Inflasi Tahunan Sentuh 4,35 Persen, IHSG Tinggalkan Posisi 6.900

Oleh Elga Nurmutia pada 01 Jul 2022, 13:13 WIB
Diperbarui 01 Jul 2022, 13:13 WIB
FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat (1/7/2022). Koreksi IHSG ini terjadi setelah rilis inflasi secara tahunan atau year on year (YoY) pada Juni 2022 sebesar 4,35 persen.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, mengutip data RTI, IHSG melemah 0,94 persen ke posisi 6.846,36. Indeks LQ45 turun 0,96 persen ke posisi 982,46. Seluruh indeks acuan kompak tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.940,98 dan ternedah 6.829,83. Sebanyak 415 saham melemah sehingga menekan IHSG. 127 saham menguat dan 141 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 698.149 kali dengan volume perdagangan 10,4 miliar saham. Nilai transaksi Rp 5,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.894.

Seluruh sektor saham tertekan. Indeks sektor saham IDXtransportasi merosot 3,14 persen, dan catat koreksi terbesar jelang akhir pekan ini. Diikuti indeks sektor saham IDXtechno tergelincir 2,05 persen, indeks sektor saham IDXbasic turun 1,96 persen, indeks sektor saham IDXfinance susut 1,36 persen, dan indeks sektor saham IDXIndustry melemah 1,25 persen.

Bursa saham Asia Pasifik sebagian besar melemah. Indeks Korea Selatan Kospi turun 1,36 persen, indeks Jepang Nikkei merosot 1,63 persen, indeks Shanghai susut 0,49 persen, indeks Singapura tergelincir 0,22 persen dan indeks Taiwan melemah 3,26 persen.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Top Gainers dan Losers

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham KJEN melonjak 34,74 persen

-Saham INTD melonjak 14,56 persen

-Saham DMMX melonjak 9 persen

-Saham NANO melonjak 8,77 persen

-Saham ADMR melonjak 7,59 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham TFAS melemah 6,99 persen

-Saham SNLK melemah 6,97 persen

-Saham LTLS melemah 6,94 persen

-Saham ASMI melemah 6,92 persen

-Saham OBMD melemah 6,92 persen

 

Saham-saham paling aktif ditransaksikan secara nilai antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 250,9 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 244,4 miliar

-Saham GOTO senilai Rp 214,9 miliar

-Saham ADMR senilai Rp 207 miliar

-Saham CARE senilai Rp 205,9 miliar

 

Saham-saham yang paling aktif ditransaksikan secara frekuensi antara lain:

-Saham MPOW sebanyak 73.766 kali

-Saham ADMR sebanyak 15.852 kali

-Saham ANTM sebanyak 14.342 kali

-Saham BBRI sebanyak 13.123 kali

-Saham GOTO sebanyak 10.656 kali


Inflasi Juni 2022 Capai 4,35 Persen, Tertinggi sejak 5 Tahun Terakhir

FOTO: Inflasi Indonesia Diklaim Terendah di Dunia
Perbesar
Aktivitas perdagangan di Pasar Senin, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Inflasi Indonesia disebut masih termasuk paling rendah di dunia, karena ada 20 negara lebih yang memboikot, tidak boleh jual pangannya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, angka inflasi secara tahunan atau year on year (YoY) pada Juni 2022 sebesar 4,35 persen. Capaian itu jadi yang tertinggi sejak 5 tahun terakhir.

Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan, dengan melihat kondisi perkembangan global dan cuaca yang terjadi, maka inflasi Juni 2022 secara month to month sebesar 0,61 persen. Atau, terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 110,42 di Mei 2022 menjadi 111,09.

"Sedangkan tingkat inflasi pada tahun kalender menjadi 3,19 persen, dan inflasi tahun ke tahun pada bulan Juni mencapai 4,35 persen," kata Margo, Jumat (1/7/2022).

Kalau dilihat dari penyumbang inflasinya, ia melanjutkan, di Juni ini berasal dari komoditas cabai merah, cabai rawit bawang merah dan telur ayam ras.

"Inflasi kita secara year on year sebesar 4,35 persen, ini inflasi tertinggi sejak Juni 2017. Dimana pada saat itu inflasi kita sebesar 4,37 persen," sambung Margo.

Bila diukur secara nasional pada 90 kota, sebanyak 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota lainnya mengalami deflasi.

Margo mengungkapkan, penyebab lonjakan inflasi ini sesuai dengan data BMKG, dimana hujan masih turun sepanjang Juni kemarin. Terutama di wilayah sentra produksi hortilkultura.

"Turunnya dengan curah hujan yang di atas normal, sifatnya lebat. Tentu saja itu akan mengganggu beberapa sentra produksi, khususnya untuk produk hortikultura," ungkap dia.

 


Cabai Rawit hingga Bawang Merah Jadi Biang Kerok Inflasi Juni 2022

FOTO: Inflasi Indonesia Diklaim Terendah di Dunia
Perbesar
Aktivitas perdagangan di Pasar Senin, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Konflik Rusia dan Ukraina menambah melambungkan harga pangan dunia, namun inflasi Indonesia paling rendah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Juni 2022 terjadi inflasi sebesar 0,61 persen secara bulanan (month to month). Bila dilihat menurut komponen, harga cabai hingga bawang merah turut memainkan peran pada capaian tersebut.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, penyumbang terbesar angka inflasi pada bulan lalu berasal dari harga bergejolak, di mana secara mont to month memberikan andil sebesar 0,44 persen.

"Sedangkan komoditas utamanya yang memberikan andil besar kepada harga komponen bergejolak adalah cabai merah, cabai rawit dan bawang merah," ujar Margo, Jumat (1/7/2022).

Selain komponen harga bergejolak, Margo melanjutkan, komponen inti juga memberikan andil pada inflasi Juni 2022 sebesar 0,12 persen.

"Kalau dilihat komoditas penyumbangnya berasal dari upah asisten rumah tangga, sabun deterjen berupa bubuk atau cair, dan kontrak rumah," terang dia.

Sementara komponen ketiga yang menyebabkan inflasi di Juni adalah harga yang diatur pemerintah, memberikan andil 0,05 persen. Hal ini disebabkan karena kenaikan tarif angkutan udara, dan rokok kretek filter.

Bila dihitung secara tahunan (year on year/YoY), inflasi Juni 2022 melesat hingga sebesar 4,35 persen. Lagi-lagi, komponen harga bergejolak jadi penyumbang terbesar pada kenaikan tersebut.

"Ini berasal dari minyak goreng, cabai merah, bawang merah dan cabai rawit. Namun demikian, belum banyak komoditas impor yang bertransmisi ke konsumen. Jadi pergerakan harga impor tadi belum terlihat secara signifikan ke harga komponen bergejolak," tutur Margo.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya