Komisaris Utama Soegiarto Adikoesoemo Kembali Beli Saham AKRA Rp 2,36 Miliar

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 05 Jul 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 05 Jul 2022, 11:00 WIB
Utility center di KEK Gresik JIIPE (Dok PT AKR Corporindo Tbk/AKRA)
Perbesar
Utility center di KEK Gresik JIIPE (Dok PT AKR Corporindo Tbk/AKRA)

Liputan6.com, Jakarta - - Manajemen PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terus akumulasi kepemilikan saham perseroan. Teranyar, Komisaris Utama PT AKR Corporindo Tbk, Soegiarto Adikoesoemo kembali membeli saham AKRA senilai Rp 2,36 miliar.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (5/7/2022), transaksi berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2022. Jumlah saham dibeli sebanyak 2.391.700 lembar dengan harga pembelian rata-rata Rp 987,64 per saham.

Usai transaksi, Soegiarto kini memiliki 68.533.000 lembar saham AKRA atau setara 0,34 persen, dari sebelumnya 66.343.600 lembar atau 0,33 persen. Adapun transaksi ini dimaksudkan sebagai investasi dengan kepemilikan langsung. Sebelumnya, Soegiarto juga membeli saham AKRA senilai Rp 479,44 juta pada 28 Juni 2022.

Saat itu, Soegiarto membeli 452.300 lembar saham AKRA dengan rata-rata harga pembelian Rp 1.060 per saham. Sehingga kepemilikannya saat itu menjadi 66.343.600 dari semula 65.891.300 lembar. Saham AKRA terpantau dalam tren penurunan dalam sepekan terakhir.

Pada perdagangan Senin, 4 Juli 2022, saham AKRA ditutup stagnan ke posisi 900. Sepanjang kuartal I 2022, perseroan mencatatkan total pendapatan Rp 10,13 triliun. Naik sekitar dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,11 triliun.

Dari raihan itu, perseroan berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 427,98 miliar. Naik dibanding kuartal I 2021 sebesar Rp 305,31 miliar.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Komisaris hingga Direktur Utama AKR Corporindo Tambah Lagi Koleksi Saham AKRA

KEK Gresik JIIPE (Dok PT AKR Corporindo Tbk/AKRA)
Perbesar
KEK Gresik JIIPE (Dok PT AKR Corporindo Tbk/AKRA)

Sebelumnya, jajaran komisaris dan direksi PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terus mengakumulasi kepemilikan saham perseroan. Teranyar, ada Soegiarto Adikoesoemo selaku komisaris utama yang kembali membeli saham AKRA senilai Rp 279,73 juta.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (25/6/2022), transaksi berlangsung pada 22 Juni 2022. Jumlah saham dibeli sebanyak 261.500 lembar dengan harga pembelian rata-rata Rp 1.069,70 per saham. Usai transaksi, Soegiarto kini memiliki 65.891.300 lembar saham AKRA, dari sebelumnya 65.629.800 lembar.

Adapun transaksi ini dimaksudkan sebagai investasi dengan kepemilikan langsung. Sebelumnya, Soegiarto juga membeli saham AKRA senilai Rp 4 miliar pada 16-17 Juni 2022.

Saat itu, Soegiarto membeli 3,573.300 saham AKRA dengan rata-rata harga pembelian Rp 1.144 per saham. Sehingga kepemilikannya saat itu menjadi 65.629.800 dari semula 62.056.500 lembar.

Selain Soegiarto, Direktur Utama AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo juga melakukan pembelian saham AKRA senilai Rp 1,5 miliar. Transaksi dilakukan pada 20 Juni 2022 dengan harga pembelian rata-rata Rp 1.178,23 per saham.

Usai transaksi, Haryanto kini genggam 149.497.500 lembar saham AKRA, dari sebelumnya 148.470.000 lembar. Sama seperti Soegiarto, transaksi yang dilakukan Haryanto dimaksudkan sebagai investasi dengan kepemilikan langsung.

Belum lama ini, Haryanto juga melakukan pembelian saham AKR Corporindo senilai Rp Rp 1,49 miliar pada 16 Juni. Saat itu, Haryanto membeli 1.269.200 lembar saham AKRA dengan harga rata-rata pembelian Rp 1.178,23 per saham. Sehingga kepemilikan Haryanto saat itu menjadi 148.470.000 dari sebelumnya 147.200.800 lembar.


Andalkan Pertumbuhan Organik, AKR Corporindo Belum Berencana Akuisisi

PT AKR Corporindo Tbk melalui anak usaha British Petroleum (BP) menjual BBM melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di De Latinos, Serpong, Tangerang Selatan. Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono
Perbesar
PT AKR Corporindo Tbk melalui anak usaha British Petroleum (BP) menjual BBM melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di De Latinos, Serpong, Tangerang Selatan. Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono

Sebelumnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengaku belum memiliki rencana akuisisi maupun strategi pertumbuhan anorganik lainnya dalam waktu dekat.

Meski begitu, Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Haryanto Adikoesoemo mengatakan perseroan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan akuisisi jika ada kesempatan dan momentum yang tepat.

"Sementara ini kita belum ada. Tapi tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akuisisi, dilihat dari kite punya posisi debt to equity yang cukup kuat, equity yang besar,” kata dia dalam webinar Indonesia Investment Education, ditulis Minggu (15/5/2022).

Di sisi lain, Haryanto mengatakan perseroan memiliki jaringan yang cukup bagus dalam supply chain di Indonesia. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika ada bisnis-bisnis yang bisa bersinergi dan memanfaatkan infrastruktur logistik AKR Corporindo, maka bisa konsolidasikan.

“Tapi saat ini kami masih belum ada rencana untuk akuisisi perusahaan lain. Sementara menunggu kesempatan pun, pertumbuhan organik kami cukup baik,” imbuhnya.


Kinerja Kuartal I 2022

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Sepanjang kuartal I 2022, AKRA mencatatkan pendapatan yang melesat 98 persen menjadi Rp 10,13 triliun dari sebelumnya Rp 5,11 triliun pada periode yang sama pada 2021.

Raihan tersebut turut mengerek laba bersih menjadi Rp 428 miliar atau naik 40 persen ada kuartal I 2022, dibanding Rp 305 miliar pada kuartal I 2021. Perseroan menargetkan pertumbuhan laba hingga 35 persen untuk tahun ini. Besaran tersebut setara Rp 1,5 triliun.

Dalam perhitungannya, jika sampai akhir tahun ini target tersebut tercapai, perusahaan telah mencatatkan pertumbuhan laba 100 persen dalam 3 tahun terakhir. 

Pada 2018 tercatat laba bersih perseroan sebesar Rp 717 miliar. “Ini juga merupakan organic growth yang cukup tinggi meski tanpa akuisisi. Diharapkan kalau ada kesempatan akuisisi  ini akna mengcoplimen organic growth kami,” ujar dia.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya