Sarana Menara Nusantara Akuisisi Aset Fiber Optik Alita Rp 801 Miliar

Oleh Elga Nurmutia pada 08 Agu 2022, 19:50 WIB
Diperbarui 08 Agu 2022, 19:50 WIB
IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya melakukan penandatanganan perjanjian prngikatan jual beli aset fiber optik antara PT BIT Teknologi Nusantara (BIT) dan PT Alita Praya Mitra (Alita).

BIT yang merupakan anak perusahaan terkonsolidasi yang seluruh sahamnya dimiliki secara langsung atau tidak langsung oleh perseroan akan membeli aset fiber optik milik Alita dengan nilai transaksi Rp 801 miliar.

"Penandatanganan perjanjian jaminan perusahaan oleh Iforte untuk menjamin pelaksanaan kewajiban BIT berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli," tulis manajemen TOWR, dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Senin (8/8/2022).

Perseroan berharap transaksi tersebut rampung pada September 2022. Perseroan menyatakan transaksi itu bukan merupakan transaksi benturan kepentingan bagi perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 42 Tahun 2020 tentang transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan dan bukan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04//2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.

Sementara itu, informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Sarana Menara Nusantara.

Pada penutupan perdagangan Senin, 8 Agustus 2022, saham TOWR melemah 0,40 persen ke posisi Rp 1.255 per saham. Saham TOWR dibuka stagnan Rp 1.260 per saham.

Saham TOWR berada di level tertinggi Rp 1.265 dan terendah Rp 1.245 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.602 kali dengan volume perdagangan 1,03 juta saham. Nilai transaksi Rp 129,4 miliar.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Raih Fasilitas Pinjaman Rp 1,5 Triliun dari BCA

Ilustrasi pinjaman (Foto: Unsplash/Scott Graham)
Perbesar
Ilustrasi pinjaman (Foto: Unsplash/Scott Graham)

Sebelumnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya mendapatkan tambahan fasilitas pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun dari Bank Central Asia (BCA).

PT Sarana Menara Nusantara Tbk menyampaikan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (21/6/2022), mengenai penandatanganan perjanjian perubahan ke-12 pada 16 Juni 2022 antara BCA dengan  anak usaha Sarana Menara Nusantara.

Anak usaha perseroan tersebut PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), PT Komet Infra Nusantara (KIN), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT BIT Teknologi Nusantara (BIT), PT Quatrtro International (QTR), dan PT Global Indonesia Komunikatama (GIK).

"Perjanjian perubahan keduabelas ini merupakan perubahan atas fasilitas kredit berdasarkan Rp 500 miliar revolving loan facility agreement pada 21 Desember 2016 yang telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir sebagaimana dimuat dalam perjanjian perubahan kesebelas 4 Maret 2022,” tulis manajemen perseroan.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Perjanjian

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Manajemen Sarana Menara Nusantara menyatakan seiring perjanjian perubahan keduabelas, para pihak telah sepakat untuk menambahkan peminjam pada perjanjian fasilitas dan menambahkan fasilitas kredit investasi 6 sejumlah Rp 1,5 triliun untuk Protelindo, Iforte, KIN, SUPR, BIT, QTR dan GIK.

"Atas fasilitas I ini, Protelindo, Iforte, KIN, SUPR, BIT, QTR, dan GIK bertanggungjawab secara tanggung renteng terhadap seluruh kewajiban yang ada. Jangka waktu fasilitas I adalah sampai dengan 31 Desember 2022,” tulis manajemen perseroan.

Perjanjian perubahan keduabelas ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42 karena seluruh pihak secara tidak langsung dimiliki dan dikendalikan oleh keluarga Robert Budi Hartono dan keluarga Michael Bambang Hartono.

Manajemen Sarana Menara Nusantara (TOWR) menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan atas ditandanganinya perjanjian perubahan keduabelas oleh Protelindo, Iforte, KIN, SUPR, BIT, QTR dan GIK.


Tebar Dividen

Ilustrasi dividen (image by Alexsander-777 from pixabay)
Perbesar
Ilustrasi dividen (image by Alexsander-777 from pixabay)

Sebelumnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membagikan dividen untuk tahun buku 2021 sebesar Rp 1,2 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (2/6/2022), PT Sarana Menara Nusantara Tbk membagikan dividen tunai Rp 24,1 per saham. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim tunai Rp 6  per saham atau sekitar Rp 298,79 miliar kepada pemegang saham pada 22 Desember 2021.

Perseroan akan membagikan sisa dividen tunai sebesar Rp 901 miliar atau sekitar Rp 18,1 per saham.

Selain bagikan dividen, sisa laba bersih perseroan akan dialokasikan dan dibukukan sebagai dana cadangan Rp 100 juta dan sisanya laba ditahan untuk menambah modal kerja perseroan.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 20,85 persen menjadi Rp 3,42 triliun pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,83 triliun.  Perseroan mencatat pendapatan tumbuh 15,98 persen menjadi Rp 8,63 triliun pada 2021 jika dibandingkan 2020 sebesar Rp 7,44 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen perseroan untuk tahun buku 2021:

-Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen pasar regular dan pasar negosiasi pada 7 Juni 2022

-Awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen atau ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 8 Juni 2022

-Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen di pasar tunai pada 9 Juni 2022

-Awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen atau ex dividen pasar tunai pada 10 Juni 2022

-Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen pada 9 Juni 2022

-Pembayaran dividen pada 30 Juni 2022

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya