Intip Laju Saham Telkom pada 6-10 Juni 2022

Oleh Agustina Melani pada 10 Jun 2022, 22:02 WIB
Diperbarui 10 Jun 2022, 22:02 WIB
Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) cenderung lesu selama sepekan, tepatnya 6-10 Juni 2022.

Mengutip data RTI, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ditutup melemah 0,74 persen ke posisi Rp 4.020 per saham. Saham TLKM berada di level tertinggi Rp 4.080 dan terendah Rp 4.000 per saham. Total volume perdagangan saham 208.953.135 saham dan nilai transaksi Rp 842,6 miliar. Total frekuensi perdagangan 20.419 kali.

Koreksi saham TLKM itu di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan. IHSG merosot 1,34 persen ke posisi 7.086,64.  Indeks LQ45 anjlok 1,73 persen ke posisi 1.019,23. Seluruh indeks acuan kompak tertekan.

Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.160,11 dan terendah 7.051,22. Sebanyak 387 saham melemah sehingga menekan IHSG. 146 saham menguat dan 160 saham diam di tempat.

Selama pekan ini, saham TLKM cenderung lesu. Pada Senin, 6 Juni 2022, saham TLKM sempat naik 0,70 persen ke posisi Rp 4.340 per saham. Namun, penguatan saham TLKM hanya sementara. Pada Selasa, 7 Juni 2022, saham TLKM merosot 2,07 persen ke posisi Rp 4.250 per saham.

Koreksi saham TLKM berlanjut pada Rabu, 8 Juni 2022. Saham TLKM susut 3,53 persen ke posisi Rp 4.100 per saham. Saham TLKM kembali melemah pada perdagangan Kamis, 9 Juni 2022. Saham TLKM merosot 1,22 persen ke posisi Rp 4.050 per saham.  

Selanjutnya saham TLKM tergelincir 0,74 persen ke posisi Rp 4.020 per saham pada 10 Juni 2022. Koreksi tersebut membuat kapitalisasi pasar saham TLKM Rp 398 triliun jelang akhir pekan ini. Kapitalisasi pasar saham Telkom berada di posisi empat di antara 10 jajaran kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kucurkan Pinjaman ke Telkomsat

Telkom Indonesia.
Perbesar
PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom).

Sebelumnya, manajemen PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait shareholder loan kepada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat). Telkom Indonesia menargetkan fasilitas shareholder loan mencapai Rp 1,2 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (4/6/2022), manajemen Telkom Indonesia mengatakan, target fasilitas shareholder loan Rp 1,2 triliun, dengan pencairan dilakukan bertahap sesuai dengan penyerapan biaya dalam proses pembangunan satelit.

Total pencairan shareholder loan yang sudah dilakukan hingga kini sebesar Rp 866 miliar. Rinciannya antara lain:

Tahap pertama November 2021 sebesar Rp 221 miliar

Tahap dua Desember 2021 sebesar Rp 132 miliar

Tahap tiga Maret 2022 sebesar Rp 397 miliar

Tahap empat Mei 2022 sebesar Rp 116 miliar

Perseroan telah melakukan transaksi afiliasi berupa shareholder loan kepada Telkomsat pada 13 Mei 2022 senilai Rp 116 miliar. "Pemberian shareholder loan kepada Telkomsat pada 13 Mei 2022 merupakan kelanjutan dari pendanaan proyek atas shareholder loan sebelumnya yaitu investasi satelit HTS,” ujar dia.

Adapun pinjaman tersebut bertenor tujuh tahun dengan grace periode tiga tahun. Shareholder loan memiliki jangka waktu JIBOR tiga bulan +2,5 persen.

Selain itu, Telkom juga menjelaskan mengenai pendirian PT Fita Sehat Nusantara (Fita) dan PT Kuncie Pintar Nusantara (Kuncie).

 


Pengembangan Fita dan Kuncie

Telkom kembali raih penghargaan.
Perbesar
PT Telkom Indonesia (Persero) kembali berhasil meraih penghargaan dari pihak eksternal.

Manajemen Telkom menyatakan, saat ini PT Telkomsel Ekosistem Digital (TED) dengan merek perusahaan yang diberi nama INDICO, PT Fita Sehat Nusantara (Fita), dan Kuncie Pintar Nusantara (Kuncie) telah melakukan kegiatan operasional.

Dalah kegiatan operasionalnya, Fita merupakan platform kesehatan yang menyediakan program gaya hidup sehat, konten relevan, serta fitur yang bertujuan mendorong masyarakat membangun kebiasaan baik, dan menerapkan gaya hidup lebih sehat sebagai betuk pencegahan agar tidak mudah terserang penyakit. "Sampat saat ini Fita telah dipercaya oleh lebih dari satu juta pengguna terdaftar,” tulis manajemen Telkom.

Sementara itu, Kuncie merupakan platform pembelajaran yang menyediakan akses bagi para mentor baik individual maupun institusi yang memudahkan mereka untuk membuka kelas online, menjual materi pembelajaran premium, dan mengadakan webinar, untuk melayani para entrepreneur dan profesional di Indonesia yang ingin belajar topik-topik yang dapat membantu meningkatkan skill mereka. "Saat ini Kuncie telah melayani lebih dari satu setengah juta pengguna terdaftar,” tulis manajemen Telkom.

Adapun pemakaian dana dari penyertaan modal dari Telkomsel kepada PT Telkomsel Ekosistem Digital (INDICO) akan digunakan untuk pengembangan platform digital dan mendukung pertumbuhan bisnis portofolionya.

 


Tebar Dividen 2021

Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)

Sebelumnya, pemegang saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 14,86 triliun.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menguraikan, besaran itu setara 60 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2021.

“RUPS menyetujui pembagian dividen Rp 14,86 triliun atau 60 persen dari perolehan laba bersih perseroan di 2021,” ungkap Ririek dalam konferensi pers usai RUPST Perseroan, Jumat (27/5/2022).

Sisanya sebesar 40 persen atau Rp 9,9 triliun akan digunakan sebagai laba ditahan dan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan di bidang digital connectivity dan digital services. Di antaranya penguatan data center dan penguatan kapabilitas cloud.

“Dengan besaran dividen tersebut pemegang saham akan menerima 149,97 per lembar saham,” imbuh Ririek.

Telkom Indonesia meraup laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 24,76 triliun pada 2021.

Laba tersebut naik 19,01 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 20,80 triliun. Perseroan mencatat laba per saham dasar naik menjadi 249,94 pada 2021 dari 2020 sebesar 210,01.

Raihan itu sejalan dengan kenaikan pendapatan sepanjang tahun lalu. Di mana perseroan berhasil meraup pendapatan Rp 143,21 triliun pada 2021. Realisasi pendapatan ini tumbuh 4,94 persen dari periode 2020 sebesar Rp 136,46 triliun.

Selain pemegang saham menyepakati tidak ada perubahan kepengurusan perseroan dalam RUPS tahunan kali ini.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya