IHSG Bakal Naik Terbatas, Cermati Saham Pilihan BNI Sekuritas

Oleh Agustina Melani pada 22 Jun 2022, 09:09 WIB
Diperbarui 22 Jun 2022, 09:09 WIB
Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - BNI Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (22/6/2022) menguat terbatas dan masih dalam tren penurunan. Investor dapat mencermati saham BBRI, PTBA, TLKM dan BRPT.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar menuturkan, secara teknikal, IHSG terlihat berpeluang naik terbatas masih rawan distribusi, dari candle bullish breakaway dan peluang isi gap di level 7.063.

"Trend bullish, selama di atas 6.924, berpeluang menuju 7.051-7.160 (high minggu lalu di 7.138). IHSG closing di atas 5 day MA (7.002). Indikator MACD netral, Stochastich oversold. Selama di atas 6.924, berpeluang menuju (sebelumnya target 6.888 - 7.209 gap tercapai) 7.138 - 7.257. Range breakout berada di 6.856 - 7.138,” ujar Andri dalam risetnya, Rabu, 22 Juni 2022.

Adapun level resistance pada perdagangan hari ini berada di level 7.063/7.100/7.138/7.186. Sementara untuk level support berada di 7.016/6.985/6.924/6.886. Perkiraan range 7.000 - 7.100.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Leisyaputra mengatakan, pada perdagangan kemarin Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 2,15 persen, sementara indeks S&P 500 naik lebih kuat 2,45 persen, begitu juga dengan indeks Nasdaq yang menguat signifikan sebesar 2,51 persen.

"Kenaikan ini seiring dengan penilaian investor terhadap langkah the Fed yang lebih agresif. Sektor energi mencatat kenaikan yang tertinggi di S&P 500 setelah adanya kenaikan harga minyak. Harga minyak WTI naik hampir 1 persen menjadi USD 110,65 per barel,: ujar Maxi.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Saham Pilihan

Pembukaan-Saham
Perbesar
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, bursa Asia Pasifik pada perdagangan kemarin menguat. Beberapa indeks yang mencatat kenaikan signifikan adalah Nikkei, Hang Seng dan S&P/ASX 200.

Seiring kondisi pasar saat ini, investor dapat mencermati saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan rekomendasi speculative buy target 4.430/4.530 stop loss di bawah 4.340/4.250. Kemudian saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan rekomendasi speculative buy target 4.130/4.220 stop loss di bawah 3.910/3.780.

Investor juga dapat mencermati saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan rekomendasi buy di atas 4.110 target 4.150/4.200 stop loss di bawah 4.010. Sementara saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) direkomendasikan speculative buy dengan target 810/835 stop loss di bawah 700.


Penutupan IHSG Selasa 21 Juni 2022

IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak perkasa pada perdagangan Selasa, 21 Juni 2022. Akan tetapi, investor asing melakukan aksi jual saham.

Pada penutupan perdagangan, Selasa, 21 Juni 2022, IHSG melonjak 0,97 persen ke posisi 7.044,07.  Indeks LQ45 menanjak 1,12 persen ke posisi 1.018,04. Seluruh indeks acuan kompak menghijau.

IHSG berada di level tertinggi 7.049,90 dan terendah 6.967,62. Sebanyak 352 saham menguat dan 190 saham melemah. 145 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.211.908 kali. Total volume perdagangan 24,4 miliar saham.

Nilai transaksi harian Rp 13,6 triliun. Investor asing jual saham Rp 439,03 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.770.

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham TNCA melonjak 24,86 persen

-Saham FORU melonjak 24,56 persen

-Saham MRAT melonjak 24,35 persen

-Saham RIGS melonjak 20,80 persen

-Saham GPSO melonjak 20,37 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham INRU melemah 6,98 persen

-Saham KINO melemah 6,96 persen

-Saham ASPI melemah 6,93 persen

-Saham BAPA melemah 6,93 persen

-Saham RDTX melemah 6,90 persen


Penutupan Wall Street 21 Juni 2022

(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Selasa, 22 Juni 2022. Hal ini seiring investor menilai bank sentral AS atau the Federal Reserve lebih agresif dan meningkatnya peluang resesi.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melonjak 641,47 poin atau 2,15 persen menjadi 30.530,25. Indeks S&P 500 menguat 2,45 persen menjadi 3.764,79. Indeks Nasdaq bertambah 2,51 persen menjadi 11.069,30. Adapun wall street libur pada Senin, 21 Juni 2022 untuk merayakan Juneteenth.

Pergerakan wall street ikuti koreksi pekan lalu dengan indeks S&P 500 mencatat mingguan terburuk sejak 2020. Banyak investor khawatir kenaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran resesi mungkin berumur pendek, meski yang lain memperkirakan saham mungkin jenuh jual setelah harga lebih akurat terkait tekanan inflasi.

“Pertanyaan yang luar biasa adalah apakah ini hanya sebuah bouncing atau bottom,” ujar Chief Investment Strategist CFRA Research Sam Stovall dikutip dari CNBC, Rabu (22/6/2022).

Stoval prediksi indeks S&P 500 dapat kembali melemah ke posisi 3.200 sebelum pulih, atau penurunan lebih dari 30 persen dari rekor tertingginya.

Pantulan besar semacam ini sudah biasa selama pasar bearish. Indeks S&P 500 telah melonjak lebih dari 2 persen pada 10 kesempatan lain sejak penurunan ini dimulai pada awal Januari sehingga membuat saham lebih rendah. Sejumlah investor kenaikan ini menjadi salah satu yang menandai pergantian terutama tanpa berita dan katalis yang jelas mendorongnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya