Deretan Saham Jadi Penggerak IHSG Semester I, Bagaimana Prospeknya hingga Akhir 2022?

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 04 Jul 2022, 13:16 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 13:16 WIB
FOTO: PPKM, IHSG Ditutup Menguat
Perbesar
Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2022. IHSG naik 5,02 persen pada semester I 2022. IHSG ditutup ke posisi 6.911,58 pada 30 Juni 2022.

Sejumlah saham penggerak IHSG sepanjang paruh pertama 2022, antara lain; PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Selain itu, saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, saham-saham tersebut masih berpotensi rebound pada sisa tahun ini. Namun, mencermati masih terjadi aksi jual yang masif di pasar, Ivan menilai perlu untuk memperhatikan terlebih dahulu pergerakan pada Juli hingga Agustus.

"Wait and see saja dahulu untuk hari ini. Atau untuk trading buy masih bisa dengan target pendek,” kata Ivan kepada Liputan6.com, Senin (4/7/2022).

Sementara dari sektornya, Ivan menilai hampir seluruh sektor saham masih volatil di tengah sentimen inflasi yang terjadi pada Juni. Adapun sektor yang bisa dipertimbangkan saat ini adalah pertambangan yang dinilai cukup resilien di tengah sentimen inflasi dan kenaikan suku bunga.

“Umumnya masih dipengaruhi naiknya inflasi di bulan Juni. Jadi saat ini tekanan jual relatif merata. Mungkin pertambangan yang saat ini masih cenderung sudah mampu bertahan dari tekanan jual,” imbuh dia.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kinerja Saham Penggerak IHSG Masih Positif

IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Senada, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai sejumlah saham yang menjadi penggerak IHSG pada semester I 2022 masih berpotensi mencatatkan kinerja positif pada semester II 2022. Saham-saham tersebut antara lain GOTO, ASII, AMRT, BMRI, TPIA,  dan BBCA.

"Meskipun memang pasar penuh dengan tekanan akibat inflasi dan kenaikan tingkat suku bunga, kami melihat peluang tetap terbuka lebar, khususnya dari sisi saham saham consumer non cyclical, perbankan, industri," beber Nico.

Meski begitu, terdapat catatan untuk saham GOTO. Nico menilai, GOTO kemungkinan akan mengalami tekanan akibat beban kenaikan tingkat suku bunga. Hal tersebut berpotensi menjadi penekan laju GOTO pada sisa akhir tahun ini.

"Namun secara kinerja valuasi, GOTO masih berpeluang mencatatkan kinerja yang positif,” Nico menambahkan.

Dari dalam negeri, sentimen positif yang akan mendukung laju IHSG pada paruh kedua tahun ini adalah pemulihan ekonomi yang berkelanjutan. Pada saat bersamaan, daya beli juga relatif terjaga sehingga berimbas pada membaiknya fundamental Indonesia.

 


Kinerja IHSG Semester I 2022

IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau melemah pada pekan ini. Pada Kamis, 30 Juni 2022, IHSG ditutup turun 33,77 poin atau 0,44 persen ke posisi 6.911,58. IHSG dibuka pada posisi 6.949 dan menciptakan level tertinggi pada posisi 6.990.

Sepanjang paruh pertama 2022 IHSG telah naik 5 persen dari posisi awal tahunnya yaitu di 6.581. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 5,02 persen sepanjang semester I 20222 ke posisi 6.911 pada Kamis, 30 Juni 2022. Di sisi lain, indeks LQ45 melonjak 6,5 persen secara year to date (ytd) ke posisi 991,94 pada Kamis, 30 Juni 2022.

Adapun IHSG menciptakan kinerja yang cukup baik kendati terdapat berbagai sentimen global, seperti kenaikan suku bunga The Fed, kenaikan harga komoditas, hingga inflasi.

“Di tengah pasar modal global yang bergejolak, kenaikan ini bisa dikatakan cukup baik. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan Nikkei yang terkoreksi 8,3 persen pada periode yang sama,” ujar Analis BNI Sekuritas, Maxi Liesyaputra kepada Liputan6.com, dikutip Jumat (1/7/2022).

Maxi mencermati, IHSG cukup tahan dari gejolak perekonomian global saat ini. Bahkan saat bursa Amerika Serikat, wall street juga terkoreksi, bursa dalam negeri relatif masih stabil. Menurut dia, kondusivitas pasar dalam negeri salah satunya pengendalian inflasi oleh otoritas terkait sepanjang paruh pertama 2022.

"Bursa AS gonjang ganjing luar biasa. Dua pekan lalu, IHSG naik. IHSG cukup tahan dari gejolak perekonomian,” kata dia.

 


Dibayangi Harga Komoditas dan Suku Bunga The Fed

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sementara itu, Head of Research Aldiracita Sekuritas Agus Pramono menilai pergerakan IHSG pada semester I 2022 dipengaruhi oleh  pergerakan harga komoditas dan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve.

"Semester I dipengaruhi pergerakan harga komoditas dan suku bunga the Fed," ujar Agus Pramono kepada Liputan6.com, Selasa, 26 Juni 2022.

Dia menuturkan, terdapat sentimen yang mempengaruhi penguatan IHSG selama semester I 2022 pada sektor energi dan transportasi. 

“Kalau energi di semester I ya karena coal harganya naik. Transportasi saya melihat penyelesaian hutang GIAA akan membawa sentimen yang positif walau untuk saham transportasi lain didorong naiknya penggunaan ecommerce,” kata Agus.

Sepanjang semester I 2022, indeks sektor saham energi memimpin penguatan. Indeks sektor saham IDXenergy melonjak 43,76 persen. Disusul indeks sektor saham transportasi dan logistik menanjak 23,46 persen, dan indeks sektor saham IDX industri melambung 16,76 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXteknologi memimpin koreksi selama enam bulan pertama 2022. Indeks sektor IDXtechnology susut 12,33 persen. Disusul indeks sektor saham properti dan real estate atau IDXproperty and real estate turun 12,18 persen, diikuti indeks sektor saham IDXsector keuangan merosot 5,86 persen. Sepanjang 2022, investor asing mencatat aksi beli bersih saham mencapai Rp 61,13 triliun.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya