IHSG Melemah pada Awal Sesi, Indeks Sektor Saham Transportasi Tertekan

Oleh Agustina Melani pada 04 Jul 2022, 09:40 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 09:40 WIB
Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada perdagangan saham Senin (4/7/2022). Mayoritas sektor saham alami koreksi.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG merosot 12 poin ke posisi 6.782,85. Indeks LQ45 turun 0,92 persen ke posisi 965,55. Seluruh indeks acuan koreksi.  Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.784,41 dan terendah 6.732,32. Sebanyak 253 saham melemah sehingga menekan IHSG. 177 saham menguat dan 181 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 176.039 kali dan 2,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 1,6 triliun. Mayoritas sektor saham tertekan yang didorong indeks sektor saham IDXtransportasi merosot 2,67 persen, dan catat koreksi terbesar.

Diikuti indeks sektor saham IDXnonsiklikal turun 1,58 persen, indeks sektor saham DIXtechno susut 1,46 persen, dan indeks sektor saham IDXbasic melemah 1,13 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXindustry menanjak 0,38 persen dan indeks sektor saham IDXenergy mendaki 0,36 persen.

Dalam riset PT NH Korindo Sekuritas Indonesia menyebutkan selain pembayaran utang denominasi USD dan peningkatan impor bahan baku, tidak adanya penerbitan Global Bond Juni berdasarkan data DJPPR, berpeluang membuat cadangan devisa (cadev) kembali tertekan, setelah Mei berada di level USD135,6 miliar.

Adapun, data cadev rilis Kamis pagi, setelah FOMC Meeting Minutes Results dini harinya. Pergerakan Cadev yang stabil memberikan ruang bagi BI di tengah rupiah yang mendekati level 15.000 per dolar AS. Tutupnya Bursa Wall Street pada Senin sebagai sentimen pemberat, membuat NHKSI Research prediksi IHSG bergerak di rentang 6.700-6.960.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Top Gainers-Losers pada Senin 4 Juli 2022

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham KJEN melonjak 25 persen

-Saham PICO melonjak 13,83 persen

-Saham PURI melonjak 12,70 persen

-Saham BESS melonjak 11,22 persen

-Saham ESTI melonjak 9,45 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham UVCR melemah 7,74 persen

-Saham CMPP melemah 7 persen

-Saham POLU melemah 6,98 persen

-Saham BEBS melemah 6,96 persen

-Saham BELL melemah 6,96 persen

 

Saham-saham yang aktif ditransaksikan secara nilai antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 164,8 miliar

-Saham GOTO senilai Rp 162,8 miliar

-Saham BEBS senilai Rp 159,5 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 135,7 miliar

-Saham NATO senilai Rp 135,1 miliar

 

Saham-saham yang aktif ditransaksikan secara frekuensi antara lain:

-Saham ESTI sekitar 20.677 kali

-Saham BBCA sekitar 8.893 kali

-Saham GOTO sekitar 8.739 kali

-Saham BBRI sekitar 6.971 kali

-Saham NANO sekitar 5.846 kali

 


Bursa Saham Asia Bervariasi pada Senin 4 Juli 2022

Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Akibat peluncuran rudal Korea Utara yang mendarat di perairan Pasifik saham Asia menglami penurunan. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Senin (4/7/2022) jelang keputusan bank sentral Australia dan Malaysia pekan ini. Indeks Hong Kong Hang Seng memimpin koreksi di bursa saham Asia Pasifik.

Indeks Hang Seng turun 1,8 persen pada awal sesi perdagangan. Indeks Hang Seng teknologi merosot 1,26 persen. Bursa saham China alami koreksi pada awal pekan ini. Indeks Shanghai susut 0,67 persen dan indeks Shenzhen melemah 0,4 persen.

Indeks Korea Selatan Kospi melemah 0,79 persen, dan indeks Kosdaq susut 1,24 persen. Di sisi lain, bursa saham Jepang dan Australia menguat. Indeks Nikkei 225 menguat 0,2 persen, dan indeks Topix menanjak 0,71 persen. Indeks Australia ASX 200 bertambah 1,1 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,33 persen.

Co-head Asia Pasific Equity Strategy Credit Suisse, Dan Fineman menuturkan, pasar tampaknya telah memperhitungkan secara memadai jumlah kenaikan suku bunga the Federal Reserve atau the Fed yang akan datang. Namun, risiko resesi sangat tinggi, ia menilai berarti pasar tidak mungkin untuk reli.

“Saya pikir yang terburuk ada di belakang kita. Mungkin akan sentuh posisi bawah, mungkin sedikit lebih banyak penurunan dari sini, tapi saya pikir kesulitan babak pertama tidak akan terulang pada skala yang sama di babak kedua,” ujar dia kepada CNBC, dikutip Senin (4/7/2022).

 


Selanjutnya

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Dalam berita perusahaan, pengembang properti China Shimao melewatkan pembayaran bunga dan pokok obligasi luar negeri senilai USD 1 miliar. Perusahaan real estate lain juga melewatkan pembayaran bunga dan gagal bayar utangnya. Adapun bursa saham Amerika Serikat atau wall street tutup pada Senin, 4 Juli 2022.

Ke depan, hasil dari survei swasta mengenai aktivitas layanan China akan rilis akhir pekan ini bersama dengan data inflasi Korea Selatan dan beberapa keputusan bank sentral.

Pekan lalu, pada hari pertama paruh kedua tahun ini, bursa saham Eropa ditutup bervariasi, sedangkan pasar di Amerika Serikat menguat. Pada paruh pertama 2022 ditandai dengan kekhawatiran inflasi, kenaikan suku bunga dan resesi.

Indeks dolar AS berada di posisi 105,08. Yen Jepang berada di posisi 135,04 per dolar AS. Dolar Australia berada di posisi 0,68 setelah pulih dari posisi di bawah USD 0,679.

"Kemungkinan kenaikan 75 basis poin pada Juni dan Juli menjaga dolar AS tetap kuat dalam waktu dekat, tetapi kami pertahankan pandangan inti kalau kekuatan dolar AS akan berkurang pada akhir tahun,” ujar Ekonom ANZ, Richard Yetsenga.

Harga minyak melemah pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat turun 0,35 persen menjadi USD 108,05 per barel. Harga minyak mentah Brent susut 0,34 persen menjadi USD 111,25 per barel.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya