Ini Alasan Warren Buffett Indonesia Lo Kheng Hong Pilih Investasi Saham

Oleh Elga Nurmutia pada 24 Jun 2022, 19:37 WIB
Diperbarui 24 Jun 2022, 19:37 WIB
Investor kawakan, Lo Kheng Hong hadir dalam acara makan malam Sinarmas Sekuritas dengan nasabahnya pada Selasa, 21 Desember 2021. (Foto: Sinarmas Sekuritas)
Perbesar
Investor kawakan, Lo Kheng Hong hadir dalam acara makan malam Sinarmas Sekuritas dengan nasabahnya pada Selasa, 21 Desember 2021. (Foto: Sinarmas Sekuritas)

Liputan6.com, Jakarta - Investor yang juga dikenal sebagai Warren Buffet Indonesia Lo Kheng Hong mengungkapkan sejumlah alasan memilih investasi di pasar modal.

Lo Kheng Hong mengaku, investasi di saham karena perusahaan publik menghasilkan produk dan jasa bagi masyarakat.

"Kenapa saya memilih berinvestasi di bursa saham? Karena perusahaan publik itu menghasilkan produk dan jasa bagi hidup kita,” kata Lo Kheng Hong dalam  acara SimInvestival Goes to Campus, di Bandung, Jawa Barat Jumat (24/6/2022). 

Lo Kheng Hong juga memilih investasi di bursa saham karena perusahaan publik menciptakan lapangan kerja yang membuat bangsa dan negara menjadi sejahtera.

"Mengapa saya berinvestasi di Bursa Efek Indonesia? Karena perusahaan publik menciptakan lapangan pekerjaan lihat ada. Makin banyak lapangan pekerjaan tercipta, makin sejahtera bangsa dan negara kita. Makin besar Bursa Efek Indonesia, bangsa dan negara kita ada banyak lapangan pekerjaan tercipta,” ujar dia.

Selain itu, Warren Buffet Indonesia ini juga mengatakan, alasan menjadi investor saham karena perusahaan publik merupakan pembayar pajak yang besar.

"Mengapa saya memilih menjadi seorang investor saham? Karena perusahaan publik itu adalah pembayar pajak yang besar,” ujar dia.

Ia menambahkan, membayar pajak adalah bukti cinta terhadap negeri ini. "Bayar pajak adalah bukti cinta kita kepada negeri tercinta. Kalau dulu kita ingin membuktikan cinta kita kepada negeri tercinta ini kita harus sampai mengorbankan nyawa kita melawan penjajah Belanda. Sekarang tidak perlu mengorbankan nyawa, ya bayar pajak yang benar itu sudah membuktikan cinta kita kepada negeri tercinta,” ungkapnya.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pentingnya Investasi

Ilustrasi investasi (Foto: Unsplash/Austin Distel)
Perbesar
Ilustrasi investasi (Foto: Unsplash/Austin Distel)

Tak hanya itu, Lo Kheng Hong juga menegaskan, jangan sampai menyembunyikan penghasilan dan tidak menunggu amnesti pajak.

"Jangan sampai kita sembunyikan penghasilan kita. Kita tungguin amnesti pengampunan baru ikut pengampunan jangan ya, bayar pajak yang benar itu bukti kita cinta kita kepada negeri tercinta. Bangga bayar pajak,” kata dia.

Lo menyebutkan, di masyarakat Indonesia banyak yang berpikir seorang investor saham itu seorang penjudi tapi mungkin tidak pernah terpikir seorang investor bisa juga jadi pahlawan. 

"Bursa Efek Indonesia menawarkan imbal hasil tertinggi di antara bursa utama dunia bagi investor saham jangka panjang. Bursa Efek Indonesia memberikan imbal hasil tertinggi bagi investor jangka panjang bersyukur saya ada di dalamnya,” kata Lo Kheng Hong.

 


Alasan Pegang Saham Ketimbang Instrumen Investasi Lain

(Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)

Masih dalam kesempatan yang sama, Lo juga menceritakan selama kerja di bank 17 tahun tapi tidak menaruh uang di bank. Namun, ia harus investasi.

"Kalau kita taruh uang di bank uang kita tambah hari tambah kecil. Jadi kalau kita taruh uang kita di bank kita sepertinya membuat diri kita miskin secara pelan-pelan digerogoti oleh inflasi yang kecil jadi uang kita itu harus kita investasi," kata Lo Kheng Hong.

ia juga mengaku tidak beli obligasi karena bunganya tidak besar,  dan tidak beli emas karena emas tidak produktif.

"Saya juga tidak pegang dollar ya padahal rupiah terus melemah terhadap dolar ya, saya tidak pegang, terus rupiah melemah terhadap dolar tapi saya tidak pegang. Karena saya takut, biasanya orang yang pegang dolar itu selalu mengharapkan yang buruk yang terjadi, jadi saya takut saya nggak mau megang dolar,” tutur dia.

Lo Kheng Hong mengaku lebih suka memegang saham, karena menurut dia orang yang memegang saham itu selalu mengharapkan yang baik. 


Ingin Belajar Investasi Saham hingga Mahir? Begini Caranya

Ilustrasi investasi, investasi saham (Photo by Tech Daily on Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi investasi, investasi saham (Photo by Tech Daily on Unsplash)

Sebelumnya, memasuki tahun baru, kita sering membuat resolusi, harapan dan target. Akan tetapi, rasanya tidak lengkap jika pada 2022 belum memasukkan investasi sebagai daftar yang harus diwujudkan. Terutama dalam kondisi pandemi COVID-19, investasi penting dimiliki setiap kalangan. 

Terlebih harapan pemulihan ekonomi mulai nyata, sejalan dengan vaksinasi yang hampir merata di Indonesia, sehingga tak ada alasan untuk menunda investasi, berikut  memanfaatkan January Effect yang disebut sebagai bulan terbaik memulai investasi saham, karena nilainya yang biasa meningkat pada awal tahun.

Seperti dikemukakan investor kawakan, Lo Kheng Hong dalam acara dinner bersama nasabah SimInvest, aplikasi dari Sinarmas Sekuritas, bahwa salah satu keuntungan berinvestasi di bursa saham adalah kesempatan untuk mendapatkan keuntungan besar.

"Kesempatan orang memiliki sesuatu yang mahal, tapi membelinya dengan harga murah, itu hanya ada di bursa saham,” ujar Lo Kheng Hong dikutip dari keterangan tertulis Jumat (7/1/2022).

Untuk meraihnya, investor harus memiliki wawasan tentang ekonomi, mengenal situasi pasar modal, mengenal emiten dan memiliki strategi yang cocok ketika masuk ke pasar modal.

Belajar Berinvestasi

Ibarat bertempur tanpa senjata, sulit untuk bertahan hidup. Begitu juga investasi tanpa wawasan membuat investor rentan mengalami kegagalan.

"Kunci keberhasilan investor itu cuma satu, yaitu membaca. Membaca semua informasi yang berkaitan dengan ekonomi dan emiten tersebut,” ujar Lo Kheng Hong.


Belajar Melalui SimInvestLab

PT Sinarmas Sekuritas meluncurkan aplikasi investasi SimInvest.
Perbesar
PT Sinarmas Sekuritas meluncurkan aplikasi investasi SimInvest.

Salah satu platform yang membantu investor, baik pemula maupun kawakan belajar ekonomi serta seluk beluk saham adalah SimInvestLab.

Di sana, tersedia referensi sesuai dengan grade investor atau calon investor, guna membantu mereka mengambil keputusan keputusan investasi.

Bahkan selain dapat belajar langsung dari pakar pasar modal, mulai dari analis Sinarmas Sekuritas hingga tokoh yang sudah malang melintang di dunia investasi, penggunanya juga berkesempatan mendapatkan beragam hadiah menarik, jika mampu menyelesaikan kuis yang muncul di setiap level. Hadiah utama atau grand prize yang tersedia adalah unit apartemen di BSD City, Tangerang Selatan.

Sosok yang dijuluki Warren Buffett Indonesia ini, mengingatkan agar investasi dilakukan bukan karena rekomendasi teman atau orang lain, tapi karena sang investor telah melakukan analisis mendalam. Sehingga tidak timbul penyesalan di masa depan atas keputusan investasi yang telah dilakukan.

"Bila tidak belajar dan membaca serta sabar. Jangan harap bisa sukses menjadi investor,” kata Lo Kheng Hong.

Belum lama ini SimInvestLab baru saja melakukan pengundian untuk peserta level beginner dengan total ratusan hadiah seperti : Sepeda Polygon Strategos S5, Saldo Rekening Dana Nasabah (RDN), Voucher Belanja MAP, dan Reksa Dana Sinarmas Asset Management, Danamas Rupiah.

Kapan lagi berinvestasi sekaligus mendapatkan hadiah dengan nilai total miliaran Rupiah? Segera mulai belajar investasi di SimInvestLab.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya