Allianz Life Indonesia Catat Pendapatan Premi Bruto Naik 12,3 Persen pada 2021

Oleh Elga Nurmutia pada 29 Jun 2022, 23:03 WIB
Diperbarui 30 Jun 2022, 08:50 WIB
Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Liputan6.com, Jakarta - PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2021, dengan pendapatan premi bruto (Gross Written Premium) sebesar Rp 19 triliun atau bertumbuh 12,3 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan bisnis dari berbagai kanal distribusi, terutama keagenan dan Bancassurance.  Dengan pertumbuhan bisnis yang positif, Allianz Life Indonesia membukukan total aset sebesar Rp 42,8 triliun. Sementara kesehatan finansial perusahaan yang diukur oleh rasio Risk-Based Capital (RBC) tercatat sebesar 405 persen pada 2021, jauh di atas ketentuan regulator sebesar 120 persen.

"Allianz Life Indonesia berkomitmen untuk merealisasikan tujuannya melindungi lebih banyak masyarakat Indonesia. Kami menjalankan bisnis dan operasional perusahaan yang sejalan dengan pilar-pilar strategis dalam hal pertumbuhan, kualitas, dan pengalaman,” kata Country Manager dan Direktur Utama Allianz Life Indonesia, David Nolan dalam keterangan resminya, Selasa (29/6/2022).

"Dalam melalui masa-masa menantang selama dua tahun terakhir, kami senantiasa mengedepankan keamanan dan kesehatan seluruh karyawan, memastikan solusi dan layanan yang sesuai kebutuhan nasabah serta mitra bisnis, serta mempertahankan kinerja bisnis,” ia menambahkan.

Allianz Life Indonesia membuktikan komitmennya untuk memberikan perlindungan kepada nasabah dengan membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp 13,5 triliun pada 2021, meningkat sebesar 20,4 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kepada lebih dari 223.000 penerima manfaat asuransi jiwa dan kesehatan. 

Peningkatan pembayaran klaim dan manfaat ini menggambarkan situasi pandemi yang belum berakhir dan berdampak pada nasabah. Allianz Life Indonesia selalu bersama dengan nasabah untuk memberikan perlindungan yang dibutuhkan.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pemanfatan Teknologi

Direktur & Chief Financial Officer Allianz Life Indonesia, Edwin Prayitno mengatakan, pemulihan ekonomi membawa harapan baik bagi bisnis pada 2021. Dengan penerapan strategi yang tepat, kompetensi dan kerja sama tim yang solid, Allianz Life Indonesia mewujudkan komitmen untuk memenuhi kebutuhan asuransi nasabah.

"Karena masa pandemi masih terus berlangsung, kita masih menghadapi banyak dampak dan ketidakpastian. Kami mengandalkan performa tim yang kuat dan pemanfaatan teknologi serta digitalisasi secara optimal, untuk dapat terus meningkatkan akses dan kualitas solusi dan layanan asuransi yang dibutuhkan nasabah,” kata Edwin Prayitno.

Allianz Life Indonesia berhasil membukukan dan menjadi market leader untuk Weighted New Business Premium (WNBP) dengan pertumbuhan sebesar 11 persen dan market share 12 persen. Pencapaian ini berlanjut hingga kuartal I 2022, Allianz Life Indonesia masih terdepan dengan market share WNBP sebesar 10,6 persen.

"Pandemi telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan asuransi. Menanggapi hal ini, Allianz menyediakan produk-produk baru yang dapat memenuhi kebutuhan asuransi nasabah," ujar Business Director Allianz Life Indonesia, Bianto Surodjo.

Pihaknya senantiasa meningkatkan layanan melalui digitalisasi dan memperluas kanal distribusi, dengan cara merekrut agen yang memenuhi kualifikasi serta berlisensi, juga berkolaborasi lebih erat lagi dengan mitra perbankan,”

 


OJK Bakal Atur Penjualan Produk Asuransi Lewat Platform Digital

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyiapkan aturan pemasaran produk asuransi melalui platform digital atau insurtech.

“Untuk perusahaan asuransi yang akan menjual dan mengelola insurtech kami harap komitmennya karena penjualan secara digital yang dilakukan platform insurtech yang boleh melakukan ke depan adalah perusahaan berbentuk pialang asuransi,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi melansir Antara di Jakarta, Kamis, 16 Juni 2022.

Perusahaan asuransi diharapkan menjual produk yang mudah dipahami dan memberikan kepastian pengembalian dana nasabah melalui klaim secara mudah. Pasalnya, dana ini sebelumnya dibayarkan nasabah sebagai premi.

Riswinandi memandang pemanfaatan perkembangan teknologi digital masih dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan industri asuransi secara efisien.

Apalagi saat ini masih banyak masyarakat yang telah beraktivitas menggunakan teknologi digital, tetapi belum memahami asuransi.

 

 


Selanjutnya

Pada 2019, berdasarkan survei literasi dan inklusi keuangan, hanya 31,26 persen responden yang telah memanfaatkan jasa keuangan digital dan hanya 9,9 persen yang menggunakan platform digital untuk membeli produk asuransi secara daring.

Hanya saja, tata cara pemasaran produk asuransi secara digital yang mengurangi keterlibatan agen pemasaran perlu diperketat, misalnya untuk Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI).

Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2022 tentang PAYDI yang diharapkan dapat mendorong perusahaan asuransi untuk mengutamakan prinsip perlindungan guna menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kami berharap surat edaran ini memberikan manfaat yang baik bagi perusahaan asuransi maupun calon nasabah yang akan membeli produk asuransi, jadi keduanya bisa betul-betul saling transparan,” ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya