Anak Usaha Sarana Menara Nusantara Kantongi Tambahan Pinjaman Rp 1,5 Triliun dari BCA

Oleh Agustina Melani pada 21 Jun 2022, 07:34 WIB
Diperbarui 21 Jun 2022, 07:34 WIB
Ilustrasi pinjaman (Foto: Unsplash/Scott Graham)
Perbesar
Ilustrasi pinjaman (Foto: Unsplash/Scott Graham)

Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya mendapatkan tambahan fasilitas pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun dari Bank Central Asia (BCA).

PT Sarana Menara Nusantara Tbk menyampaikan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (21/6/2022), mengenai penandatanganan perjanjian perubahan ke-12 pada 16 Juni 2022 antara BCA dengan  anak usaha Sarana Menara Nusantara.

Anak usaha perseroan tersebut PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte), PT Komet Infra Nusantara (KIN), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), PT BIT Teknologi Nusantara (BIT), PT Quatrtro International (QTR), dan PT Global Indonesia Komunikatama (GIK).

“Perjanjian perubahan keduabelas ini merupakan perubahan atas fasilitas kredit berdasarkan Rp 500 miliar revolving loan facility agreement pada 21 Desember 2016 yang telah mengalami beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir sebagaimana dimuat dalam perjanjian perubahan kesebelas 4 Maret 2022,” tulis manajemen perseroan.

Manajemen Sarana Menara Nusantara menyatakan seiring perjanjian perubahan keduabelas, para pihak telah sepakat untuk menambahkan peminjam pada perjanjian fasilitas dan menambahkan fasilitas kredit investasi 6 sejumlah Rp 1,5 triliun untuk Protelindo, Iforte, KIN, SUPR, BIT, QTR dan GIK.

“Atas fasilitas I ini, Protelindo, Iforte, KIN, SUPR, BIT, QTR, dan GIK bertanggungjawab secara tanggung renteng terhadap seluruh kewajiban yang ada. Jangka waktu fasilitas I adalah sampai dengan 31 Desember 2022,” tulis manajemen perseroan.

Perjanjian perubahan keduabelas ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 42 karena seluruh pihak secara tidak langsung dimiliki dan dikendalikan oleh keluarga Robert Budi Hartono dan keluarga Michael Bambang Hartono.

Manajemen Sarana Menara Nusantara (TOWR) menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan atas ditandanganinya perjanjian perubahan keduabelas oleh Protelindo, Iforte, KIN, SUPR, BIT, QTR dan GIK.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Anak Usaha Sarana Menara Nusantara Kantongi Pinjaman Rp 1 Triliun

IHSG Menguat
Perbesar
Layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menandatangani perjanjian kredit pinjaman berjangka dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk.

Protelindo telah menandatangani perjanjian kredit dengan BNI pada 9 Juni 2022 dengan nilai Rp 1 triliun. Tujuan perjanjian kredit itu untuk tujuan umum perusahaan Protelindo. Jangka waktu pinjaman 60 bulan dari tanggal penandatanganan perjanjian kredit.

Manajemen PT Sarana Menara Nusantara Tbk menyatakan perjanjian kredit yang diteken itu bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.

Perjanjian kredit tersebut juga bukan termasuk transaksi afiliasi maupun transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan.

"Tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan atas penandatanganan perjanjian kredit oleh Protelindo,” tulis Sarana Menara Nusantara.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 10 Juni 2022, saham TOWR melemah 2,13 persen ke posisi Rp 920 per saham. Saham TOWR berada di level tertinggi Rp 940 dan terendah Rp 920 per saham. Total volume perdagangan 64.004.189. Nilai transaksi Rp 59,3 miliar. Total frekuensi perdagangan 8.595 kali.


Kantongi Pinjaman Rp 3 Triliun dari Bank Mandiri

IHSG Menguat
Perbesar
Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Protelindo, Iforte, dan Solusi Tunas Pratama telah teken perjanjian kredit dan penanggungan dengan Bank Mandiri pada 25 Mei 2022.

Adapun perjanjian kredit dan penanggungan itu senilai Rp 3 triliun dengan rincian fasilitas A senilai Rp 2,5 triliun yang digunakan oleh Protelindo dan fasilitas B senilai Rp 500 miliar yang digunakan oleh Iforte. Pinjaman itu untuk mendukung kebutuhan umum perusahaan Protelindo dan Iforte dengan jangka waktu 36 bulan.

Berdasarkan perjanjian kredit dan penanggungan, Solusi Tunas Pratama akan menjamin kewajiban dari Protelindo dan Iforte sehubungan dengan perjanjian kredit dan penanggungan. Adapun perjanjian kredit dan penanggungan diatur dan tunduk pada hukum negara Republik Indonesia.

Struktur pemberian pinjaman dengan konsep pemberian pertanggungan oleh STP akan memungkinkan Protelindo dan Iforte memperoleh pembiayaan dengan syarat dan kondisi lebih baik.

“Hal mana tidak akan dapat dicapai apabila STP bukan merupakan pihak terafiliasi. Pembeian fasilitas diharapkan dapat menunjang kegiatan usaha Protelindo dan Iforte yang mana secara konsolidasi juga akan berdampak positif bagi perseroan,” tulis manajemen perseroan.

 


Jadwal Pembayaran Dividen

Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)

Sebelumnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membagikan dividen untuk tahun buku 2021 sebesar Rp 1,2 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (2/6/2022), PT Sarana Menara Nusantara Tbk membagikan dividen tunai Rp 24,1 per saham. Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim tunai Rp 6  per saham atau sekitar Rp 298,79 miliar kepada pemegang saham pada 22 Desember 2021.

Perseroan akan membagikan sisa dividen tunai sebesar Rp 901 miliar atau sekitar Rp 18,1 per saham.

Selain bagikan dividen, sisa laba bersih perseroan akan dialokasikan dan dibukukan sebagai dana cadangan Rp 100 juta dan sisanya laba ditahan untuk menambah modal kerja perseroan.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 20,85 persen menjadi Rp 3,42 triliun pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,83 triliun.  Perseroan mencatat pendapatan tumbuh 15,98 persen menjadi Rp 8,63 triliun pada 2021 jika dibandingkan 2020 sebesar Rp 7,44 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen perseroan untuk tahun buku 2021:

-Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen pasar regular dan pasar negosiasi pada 7 Juni 2022

-Awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen atau ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 8 Juni 2022

-Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen di pasar tunai pada 9 Juni 2022

-Awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen atau ex dividen pasar tunai pada 10 Juni 2022

-Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen pada 9 Juni 2022

-Pembayaran dividen pada 30 Juni 2022

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya