pers 45 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Rabu (10/8/2022).

Sementara nilai total asset under management (AUM) industri pengelolaan investasi turun 0,98 persen dari sebelumnya Rp 850,7 triliun per 30 Desember 2021 menjadi Rp 842,4 triliun per 5 Agustus 2022.

Sebagai perbandingan, hingga 8 Agustus 2022, terdapat 149 penawaran umum di pasar saham dengan total emisi sebesar Rp 151 triliun 48 diantaranya adalah emiten baru. Dari sisi kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) juga masih terjaga.

Bahkan pada kuartal II 2022, pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) maupun nilai kapitalisasi pasar telah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni di level 7.276 pada 21 April 2022 dan nilai kapitalisasi pasar menyentuh Rp 9.555 triliun 28 April 2022. Kinerja serupa juga dicatatkan oleh pasar modal syariah yang mengalami peningkatan.

Per 9 Agustus 2022, indeks saham syariah Indonesia (ISSI) ditutup pada posisi 209,4 atau secara year to date (ytd) meningkat sebesar 10,79 persen.

"Demikian juga nilai kapitalisasi pasar atau saham syariah secara year to date juga mengalami peningkatan sebesar 11,79 persen dari sebelumnya sebesar Rp 3.983,65 triliun menjadi sebesar Rp 4.453,24 triliun,” pungkas Inarno.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Laba Moncer Awal 2022, OJK Sebut Sektor Saham Teknologi Memimpin

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kenaikan kinerja perusahaan tercatat atau emiten yang tumbuh signifikan pada semester I 2022. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi mengatakan, dari sejumlah perusahaan yang telah melaporkan kinerja keuangannya, sektor teknologi yang tercatat tumbuh paling tinggi di tahun ini.

"Berdasarkan laporan keuangan kuartal 1 2022, tercatat dari 722 yang telah menyampaikan laporan kuartal 1 2022 terdapat peningkatan total laba secara year on year (yoy) sebesar 110 persen menjadi Rp 167,52 triliun,” kata Inarno dalam Konferensi Pers 45 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, Rabu (10/8/2022).

Dalam catatannya, kinerja emiten-emiten sepanjang tahun ini lebih baik dibanding sebelum pandmei atau pada 2019. Merujuk kinerja tersebut, Inarno menilai emiten cukup optimis menghadapi gejolak ekonomi yang ada saat ini.

"Sementara berdasarkan data laporan kuartal II 2022 yang baru disampaikan oleh 314 emiten, kami mencatatkan rata-rata pertumbuhan yang nilai laba tertinggi itu dibutuhkan oleh emiten yang bergerak di sektor pertama adalah di sektor bidang teknologi," ungkap dia.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Kinerja IHSG

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan mengambil gambar layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Kenaikan laba signifikan berikutnya yakni dari sektor bidang transportasi dan logistik, kemudian emiten yang bergerak di bidang sektor energi Sejalan dengan itu, aktivitas penghimpunan dana juga terus meningkat.

Hingga 8 Agustus 2022, terdapat 149 penawaran umum dengan total emisi sebesar Rp 151 triliun 48 diantaranya adalah emiten baru.

Dari sisi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih terjaga. Bahkan pada kuartal II 2022, pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) maupun nilai kapitalisasi pasar telah menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni di level 7.276 pada 21 April 2022 dan nilai kapitalisasi pasar menyentuh Rp 9.555 triliun 28 April 2022.

Meski pada kuartal II hingga kuartal III tahun ini diwarnai berbagai dinamika pasar akibat tekanan inflasi global, tetapi hingga penutupan perdagangan 9 Agustus kemarin IHSG masih mencatatkan kinerja yang baik yaitu sebesar 7.102 atau tumbuh 7,92 ytd.

Sementara itu nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 9.315 triliun atau secara jytd uga meningkat sebesar 12,83 persen.

"Kinerja IHSG Indonesia ini juga merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan negara tetangga bahkan hampir semua bursa ASEAN mengalami pertumbuhan yang negatif,” imbuh Inarno.

 


45 Tahun Pasar Modal Kembali Aktif, Transaksi Harian Saham Naik 15 Persen

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja yang positif di tengah kondisi yang masih dibayangi pandemi COVID-19. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 7,68 persen dan saat ini masih yang tertinggi di kawasan ASEAN.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai rekor tertinggi dalam sejarah bangsa Indonesia yang menembus level 7.276 pada 21 April 2022.

“Kemarin malam sebagai informasi kita juga sudah tembus 7.000. Sebagaimana saya ingat pada waktu kami menjabat di periode awal setelah RUPS 29 Juni indeks kita saat itu turun merah di angka 6.800, tapi sampai tiga hari terakhir indeks kita kembali tembus ke 7.102,” kata Iman dalam sambutan acara HUT ke-45 Pasar Modal Indonesia, Rabu (10/8/2022).

Selain itu, Iman juga menyebutkan, kapitalisasi pasar mencapai Rp 9.300 triliun. Sedangkan, rata-rata nilai transaksi harian atau RNTH meningkat 15 persen secara year to date.

"Rata-rata transaksi harian terakhir sepanjang tahun 2022 rata-rata transaksinya meningkat 15 persen year to date atau rata-rata sebesar Rp 15,4 triliun rupiah. Tiga hari terakhir kita pernah mencapai trading harian sebesar Rp 21 triliun lebih,” ungkapnya. 

BEI menargetkan sebanyak 55 emiten dapat tercatat di pasar modal Indonesia hingga akhir 2022. Namun, BEI juga memiliki sejumlah tantangan ke depan untuk memperoleh emiten dengan kinerja yang baik bagi pasar modal.

"Kita tidak hanya bicara tentang kuantitas artinya jumlah yang kita punya, tetapi bagaimana juga ke depan kita memperoleh emiten dengan kualitas yang memang bisa memperoleh kinerja yang baik di pasar modal,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya