IHSG Tinggalkan Posisi 6.700, Sektor Saham Industri Pimpin Koreksi

Oleh Elga Nurmutia pada 06 Jul 2022, 12:41 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 12:41 WIB
FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah selama sesi pertama penutupan perdagangan Rabu, (6/7/2022). Mayoritas sektor saham tertekan yang dipimpin indeks sektor saham industri.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, mengutip data RTI, IHSG melemah 1,1 persen ke posisi 6.629,83. Indeks LQ45 merosot 1,33 persen. Seluruh indeks acuan kompak tertekan. Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.706,91 dan terendah 6.602,89. Sebanyak 370 saham melemah sehingga menekan IHSG. 153 saham menguat dan 140 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 665.457 kali dengan volume perdaganagn 10,7 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 6,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.954.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali indeks sektor saham IDXhealth naik 0,35 persen. Indeks sektor saham IDXindustry melemah 2,25 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXbasic turun 2,09 persen, indeks sektor saham IDXenergy tergelincir 1,8 persen, indeks sektor saham IDXtransportasi melemah 1,75 persen. Selain itu, indeks sektor saham IDXfinance susut 0,92 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal melemah 0,66 persen dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal susut 0,37 persen.

Bursa saham Asia sebagian besar melemah pada perdagangan Rabu, 6 Juli 2022. Indeks Hang Seng merosot 1,75 persen, indeks Korea Selatan Kospi tergelincir 1,53 persen, indeks Jepang Nikkei susut 1,03 persen. Selain itu, indeks Thailand melemah 0,55 persen, indeks Shanghai turun 1,39 persen, indeks Singapura melemah 0,03 persen dan indeks Taiwan anjlok 2,27 persen.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Top Gainers-Losers pada Sesi I Rabu 6 Juli 2022

IHSG Menguat
Perbesar
Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham ARTA melonjak 16,98 persen

-Saham DFAM melonjak 13,43 persen

-Saham PURI melonjak 10,76 persen

-Saham PANI melonjak 10,64 persen

-Saham KIOS melonjak 10 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham NANO melemah 8,7 persen

-Saham INTD melemah 6,92 persen

-Saham INDR melemah 6,91 persen

-Saham LPGI melemah 6,86 persen

-Saham BELL melemah 6,83 persen

 

Saham-saham yang teraktif secara nilai antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 304,3 miliar

-Saham GOTO senilai Rp 274,1 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 243,2 miliar

-Saham CARE senilai Rp 233,2 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 207 miliar

 

Saham-saham yang teraktif secara frekuensi antara lain:

-Saham META tercatat 46.322 kali

-Saham GOTO tercatat 17.866 kali

-Saham RAJA tercatat 15.778 kali

-Saham ASHA tercatat 14.353 kali

-Saham ANTM tercatat 13.955 kali

 

 


Pembukaan IHSG pada Rabu 6 Juli 2022

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal sesi perdagangan Rabu, (6/7/2022). Mayoritas sektor saham melemah dan gerak IHSG ikuti laju bursa saham Asia.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG turun 11 poin ke posisi 6.692,04. Indeks LQ45 melemah 0,37 persen ke posisi 953,44. Sebagian besar indeks acuan kompak tertekan. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.704,29 dan terendah 6.664. Sebanyak 229 saham melemah sehingga menekan IHSG. 186 saham menguat dan 161 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 152.077 kali dengan volume perdagangan 3 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 1,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.987.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali indeks sektor saham IDXhealth menguat 0,63 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal menanjak 0,09 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal menguat 0,07 persen.

 


Indeks Sektor Saham

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, indeks sektor saham IDXtransportasi merosot 0,96 persen dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXindustry turun 0,94 persen, indeks sektor saham IDXenergy melemah 0,86 persen, indeks sektor saham IDXbasic tergelincir 0,58 persen.

Dalam riset PT NH Korindo Sekuritas Indonesia menyebutkan, kelangkaan pasokan gas dan Coal ICE Newcastle mendekati USD400/ton, mendorong energi pimpin penguatan sektoral atau menguat lebih dari 4 persen. Saham emiten batu bara berbasis ekspor dan berpendapatan denominasi USD menguat, seiring Coal ICE Newcastle naik lebih dari 3 persen pada Juli 2022.

Kenaikan harga batu bara global terjadi di tengah kenaikan harga gas alam dan percepatan impor batu bara oleh Eropa, sebelum kebijakan proteksionisme sejumlah negara. Indonesia, salah satu produsen batubara terbesar, berpeluang memanfaatkan permintaan pasar Eropa. NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak menguat, dalam rentang 6.650-6.900.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya