Gudang Garam Tebar Dividen 2021 Rp 2.250 per Saham

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 01 Jul 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 01 Jul 2022, 06:00 WIB
Gudang Garam
Perbesar
Susilo Wonowidjojo, pemilik Gudang Garam sekaligus orang terkaya ke-2 di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akan membagikan dividen untuk tahun buku 2021 sebesar Rp 4,32 triliun.

Pembagian dividen tersebut setara Rp 2.250 per saham. Penetapan dividen itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Gudang Garam Tbk pada Kamis, 30 Juni 2022. Selain itu, laba yang tidak dibagikan akan dimasukkan dalam akun saldo laba dan akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan.

RUPST Perseroan juga merombak susunan pengurus perseroan. RUPST mengangkat Indra Gunawan Wonowidjojo sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan dan Slamet Budiono sebagai direktur perseroan. Penetapan tersebut terhitung sejak Rapat Umum Pemegang Saham dan untuk jangka waktu yang merupakan sisa masa jabatan dari anggota direksi lainnya yang masih menjabat hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham pada 2025.

Dengan demikian, susunan pengurus perseroan antara lain:

Dewan Komisaris:

-Presiden Komisaris: Juni Setiawati Wonowidjojo

-Komisaris: Lucas Mulia Suhardja

-Komisaris Independen: Frank Willem van Gelder

-Komisaris Independen: Gotama Hengdratsonata

Direksi:

-Presiden Direktur: Susilo Wonowidjojo

-Wakil Presiden Direktur: Indra Gunawan Wonowidjojo

-Direktur: Heru Budiman

-Direktur: Herry Susianto

-Direktur: Istata Taswin Siddharta

-Direktur: Andik Wahyudi

-Direktur: Hamdhany Halim

-Direktur: Slamet Budiono

-Direktur Independen: Sony Sasono Rahmadi

Pada penutupan perdagangan Kamis, 30 Juni 2022, saham GGRM naik 1,05 persen ke posisi Rp 31.175 per saham. Saham GGRM dibuka naik 150 poin ke posisi Rp 31.000.

Saham GGRM berada di level tertinggi Rp 31.850 dan terendah Rp 30.775 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.683 kali dengan volume perdagangan 41.215 saham. Nilai transaksi Rp 129,6 miliar.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kinerja 2021

Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin
Perbesar
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengumumkan laporan keuangan untuk periode tahun buku 2021. Perseroan dan entitas anak membukukan kenaikan pendapatan 9,09 persen menjadi Rp 124,88 triliun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 114,48 triliun.

Merujuk laporan keuangan Gudang Garamyang disampaikan kepada bursa, Kamis (31/3/2022), pendapatan dari rokok tercatat Rp 123,28 triliun.

Disusul [pendapatan ](PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan pertumbuhan pendapatan tetapi laba merosot pada 2021. "")dari kertas karton Rp 2,37 triliun dan pendapatan lain-lain Rp 92,13 miliar. Dengan eliminasi Rp 859,8 miliar.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, biaya pokok penjualan juga naik menjadi Rp 110,61 triliun dari Rp 97.1 triliun pada 2020. Sehingga perseroan membukukan laba bruto Rp 14,27 triliun, turun 17,92 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 17,34 triliun.

 

 


Aset Perseroan

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Pada periode itu, perseroan mencatatkan pendapatan lainnya sebesar Rp 236.68 miliar dan laba kurs bersih Rp 16,72 miliar. Pada saat bersamaan, beban usaha tercatat sebesar Rp7,16 triliun dan beban lainnya Rp 4,3 miliar. Sehingga diperoleh laba usaha sebesar Rp 7,36 triliun, turun 26,72 persen dibanding posisi akhir 2020 sebesar Rp 10,05 triliun.

Setelah dikurangi beban bunga dan beban pajak penghasilan, perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 5,61 triliun, turun 26,71 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 7,65 triliun. Laba per saham dasar dan dilusi menjadi Rp 2,913 dari sebelumnya Rp 3.975.

Aset perseroan hingga Desember 2021 tercatat sebesar Rp 89,96 triliun, naik dari posisi akhir 2020 sebesar Rp 78,19 triliun. Terdiri dari aset lancar Rp 59,31 triliun dan aset tidak lancar Rp 30,65 triliun. Liabilitas tercatat naik dari Rp 19,67 triliun di 2020 menjadi Rp 30,68 triliun pada 2020.

Terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 28,37 triliun dan sisanya Rp 2,31 triliun merupakan liabilitas jangka panjang. Sementara ekuitas perseroan hingga akhir Desember 2021 tercatat sebesar Rp 59,29 triliun, naik tipis dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 58,52 triliun.


Bangun Bandara, Gudang Garam Kembali Setor Modal Rp 2 Triliun kepada Anak Usaha

IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) kembali setor modal Rp 2 triliun kepada PT Surya Dhoho Investama (SDHI), perusahaan terkendali dan afiliasi yang garap bandara di Kediri, Jawa Timur. PT Gudang Garam Tbk memiliki 99,99 persen saham SDHI.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/3/2022), PT Gudang Garam Tbk mengambil seluruh saham yang dikeluarkan SDHI sebanyak 2 juta lembar saham. Perseroan menyetor tambahan modal dan disetor pada SDHI sebesar Rp 2 triliun.

Penyetoran tambahan modal ditempatkan dan modal disetor tersebut akan dilakukan bertahap yang dimulai dengan penyetoran awal Rp 100 miliar pada 4 Maret 2022. Sisanya disetor secara bertahap sampai seluruhnya disetor paling lambat pada akhir Desember 2022.

"Transaksi afiliasi yang bertujuan untuk meningkatkan modal SDHI tersebut, dilakukan untuk mendukung kelanjutan proses pembangunan bandar udara (bandara) terpadu di Kediri, Jawa Timur yang dibangun oleh perseroan melalui SDHI," tulis Direktur PT Gudang Garam Tbk Istata Siddharta dalam keterbukaan informasi BEI.

Dengan demikian, modal ditempatkan dan modal disetor dari Rp 6 triliun menjadi Rp 8 triliun. Kepemilikan oleh perseroan seluruhnya 7.999.999 saham atau sebesar Rp 7,9 triliun.

Sementara itu, kepemilikan PT Surya Duta Investama sebanyak satu saham atau sebesar Rp 1 juta.  Modal dasar SDHI juga ditingkatkan dari semulai Rp 8 triliun menjadi Rp 9 triliun.

Perubahan jumlah modal SDHI tersebut telah diputuskan di luar Rapat Umum Pemegang (keputusan sirkuler) SDHI pada 1 Maret 2022 yang akan dituangkan dalam akta perubahan anggaran dasar SDHI.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya