SCMA Makin Agresif Kembangkan Vidio

Oleh Agustina Melani pada 29 Jun 2022, 15:18 WIB
Diperbarui 29 Jun 2022, 15:18 WIB
Paparan publik PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), Rabu (29/6/2022) (Foto: Liputan6.com/Agustina Melani)
Perbesar
Paparan publik PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), Rabu (29/6/2022) (Foto: Liputan6.com/Agustina Melani)

Liputan6.com, Jakarta - PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melalui entitas langsung PT Vidio Dot Com makin agresif mengembangkan platform vidio dengan mengembangkan sisi konten dan teknologi.

Surya Citra Media melalui Vidio fokus mengembangkan dan menayangkan konten lokal dan olahraga yang diminati masyarakat Indonesia untuk Vidio, platform Over The Top (OTT). Vidio.com, platform OTT lokal terkemuka di Indonesia memiliki pilihan konten terbanyak antara lain 1 juta VOD, 64 linear, 33 radio, 240 lebih e-Sports, dan lebih 3.100 live events. Vidio.com juga berkomitmen  dan agresif menghadirkan original series terbanyak dan terlaris di Indonesia. Original series terbanyak ini juga menjadikan kelebihan Vidio di antara OTT lainnya.

"Vidio Originals memiliki performa yang memecahkan rekor dengan adaptasi IP populer dan genre baru yang berbeda," ujar Direktur Utama PT Surya Citra Media Tbk, Sutanto Hartono saat paparan publik perseroan, Rabu (29/6/2022).

Dalam materi paparan publik perseroan, vidio original yang memecahkan rekor antara lain Married with Senior yang ditonton lebih dari 1,5 juta kali setelah tiga hari tayang. Kemudian My Nerd Girl memecahkan rekor VOS dan performa tertinggi all time, Cool Boy vs Cool Girl, adaptasi film yang menjadi seri yang paling banyak dibicarakan di media sosial, dan Suami-Suami Masa Kini yang mencatat long-form komedi pertama dengan starter rate SVOD tertinggi.

Sutanto menuturkan, meski OTT lain melakukan hal sama untuk pengembangan lokal konten, tetapi Vidio memiliki jumlah original series yang paling banyak ditawarkan ke masyarakat. Tayangan original series itu mendapatkan respons baik dari masyarakat.

"Data menggembirakan respons sangat baik. Menunjukkan ada peningkatan signifikan jumlah penonton, playing, tak kalah penting kita ukur subcription attribution jadi kalau kita berlanggan bersedia untuk bayar langganan. Kita monitor di masa lalu didominasi konten olahraga nonton liga satu dan liga Champion. Kita lihat pertumbuhan original series ikut mendominasi. Kita melihat balance jauh lebih sehat," ujar dia.

Sutanto menuturkan, untuk mengembangkan konten membutuhkan dana tidak sedikit. Salah satunya konten olahraga. Perseroan telah mendapatkan hak eksklusif untuk menayangkan World Cup dan EPL di semua platform. Perseroan mendapatkan hak eksklusif FIFA World Cup 2022 di Qatar dan FIFA U20 World Cup 2023 di Indonesia. Kemudian EPL untuk musim 2022/2023, 2023/2024, dan 2024/2025.

"Jadi kalau bicara Vidio, digital platform membutuhkan beberapa kebutuhan untuk pengembangan usaha konten. Konten tak murah. Di sini sudah announce, kita ingin agresif terutama ambil rights (hak eksklusif-red) English Premier League (EPL) mulai season ini hingga tiga season ke depan. World Cup membutuhkan dana tak sedikit," ujar dia.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Perkuat Vidio

Vidio
Perbesar
Ilustrasi aplikasi Vidio. (Foto: Vidio)

Sebelumnya, untuk akselerasi pertumbuhan dan memperkuat kepemimpinan Vidio sebagai pemimpin OTT di Indonesia, Vidio telah meraih pendanaan dari sejumlah investor strategis dengan total USD 195 juta. Rinciannya pada November 2021, Vidio memperoleh dana USD 150 juta dari AffinityEquity Partners. Kemudian pada 14 Juni 2022, Vidio memperoleh pendanaan USD 45 juta atau sekitar Rp 663,10 miliar (asumsi kurs Rp 14.735 per dolar Amerika Serikat) dari PT DSST Video Gemilang, entitas anak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi yang merupakan entitas anak pemilik klub sepak bola Bali United, Grab LA Pte Ltd dan penyerta modal lainnya.

Sutanto optimistis bisnis digital terutama Vidio makin berkembang ke depan meski saat ini masih dalam pengembangan investasi. Hal ini seiring masyarakat Indonesia yang akan terbiasa memakai platform streaming.

"Kami perkuat platform digital vidio.com. Memang digital ada masa transisi, masa investasi terlebih dahulu. Sukses di platform digital, kembangkan pengguna, konten dan teknologi yang kita perlukan pengembangkan sehingga pada saat ini investasi digital belum hasilkan keuntungan. Namun, kami yakin dengan adopsi makin tinggi pengguna atribution subcription terbukti kita melihat revenue growth di vidio luar biasa, berjalan waktu masyarakat Indonesia akan terbiasa gunakan platform streaming," ujar dia.


Sebar Dividen 2021

Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)

Sebelumnya, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2021 sebesar Rp 2,5 per saham.

Pembagian dividen itu telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan, Rabu, 29 Juni 2022. RUPST juga menyetujui pembentukan program kepemilikan saham manajemen dan karyawan atau management and employee stock ownership program/MESOP) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 260 juta lembar saham atau 0,35 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

“Dividen sebesar Rp 2,5 per lembar saham, lalu persetujuan keputusan untuk pengalihan sebagian saham treasuri untuk MESOP dengan jumlah sebanyak-banyaknya 260 juta atau 0, 35 persen dari modal disetor dan ditempatkan penuh perseroan,” ujar Direktur Utama PT Surya Citra Media Tbk Sutanto Hartono, saat paparan publik, Rabu (29/6/2022).

Sebelumnya, perseroan mencatat pendapatan Rp 5,93 triliun pada 2021. Pendapatan tersebut naik 16,25 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 5,1 triliun.

Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 17,3 persen menjadi Rp 1,34 triliun dari Rp 1,18 triliun pada 2020. Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 21,32 naik dari sebelumnya Rp 16,20.

 


Belanja Modal 2022

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan mengambil gambar layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Untuk belanja modal atau capital expenditure 2022, perseroan menyiapkan dana Rp 350 miliar. Belanja modal tersebut meningkat dari realisasi 2021 sekitar Rp 200 miliar. Dana belanja modal berasal dari kas perseroan. Sutanto mengatakan, dana belanja modal digunakan untuk fasilitas produksi konten dan infrastruktur.

“Terutama pengembangan dua hal fasilitas produksi konten dan kedua infrastruktur dibutuhkan untuk migrasi ke digital. Bahwa undang-undang mensyaratkan sebelum akhir tahun akan terjadi analog switch off, haruskan seluruh televisi persiapkan platform digital dan saat ini kami sudah lakukan itu,” ujar dia.

Adapun dari total 49 area, 44 area sudah beroperasional secara digital sejak ASO fase pertama dan dunia. Perseroan pun telah distribusikan 34.337 set to box (STB) kepada rumah-rumah keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia per 19 Juni 2022. “Tinggal lima lagi masih tunggu alokasi frekuensi tetapi secara infrastruktur sudah siap. Itu membutuhkan dana cukup besar untuk pengembangan tetapi ini program sudah dicanangkan dan kita dukung program pemerintah,” kata dia.

Hingga kuartal I 2022, perseroan mencatat pendapatan naik 9,3 persen menjadi Rp 1,53 triliun jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,40 triliun. Adapun laba periode berjalan turun 25 persen menjadi Rp 261,67 miliar selama tiga bulan pertama 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 349,07 miliar.

Total aset naik 2,3 persen menjadi Rp 10,14 triliun hingga Maret 2022 dari periode Desember 2021 sebesar Rp 9,91 triliun. Perseroan mencatat liabilitas turun 2,4 persen menjadi Rp 2,39 triliun hingga 31 Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 2,45 triliun. Total ekuitas perseroan naik 3,9 persen menjadi Rp 7,75 triliun hingga Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 7,46 triliun.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya