Darya Varia Laboratoria Tebar Dividen Rp 84 Miliar, Cek Jadwalnya

Oleh Elga Nurmutia pada 30 Jun 2022, 13:50 WIB
Diperbarui 30 Jun 2022, 13:50 WIB
Ilustrasi dividen (image by Alexsander-777 from pixabay)
Perbesar
Ilustrasi dividen (image by Alexsander-777 from pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA) akan membagikan dividen tunai atas laba bersih perseroan untuk tahun buku 2021. DVLA berencana membagikan dividen tunai sebesar Rp 84 miliar atau Rp 75 per saham.

Hal tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Darya Varia Laboratoria pada  28 Juni 2022.  

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/6/2022), pembagian dividen tunai untuk tahun buku tersebut mempertimbangkan laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 146,72 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 1,03 triliun serta total ekuitas sebesar Rp 1,38 triliun.

Berikut ini merupakan jadwal pembagian dividen PT Darya Varia Laboratoria Tbk:

Tanggal Efektif: 27 Juli 2022

Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 6 Juli 2022

Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 7 Juli 2022

Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai: 8 Juli 2022

Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai: 11 Juli 2022

Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai: 8 Juli 2022 Waktu 16:00

Tanggal Pembayaran Dividen: 27 Juli 2022

Pada perdagangan Kamis, 30 Juni 2022 pukul 13.34 WIB, saham DVLA naik 0,77 persen ke posisi Rp 2.610 per saham. Saham DVLA dibuka stagnan Rp 2.590 per saham.

Saham DVLA berada di level tertinggi Rp 2.620 dan terendah Rp 2.590 per saham. Total frekuensi perdagangan 29 kali dengan volume perdagangan 138 saham. Nilai transaksi Rp 36 juta.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Perseroan Telah Bagikan Dividen Interim

Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)

Sebelumnya, PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA) membagikan dividen interim sebesar Rp 39 per saham, dengan nilai total sebesar Rp 43,68 miliar.

Hal tersebut disampaikan oleh Head of Legal & Corporate Secretary Widya Olivia Tobing melalui keterbukaan informasinya ke regulator, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 25 Oktober 2021.

Pembagian dividen interim ini dilakukan didasarkan atas Keputusan Dewan Komisaris pada 21 Oktober 2021 dan Keputusan Direksi tertanggal 22 Oktober 2021. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan yang telah terdaftar pada Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan.

Adapun jadwal pembagian dividen interim tersebut adalah sebagai berikut:

- Keterbukaan informasi dilakukan pada 25 Oktober 2021

- Cum dividen di Pasar Regular dan Negosiasi, akan dilakukan pada 2 November 2021

- Ex dividen di Pasar Regular & Negosiasi akan dilakukan pada 3 November 2021

- Cum dividen di Pasar Tunai 4 November 2021

- Tanggal pencatatan (recording date) 4 November 2021

- Ex dividen di Pasar Tunai 5 November 2021

- Pembayaran Dividen Tunai 15 November 2021

Berdasarkan laporan Darya Varia Laboratoria ke BEI, per 30 September 2021, total saham Darya Varia ada sebanyak 1.120.000.000 saham.

Sebanyak 1.031.800.912 saham atau setara 92 persen dimiliki oleh Blue Sphere Singapore Pte Ltd, dan masyarakat memiliki sebanyak 88.199.088 saham atau setara 8 persen.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pembukaan IHSG Kamis 30 Juni 2022

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan mengambil gambar layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada perdagangan saham Kamis (30/6/2022). Penguatan IHSG terjadi di tengah bursa saham Asia dan wall street yang bervariasi.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 7 poin ke posisi 6.949,11. Indeks LQ45 menguat 0,49 persen ke posisi 1.000,13. Sebagian besar indeks acuan menghijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.990,86 dan terendah 6.942,24.

Sebanyak 229 saham menguat dan 184 saham melemah. 202 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 251.452 kali dan volume perdagangan 5,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 2,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.849.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXinfrastruktur menguat 0,90 persen, dan catat penguatan terbesar.Diikuti indeks sektor saham IDXhealth menanjak 0,58 persen, indeks sektor saham IDXenergi mendaki 0,22 persen, indeks sektor saham IDXtechno bertambah 0,10 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXtransportasi melemah 1,91 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXbasic turun 0,11 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal melemah 0,12 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia,  IHSG ditutup melemah ke posisi 6.942 pada Rabu, 29 Juni 2022 seiring aksi jual investor asing dan domestik membeli. Saham BMRI menguat seiring aksi beli investor asing pada Juni 2022. Sementara itu, volatilitas saham SMGR tinggi karena pasokan batu bara DMO untuk pemain semen tetap tidak pasti.

Dalam riset NHKSI Research prediksi IHSG kembali bergerak mixed, dengan kisaran 6.900-7.050 pada Kamis, 30 Juni 2022.

 

 


Top Gainers-Losers

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham KJEN menguat 17,02 persen

-Saham PURI menguat 13,27 persen

-Saham ASHA menguat 13,16 persen

-Saham ATAP menguat 10,28 persen

-Saham BOLT menguat 9,88 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham SNLK melemah 6,94 persen

-Saham HITS melemah 6,91 persen

-Saham BMSR melemah 6,83 persen

-Saham UFOE melemah 6,83 persen

-Saham BEBS melemah 6,80 persen

 

Saham-saham paling aktif ditransaksikan secara nilai antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 237,9 miliar

-Saham BEBS senilai Rp 234,2 miliar

-Saham CARE senilai Rp 228,2 miliar

-Saham GOTO senilai Rp 167,5 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 153,6 milliar

 

Saham-saham yang paling aktif ditransaksikan secara frekuensi:

-Saham ASHA 16.603 kali

-Saham JAST 10.184 kali

-Saham WINR 9.018 kali

-Saham BBRI 8.229 kali

-Saham ADMR 7.907 kali

 


Bursa Saham Asia pada 30 Juni 2022

Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati sebuah indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Akibat peluncuran rudal Korea Utara yang mendarat di perairan Pasifik saham Asia menglami penurunan. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Sebelumnya, bursa saham Asia mayoritas melemah pada perdagangan Kamis, 30 Juni 2022. Indeks Hang Seng naik 0,02 persen, indeks Shanghai menguat 0,73 persen. Sementara itu, indeks Korea Selatan Kospi melemah 0,76 persen, indeks Jepang Nikkei susut 0,90 persen, indeks Singapura merosot 0,42 persen dan indeks Taiwan turun 1,89 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, bursa saham Asia cenderung melemah pada Rabu, 29 Juni 2022 seiring wall street yang tertekan. Bursa saham Hong Kong pimpin koreksi sementara Korea Selatan dan Jepang mengikutinya karena kepercayaan konsumen turun.

Indeks sentimen konsumen Korea Selatan turun menjadi 94,6 pada Juni 2022, turun 6,2 poin dari posisi Mei. Sementara itu di Jepang, penjualan ritel naik 3,6 persen yoy pada Mei. Namun, indeks kepercayaan konsumen pada Juni dengan indeks 32,1 dari posisi 34,1 pada Mei.

Di sisi lain, China memangkas periode karantina untuk pelancong internasional. Indeks Hong Kong turun 1,88 persen, indeks Kospi melemah 1,81 persen, indeks Shanghai susut 1,4 persen. Sementara itu, indeks Jepang merosot 0,91 persen, indeks Australia tergelincir 0,94 persen. Sedangkan indeks Thailand merosot 0,52 persen, indeks Malaysia melemah 0,22 persen, dan India naik 0,11 persen.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya