RUPST Adi Sarana Armada Angkat Komisaris dan Direksi Baru

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 21 Jul 2022, 19:29 WIB
Diperbarui 21 Jul 2022, 19:29 WIB
Paparan publik PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), Kamis (21/7/2022), (Foto: tangkapan layar/Pipit I.R)
Perbesar
Paparan publik PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), Kamis (21/7/2022), (Foto: tangkapan layar/Pipit I.R)

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menyetujui perubahan manajemen perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis, (21/7/2022).

Rapat tersebut menyetujui pengangkatan Jerry Fandy Tunjungan sebagai Direktur Keuangan Adi Sarana Armada. Dia menggantikan Hindra Tanujaya yang mengundurkan diri pada 29 April 2022.

Jerry Fandy Tunjungan sebelumnya berpengalaman menjadi analis dan di beberapa posisi keuangan Astra International Group serta bidang keuangan di beberapa perusahaan besar lainnya.

Selain itu, RUPST juga menetapkan Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto sebagai Komisaris Independen. Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto yang memiliki berbagai pengalaman dalam kepengurusan di berbagai organisasi ini, saat ini juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), Presiden Komisaris PT Asuransi Bintang Tbk. (2022 - 2025), Presiden Direktur PT Ngrumat Bondo Utomo (ASBI), Presiden Direktur PT NBU Indonesia Utama, Komisaris PT Inter Pariwara Global, serta seorang Senior Business Advisor pada PT Praweda Ciptakarsa Informatika.

Dengan demikian, mengutip materi paparan publik perseroan, Kamis (21/7/2022), susunan manajemen PT Adi Sarana Armada Tbk menjadi sebagai berikut:

Komisaris:

Presiden Komisaris: Erida Djuhandi

Komisaris: Hertanto Mangkusasono

Komisaris Independen: Lindawati Gani

Komisaris Independen: Shanti Lasminingsih

Direksi:

Presiden Direktur: Prodjo Sunarjanto

Direktur Keuangan: Jerry Fandy

Direktur Operasional: Jany Candra

Direktur Bisnis dan Layanan: Suyanto Tjoeng

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Target Pendapatan

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Sebelumnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membidik pertumbuhan pendapatan 30 persen hingga akhir 2022.

Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk, Prodjo Sunarjanto memperkirakan, kontribusi segmen jasa pengiriman masih akan mendominasi raihan pendapatan perseroan tahun ini.

"Saat ini proyeksi target growth kita baik top line maupun bottom line kira-kira 30 persen. Itu adalah target kita di 2022,” kata dia dalam paparan publik perseroan, Kamis, 21 Juli 2022.

Untuk tahun ini, perseroan juga berencana melakukan pembelian mobil sedikitnya 28 unit hingga akhir tahun. Sementara untuk lini bisnis logistik, perseroan menargetkan dapat melakukan pengiriman rata-rata 1,1 juta pengiriman per hari sampai Desember 2022, atau tumbuh sekitar dua kali lipat dibandingkan rata-rata pengiriman per hari pada tahun sebelumnya.

Adapun hingga paruh pertama tahun ini, pendapatan ASSA naik 59,5 persen secara year on year (yoy) atau tercatat Rp 1,5 triliun dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 963,2 triliun.

Sementara dari laba bersih, Adi Sarana Armada mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 72,9 miliar atau tumbuh 123,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 32,7 miliar.

"Salah satu pendorong kinerja ASSA di kuartal pertama ini masih dari lini bisnis delivery express Anteraja yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan ASSA mencapai 58 persen,” kata Prodjo.

Hingga Maret 2022, pendapatan ASSA didominasi oleh Anteraja dengan kontribusi sebesar Rp 899,1 miliar atau tumbuh 129,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2021 yang tercatat sebesar Rp 391,5 miliar.

Kemudian dari bisnis rental mobil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 401,8 miliar, bisnis lelang sebesar Rp 32,1 miliar, jual beli kendaraan bekas sebesar Rp 161,5 miliar. Sedangkan dari jasa logistik memberikan kontribusi sebesar Rp 41,7 miliar terhadap total pendapatan ASSA pada kuartal I 2022.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Kantongi Pinjaman Rp 450 Miliar dari BTPN

Ilustrasi pinjaman (Foto: Unsplash/Scott Graham)
Perbesar
Ilustrasi pinjaman (Foto: Unsplash/Scott Graham)

Sebelumnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) meraih kredit senilai Rp 450 miliar dari PT Bank BTPN Tbk pada 6 Juli 2022.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (9/7/2022), PT Adi Sarana Armada Tbk menandatangani perjanjian kredit dengan BTPN atas fasilitas kredit term loan sebesar Rp 450 miliar. Pinjaman itu digunakan untuk pembiayaan pembelian unit kendaraan baru dan pembiayaan kembali kendaraan bekas.

Sekretaris Perusahaan PT Adi Sarana Armada Tbk, Jerry Fandy Tunjungan menuturkan, ada fasilitas kredit ini berdampak pembelian unit kendaraan untuk disewakan kepada pelanggan perseroan. Selain itu, pendapatan perseroan juga meningkat sehingga kegiatan usaha berkembang.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 8 Juli 2022, saham ASSA melambung 6,19 persen ke posisi Rp 1.630 per saham. Saham ASSA dibuka naik 15 poin ke posisi Rp 1.550 per saham.

Saham ASSA berada di level tertinggi Rp 1.640 dan terendah Rp 1.540 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.502 kali dan volume perdagangan 136.001 saham. Nilai transaksi Rp 21,8 miliar.

Penguatan saham Adi Sarana Armadaterjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melambung. IHSG naik 1,3 persen ke posisi 6.740,21.

IHSG berada di level tertinggi 6.740,21 dan terendah 6.683,65. Sebanyak 287 saham menguat dan 200 saham melemah. 191 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.067.738 kali dengan volume perdagangan 18,7 miliar saham. Nilai transaksi Rp 10,8 triliun.


Kinerja Kuartal I 2022

Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel

Sebelumnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) catatkan pertumbuhan pendapatan dan laba di atas 50 persen sepanjang tiga bulan pertama 2022.

Pada periode tersebut, pendapatan ASSA naik 59,5 persen secara year on year (yoy) atau tercatat Rp 1,5 triliun dari periode sebelumnya pendapatan Rp 963,2 triliun pada kuartal I 2021.

Sementara dari laba bersih, Adi Sarana Armada mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 72,9 miliar atau tumbuh 123,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 32,7 miliar.

"Salah satu pendorong kinerja ASSA di kuartal pertama ini masih dari lini bisnis delivery express Anteraja yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan ASSA mencapai 58 persen,” ungkap Presiden Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk, Prodjo Sunarjanto dalam keterangan resmi, Senin (30/5/2022).

Hingga Maret 2022, pendapatan ASSA didominasi oleh Anteraja dengan kontribusi sebesar Rp 899,1 miliar atau tumbuh 129,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2021 yang tercatat sebesar Rp 391,5 miliar.

Kemudian dari bisnis rental mobil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 401,8 miliar, bisnis lelang sebesar Rp 32,1 miliar, jual beli kendaraan bekas sebesar Rp 161,5 miliar. Sedangkan dari jasa logistik memberikan kontribusi sebesar Rp 41,7 miliar terhadap total pendapatan ASSA di kuartal I-2022.

Pada 2022, Adi Sarana Armada (ASSA) masih akan fokus pada pengembangan bisnis menuju sharing economy dengan memanfaatkan teknologi dan digitalisasi.


Kontribusi Usaha

(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)

Sebagai contoh, ASSA telah menjalankan lelang secara online dan offline (hybrid), penyewaan mobil menggunakan aplikasi (ShareCar), aplikasi kurir ekspres melalui Anteraja, serta penggunaan sistem robotic dalam proses penyortiran paket oleh Anteraja.

Tak hanya itu, melalui anak usaha yaitu PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), perseroan juga tengah mengembangkan bisnis jual beli kendaraan bekas secara digital melalui Caroline.id. Ke depan, Caroline akan menjadi online-to-offline (O2O) used car dealer yang menyediakan berbagai pilihan mobil bekas terbaik yang telah lulus inspeksi dan bergaransi.

Perseroan melihat peluang untuk mengembangkan bisnis yang dijalankan oleh ASSA masih sangat luas. Sehingga perseroan percaya pemanfaatan teknologi dan digitalisasi sangat penting untuk menangkap semua peluang yang ada.

"Dengan kemampuan dan didukung oleh team yang berpengalaman, kami optimis kinerja ASSA akan terus bertumbuh dari tahun ke tahun berikutnya,” ujar Prodjo.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya