Ikuti McDonalds, Cisco hingga Nike Hengkang dari Rusia

Oleh Elga Nurmutia pada 24 Jun 2022, 16:43 WIB
Diperbarui 24 Jun 2022, 16:43 WIB
Demi Kesehatan Mental, Nike Beri Cuti Seminggu untuk Seluruh Karyawan
Perbesar
Ilustrasi Nike. (dok. Thomas Serer/Unsplash.com)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan Amerika Serikat (AS), Cisco Systems dan Nike berencana untuk sepenuhnya keluar dari Rusia. Hal itu diungkapkan kedua perusahaan tersebut kepada Reuters pada Kamis, 23 Juni 2022 sementara laju kepergian perusahaan-perusahaan barat semakin cepat.

Melansir Channel News Asia, produsen peralatan telekomunikasi Cisco akan menghentikan bisnisnya di Rusia dan Belarusia. Nike akan keluar sepenuhnya dari Rusia tiga bulan setelah menangguhkan operasinya di sana.

Perusahaan asing yang ingin keluar dari Rusia karena perang di Ukraina menghadapi prospek undang-undang baru yang akan disahkan dalam beberapa minggu mendatang yang memungkinkan Moskow untuk menyita aset dan menjatuhkan hukuman pidana. Itu telah mendorong beberapa bisnis untuk mempercepat keberangkatan mereka.

"Apa yang tadinya tetesan menjadi aliran deras", kata Seorang profesor ilmu politik di Universitas Massachusetts, Paul Musgrave, ditulis Jumat (24/6/2022).

Cisco menangguhkan operasi bisnis, termasuk penjualan dan layanan, di Rusia pada Maret. "Kami sekarang telah membuat keputusan untuk memulai penghentian bisnis kami secara teratur di Rusia dan Belarusia," katanya dalam sebuah pernyataan email pada Kamis.

Awal bulan ini, saingan Cisco, International Business Machines Corp, mulai menghentikan bisnisnya di Rusia dan Microsoft mengatakan telah melakukan pemotongan substansial untuk bisnisnya di Rusia. Penarikan perusahaan teknologi top seperti Cisco, IBM dan Microsoft membatasi akses ke peralatan penting untuk bisnis dan rumah tangga Rusia. Mereka sekarang mungkin harus bergantung pada peralatan yang lebih tua dan alternatif domestik.

Sementara itu, Cisco telah menawarkan opsi relokasi kepada beberapa ratus karyawannya di negara-negara tersebut, katanya. Perusahaan tidak mengungkapkan negara mana yang ditawarkan kepada karyawan sebagai lokasi alternatif.

 

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Susul McD dan Renault

McDonald's Bakal Keluar Moskow Usai 32 Tahun Operasional
Perbesar
Menara Kremlin tercermin di jendela restoran McDonald's yang tutup di Moskow, Rusia pada 16 Mei 2022. Dalam sebuah pernyataan McDonald's mengatakan: "Setelah lebih dari 30 tahun beroperasi di negara itu, McDonald's Corporation mengumumkan akan keluar dari pasar Rusia dan telah memulai proses untuk menjual bisnis Rusia-nya." (Natalia KOLESNIKOVA / AFP)

Perusahaan menuju keluar mungkin berjuang untuk kembali, kata Musgrave. "Ini menghadirkan peluang bagi perusahaan domestik di beberapa pasar tetapi bahkan lebih untuk merek dari China dan tempat lain untuk membuat terobosan," ujar dia.

Nike mengatakan pada 3 Maret 2022 mereka akan menangguhkan sementara operasi di semua toko yang dimiliki dan dioperasikan Nike di Rusia. Sekarang telah memutuskan untuk pergi sepenuhnya. Hal itu diungkapkan pada Kamis.

Cisco dan Nike bergabung dengan McDonald's dan Renault untuk keluar sepenuhnya dari Rusia. Lebih banyak perusahaan diperkirakan pergi dalam beberapa minggu mendatang menjelang undang-undang baru.

Undang-undang tersebut, yang dapat diberlakukan dalam beberapa minggu, memungkinkan Rusia untuk menunjuk administrator atas perusahaan yang dimiliki oleh orang asing di negara-negara tidak bersahabat, yang ingin keluar dari Rusia karena konflik dengan Ukraina menyeret ekonominya. Saingan Nike, Adidas, mengatakan pada Maret kalau menutup toko-toko di Rusia dan menghentikan penjualan online.

Adidas saat ini tidak memiliki rencana untuk melanjutkan bisnis di Rusia, kata perusahaan pakaian olahraga Jerman itu kepada Reuters, Kamis.

"Pengoperasian toko Adidas dan ritel online Adidas di Rusia terus ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut, ini juga berlaku untuk pengiriman barang ke Rusia," katanya dalam pernyataan melalui email.

 


Pilih Hengkang dari Rusia, Perusahaan Tambang Emas Kanada Jual Aset Rp 9,76 Triliun

Asap mengepul dari pabrik baja Azovstal di Mariupol, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, Ukraina timur, saat perang antara Rusia Ukraina. (AP Photo/Alexei Alexandrov, File)
Perbesar
Asap mengepul dari pabrik baja Azovstal di Mariupol, di wilayah di bawah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, Ukraina timur, saat perang antara Rusia Ukraina. (AP Photo/Alexei Alexandrov, File)

Sebelumnya, Perusahaan tambang emas yang berbasis di Kanada, yakni Kinross Gold Corp sepakat menjual asetnya di Rusia ke perusahaan yang dikendalikan oleh raja tambang Vladislav Sviblov. 

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (8/4/2022) nilai penjualan aset Kinross Gold mencapai USD 680 juta atau setara dengan Rp 9,76 triliun (Asumsi kurs Rp 14.380 per USD).

Keputusan ini merupakan wujud komitmen perusahaan tersebut untuk keluar dari Rusia setelah invasi di Ukraina.

Sementara itu, sebagian besar uang tunai terkait penjualan ke Highland Gold Mining Ltd. ditangguhkan sementara.

Kinross Gold akan menerima USD 100 juta pada penutupan dan USD 150 juta tahun depan, dengan sisanya jatuh tempo antara 2024 dan 2027, demikian menurut keterangan produsen emas itu.

Kinross awalnya mengindikasikan akan melanjutkan operasinya di Rusia, yang berada di Timur Jauh negara itu dan produksinya diproyeksikan mencapai sekitar 13 persen tahun ini.

Tetapi rencana itu berubah arah pada awal Maret 2022, dengan menangguhkan operasi di tambang Kupol dan proyek Udinsk serta memulai pencarian pembeli.

Kesepakatan tersebut juga menunggu persetujuan pemerintah Rusia dan penyelesaian perjanjian tambahan, "yang merupakan rintangan yang berpotensi berat," kata analis Keuangan Bank Nasional, Mike Parkin dalam sebuah catatan.

Namun, kesepakatan itu "cukup adil jika melihat nilainya mengingat situasi saat ini," ujar dia.


Saham Kinross Gold Naik

Saham Kinross naik 0,1 persen menjadi C USD 7,51 di Toronto. Saham telah naik 2,3 persen tahun ini, tertinggal dari kenaikan 4,1 persen dari indeks acuan Kanada yitu S&P/TSX Composite.

Sebagai informasi, Fortiana Holdings Ltd milik Sviblov mengambil alih Highland pada tahun 2020 setelah membeli 40 persen saham dari miliarder Roman Abramovich dan investor lainnya dalam kesepakatan sekitar USD 1,4 miliar.

Dilansir dari laman website resminya kinross.com, Kinross Gold Corp adalah perusahaan tambang emas yang berbasis di Toronto, Kanada.

Didirikan pada 1993, Kinross mempekerjakan sekitar 9.000 orang di seluruh dunia.

Di laman resminya, perusahaan ini mengatakan pihaknya "berfokus untuk memberikan nilai melalui keunggulan operasional, kekuatan neraca, pertumbuhan yang disiplin, dan penambangan yang bertanggung jawab". 

Selain itu, Kinross juga memiliki beragam portofolio tambang dan proyek di Amerika Serikat, Brasil, Chili, Ghana, Mauritania, dan Rusia.

Perusahaan tambang emas itu kini dipimpin oleh J. Paul Rollinson, sebagai President and Chief Executive Officer, dan Geoffrey P. Gold, sebagai Executive Vice-President, Corporate Development, External Relations & Chief Legal Officer. 

Di Rusia, Kinross memiliki sejarah operasi selama lebih dari 25 tahun dan mengoperasikan tambang Kupol berkualitas tinggi dan berbiaya rendah di wilayah Chukotka di negara itu.

Sebelum ditangguhkan, proyek Udinsk di Khabarovsk Krai, sedang dalam tahap studi kelayakan.

Sebelum menjual asetnya, Kinross Gold menargetkan pertumbuhan produksi 2022 sebesar 2,65 persen.

Sementara pada 2023, perusahaan ini mengharapkan pertumbuhan produksi sebesar 2,8 persen. Namun, pertumbuhan produksi 2024 ditargetkan hanya 2,6 persen.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya