WIR Asia Kantongi Pendapatan Rp 301 Miliar pada Kuartal I 2022

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 06 Jul 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 07:32 WIB
Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Liputan6.com, Jakarta - PT WIR Asia Tbk (WIRG) menyampaikan kinerja perseroan untuk kuartal I 2022. Pada periode tersebut, perseroan mencatkan pendapatan sebesar Rp 301,05 miliar, naik 108,55 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 144,36 miliar.

Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan naik menjadi Rp 249,47 miliar. Sehingga WIR Asia membukukan laba kotor Rp 51,58 miliar, naik 176 persen dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 18,69 miliar.

Beban usaha pada kuartal I 2022 membengkak 296,72 persen menjadi Rp 36,45 miliar dari Rp 9,19 miliar pada kuartal I 2021. Sehingga diperoleh laba usaha sebesar Rp 15,13 miliar, naik dari Rp 9,5 miliar pada kuartal I 2021.

Pada periode yang sama, perseroan mencatatkan beban lain-lain sebesar Rp 492,23 juta, dibanding kuartal I 2021 yang mencatatkan penghasilan lain-lain sebesar Rp 321,18 juta. Dari rincian tersebut, perseroan berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 14,64 miliar. Naik 73,4 persen dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 8,44 miliar.

Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 5,32 miliar. Turun 30,56 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,66 miliar. Laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 0,57 dari sebelumnya Rp 0,82.

Dari sisi aset sampai dengan Maret 2022 tercatat sebesar Rp 299,07 miliar, naik dibandingkan posisi akhir Desember 2021 sebesar Rp 247,73 miliar. Terdiri dari aset lancar Rp 193,56 miliar dan aset tidak lancar Rp 105,51 miliar.

Liabilitas sampai dengan Maret 2022 tercatat sebesar Rp 134,02 miliar, naik dibanding posisi akhir Desember 2021 sebesar Rp 97,32 miliar.

Terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 124,55 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 9,47 miliar. Sementara ekuitas sampai dengan Maret 2022 tercatat naik menjadi Rp 165,05 miliar dibanding posisi per akhir Desember 2021 sebesar Rp 150,41 miliar.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


WIR Asia Bidik Dominasi Pendapatan dari Metaverse

Metaverse
Perbesar
Ilustrasi metaverse. (Pexels.com/ThisIsEngineering)

Sebelumnya, PT WIR Asia Tbk (WIRG) membidik tambahan pendapatan dari proyek metaverse. Perseroan merupakan pemain terkemuka dalam teknologi Augmented Reality (AR) yang terintegrasi dengan Virtual Reality (VR), dan Artificial intelligence (AI). Di mana teknologi tersebut merupakan penyokong utama metaverse.

Melihat perkembangan adaptasi AR, AI, dan VR yang semakin pesat, utamanya terkait metaverse, Direktur Utama PT WIR Asia Tbk Michel Budi cukup optimistis dengan pendapatan yang bisa diraup dari proyek tersebut.

"Kami optimis bisa mencapai sesuai target. Untuk metaverse itu additional. Jadi tidak ada di prospektus (IPO) yang kita buat,” kata dia dalam webinar Indonesia Investment Education, Sabtu (28/5/2022).

Michel mengatakan, saat ini perseroan memiliki tiga unit bisnis eksisting. Di antaranya unit B2B melalui AR&Co, di mana perusahaan menyediakan jasa dalam membangun teknologi digital reality dengan fokus kepada aplikasi atau perangkat lunak (software).

Termasuk di dalamnya Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan Artificial Intelligence (AI) dengan tujuan membantu klien memberikan pengalaman interaktif terhadap konsumen dan meningkatkan penjualan melalui berbagai proyek di lebih dari 20 negara.

 

 

 


Selanjutnya

Metaverse
Perbesar
Ilustrasi metaverse. (Pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kemudian DAV yang berfokus dalam menyediakan layanan periklanan kreatif menggunakan teknologi Augmented Reality dalam berinteraksi dengan konsumen melalui “DAV Devices” yang tersebar dalam toko-toko klien. Dalam catatan Michel, unit device saat ini mencatatkan permintaan sekitar 700—800 mesin, dan akan bertambah lagi.

"Device kita diminta, ada sekitar 700-800 mesin yang akan kita tambah. Dengan ditambahnya mesin kita mengharapkan bisnis akan meningkat juga,” kata Michel.

Sementara yang ketiga yakni toko virtual, MindStores. Perseroan menyediakan platform Toko Virtual (VR enabler) yang memungkinkan para mitra (yaitu Alfamart, Mili, lainnya) untuk menjalankan toko ritel mereka dan menjual produk mereka sendiri, barang digital, voucher digital, dan lainnya.

"Dengan toko virtual kami hanya memberikan platform. Marketing dilakukan oleh mitra, namun kami mendapatkan revenue share di sana,” imbuhnya.


Bikin Perusahaan Patungan

Metaverse
Perbesar
Ilustrasi metaverse. (Pexels.com/Alexandr Podvalny)

Sebelumnya, PT WIR Asia Tbk (WIRG) bersama PT Surya Semesta Karya Persada mendirikan perusahaan patungan bernama PT Metaverse Indonesia Makmur.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (22/5/2022), PT WIR Asia Tbk melalui cucu perusahaan yaitu PT Mata Nilai Republik telah menandatangani perjanjian pendirian perusahaan patungan dengan PT Surya Semesta Karya Persada pada 18 Mei 2022.

Pendirian perusahaan patungan bersama PT Metaverse Indonesia Makmur ini untuk mendorong kemajuan platform metaverse di Indonesia.

Perseroan menyatakan tidak ada dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan terkait hal tersebut.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Mei 2022, saham WIRG melonjak 2,67 persen ke posisi Rp 770 per saham. Saham WIRG dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 760 per saham.

Saham WIRG berada di level tertinggi Rp 830 dan terendah Rp 755 per saham. Total frekuensi perdagangan 22.611 kali dengan volume perdagangan 1.283.522 saham dengan nilai transaksi Rp 101,2 miliar.

Sepanjang tahun berjalan 2022, saham WIRG melompat 358,33 persen menjadi Rp 770 per saham. Saham WIRG berada di level tertinggi Rp 1.600 dan terendah Rp 226 per saham. Total volume perdagangan 5.105.509.800 saham. Nilai transaksi Rp 5,2 triliun. Total frekuensi perdagangan 797.548 kali.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya