Blue Bird Optimistis Kinerja Semester II 2022 Lebih Baik

Oleh Elga Nurmutia pada 09 Agu 2022, 22:50 WIB
Diperbarui 09 Agu 2022, 22:50 WIB
Blue Bird Siap Operasikan Taksi Listrik Pertama di Indonesia
Perbesar
Sejumlah taksi mobil listrik parkir terlihat di pool Blue Bird, Jakarta, Selasa (23/4). Jumlah taksi mobil listrik Blue Bird akan terus meningkat hingga menjadi 200 unit pada 2020, dan mencapai 2 ribu unit pada 2025. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Blue Bird Tbk (BIRD) optimistis kinerja semester II 2022 akan lebih baik dari semester I 2022. Blue Bird menargetkan pendapatan mencapai Rp 1,8 triliun pada periode selanjutnya.

"Kami cukup yakin performa semester II ini akan lebih baik dari performa semester I,” kata Sigit dalam konferensi pers Blue Bird," ujar Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono, Selasa (9/8/2022).

Manajemen Blue Bird optimistis meraih kinerja yang lebih baik karena telah menyiapkan kendaraan baru yang mulai masuk pada semester II. Selain itu,  berkurangnya pembatasan kegiatan masyarakat akan dorong mobilitas.

"Kenapa? Kami sudah menyiapkan kendaraan baru untuk mulai masuk semester II itu satu. Kedua posisi dari market yang memang kami juga yakin akan berkembang. Karena dengan berkurangnya PPKM,meningkatnya ekonomi, kegiatan masuk di tunjang dengan peraturan tadi tidak menahan, market sendiri akan berkembang lebih baik dari semester I,” kata Sigit.

Selain itu, dengan kendaraan baru, dan juga menambah jumlah pengemudi bisa membuat kendaraan perseroan yang berjalan lebih banyak lagi pada semester II.

"Dengan adanya supply driver yang pas bisa dibayangkan kendaraan kita yang berjalan akan lebih banyak lagi di semester II,” ungkapnya. 

Di sisi lain, Perseroan juga membuat strategi dalam mempertahankan keuangan dan kinerja apabila suatu saat terjadi hal yang tidak diharapkan.

"Di satu sisi kita sebenarnya menggunakan strategi bersamaan apabila suatu saat terjadi yang tidak kita harapkan, kami juga melakukan kendaraan yang baru itu, yang lama kita lakukan proses peremajaan sehingga kondisi keuangan dan performa bisa dipertahankan sesuai dengan posisi pasarnya. Simplenya 48 persen semester I apabila semester II tidak ada catatan-catatan yang lainnya,” ujar dia.

Sigit menegaskan, bisa mencapai kinerja yang sama seperti semester I 2022. "InsyaAllah kita bisa mencapai performa yang sama seperti semester I,” tutur dia.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Realisasi Belanja Modal

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Direktur Keuangan PT Blue Bird Tbk, Eko Yuliantoro menuturkan, perseroan realisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 300 miliar hingga semester I 2022. Belanja modal tersebut digunakan untuk penambahan armada pada tahun ini.

Blue Bird juga menargetkan untuk menambah armada sebanyak 4.000 hingga 5.000 unit hingga akhir 2022.

"Per Juli 2022 sudah menambah 800 unit mayoritas untuk mobil taksi . Kita optimis setidaknya bisa menambah 4.000 unit,” jelas dia.

Blue Bird menyiapkan belanja modal sekitar Rp 75 miliar untuk membeli mobil  listrik 75 hingga 100 unit sampai akhir 2022.

 


Kinerja Semester I 2022

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Sebelumnya, PT Blue Bird Tbk (BIRD) catatkan kinerja keuangan positif pada semester I 2022. Hal ini ditunjukkan dari pertumbuha pendapatan dan mencetak laba bersih selama enam bulan pertama 2022.

PT Blue Bird Tbk membukukan laba periode berjalan Rp 147,97 miliar pada semester I 2022. Kondisi ini berbeda dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 30,06 miliar. Hal itu juga didukung pendapatan naik 48,05 persen menjadi Rp 1,54 triliun pada semester I 2022 jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,04 triliun.

Kemudian, sepanjang semester I 2022, margin laba kotor Perseroan naik hingga 20 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Melalui kinerja positif ini, Blue Bird kembali menunjukkan akuntabilitasnya dalam melakukan turn around dari kerugian pada periode yang sama tahun lalu di tengah pandemi COVID-19.

Beban langsung naik menjadi 32,3 persen menjadi Rp 1,10 triliun pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 836,90 miliar. Dengan demikian laba bruto bertambah 110,95 persen menjadi Rp 440,18 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 208,65 miliar.

Beban usaha naik tipis 9,1 persen menjadi Rp 286,40 miliar pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 262,38 miliar. Perseroan mencatat laba usaha Rp 153,77 miliar hingga Juni 2022 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 53,72 miliar.

Melihat kondisi itu, perseroan mencatat laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp 58 pada semester I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 11.

Perseroan mencatat total ekuitas Rp 5,14 triliun dan total liabilitas Rp 1,57 triliun pada semester I 2022. Total aset tercatat Rp 6,71 triliun pada 30 Juni 2022. Perseroan catat kas dan setara kas Rp 1,04 triliun hingga 30 Juni 2022.


Kinerja Ebitda

Blue Bird Siap Operasikan Taksi Listrik Pertama di Indonesia
Perbesar
Pengemudi mobil Blue Bird BYD e6 A/T tengah mengisi daya listrik di pool Blue Bird, Jakarta, Selasa (23/4). Terdapat dua jenis mobil listrik yang digunakan Blue Bird yakni BYD e6 A/T untuk taksi reguler atau Blue Bird dan Tesla Model X 75D A/T untuk taksi eksekutif atau Silverbird. (Liputan6.com/Ang

Laba operasional Perseroan pada semester I 2022 meningkat tajam hingga 386 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut diraih seiring dengan upaya Perseroan mempertahankan posisi kas yang sehat dan neraca yang kuat. 

Hal ini telah menjadi etalase untuk menunjukkan kekuatan dan ketangguhan Perseroan dalam menghadapi situasi pandemi ini. Hal yang sama terlihat pada EBITDA Perseroan (pendapatan sebelum bunga, pajak, Depresiasi, dan amortisasi) yang mengalami kenaikan 102 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya menjadi Rp 383 miliar pada tahun ini.

Pada semester I 2022, layanan taksi reguler Bluebird mendominasi perolehan pendapatan Perseroan dan mengalami peningkatan pertumbuhan hingga 45 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Ditambah lagi guna melayani dan memenuhi permintaan pasar terhadap layanan taksi, khususnya pada kuartal II 2022, Perseroan terus berupaya meremajakan armada operasinya.

Sementara itu, sambil menunggu kedatangan armada baru, Perseroan terus menyeimbangkan antara ketersediaan dan permintaan mobil bekas. Seiring dengan penurunan jumlah unit mobil bekas terjual, terjadi peningkatan capital gain per mobil, sehingga perseroan dapat membukukan kenaikan penjualan sebesar Rp 25,8 miliar pada semester I 2022.


Optimistis

Blue Bird Siap Operasikan Taksi Listrik Pertama di Indonesia
Perbesar
Pengemudi mobil Blue Bird BYD e6 A/T tengah mengisi daya listrik di pool Blue Bird, Jakarta, Selasa (23/4). Terdapat dua jenis mobil listrik yang digunakan Blue Bird yakni BYD e6 A/T untuk taksi reguler atau Blue Bird dan Tesla Model X 75D A/T untuk taksi eksekutif atau Silverbird. (Liputan6.com/Ang

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono mengatakan, kinerja keuangan positif Blue Bird bukanlah hal yang mudah dicapai dan penuh dengan berbagai tantangan, mengingat pemberlakuan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat yang diterapkan di sejumlah daerah.

"Dengan tren kinerja positif yang secara berkelanjutan ditunjukan perusahaan, kami bersyukur dapat menjadi perusahaan yang semakin adaptif dan tangguh di tengah tantangan pandemic dengan mencatatkan pertumbuhan positif selama tiga kuartal terakhir berturut-turut,” kata Sigit dalam keterangan resminya, Kamis, 4 Agustus 2022.

Tak hanya itu, Sigit mengungkapkan optimisme terhadap masa depan Perseroan serta berkomitmen untuk terus mengawal pertumbuhan bisnis dan operasional perusahaan, demi memastikan iklim investasi industri transportasi menuju ke arah yang semakin positif.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya