Co-Founder Gojek Kevin Aluwi Perkuat Jajaran Komisaris GOTO

Oleh Elga Nurmutia pada 06 Jun 2022, 16:54 WIB
Diperbarui 06 Jun 2022, 16:54 WIB
Paparan publik IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Selasa (15/3/2022) (Dok: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk)
Perbesar
Paparan publik IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Selasa (15/3/2022) (Dok: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan agenda dan panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan diselenggarakan pada 28 Juni 2022 yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Salah satu agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) GoTo adalah perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi GoTo

Co-Founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi, yang saat ini menjabat sebagai Direktur GoTo, akan bertransisi dari jabatan eksekutifnya di Gojek untuk memperkuat jajaran komisaris di GoTo.

Kevin akan mendukung manajemen GoTo dalam mencapai visi dan misinya untuk mendorong kemajuan bagi para pengguna dan mitra di dalam ekosistem Perusahaan, serta masyarakat di mana GoTo beroperasi.

Dalam perannya sebagai Dewan Komisaris GoTo nanti, Kevin akan fokus dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik di Gojek sebagai bagian dari komitmen perusahaan menuju ‘nol emisi’ pada 2030.

Kevin juga akan menjadi bagian dari anggota Dewan Komisaris Electrum, perusahaan patungan Gojek dan TBS Energi Utama yang fokus pada pembangunan ekosistem kendaraan listrik roda dua yang terintegrasi dan holistik di Indonesia.

Setelah mendapat persetujuan pemegang saham, peran dan tanggung jawab Kevin sebagai CEO Gojek akan dipegang oleh Andre Soelistyo yang juga menjabat sebagai CEO GoTo. Andre akan bekerja secara erat bersama tim manajemen Gojek untuk menjalankan strategi bisnis on-demand GoTo.

“Saya sangat bangga dan bersyukur dapat membangun Gojek menjadi layanan on-demand terdepan yang digunakan jutaan masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara,” ujar Kevin, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (6/6/2022).

Ia menambahkan, Gojek, dipimpin oleh tim manajemen yang solid dan berpengalaman, berhasil mencetak kinerja yang menggembirakan dengan peningkatan pendapatan kotor sebesar 58 persen pada kuartal I 2022, sejalan dengan pemulihan di bisnis mobilitas.

“Saya sangat optimis mengenai masa depan Gojek, terlebih dengan terbentuknya GoTo tahun lalu dan tercatatnya GoTo sebagai perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia,” kata dia.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Rencana Kevin Aluwi

Paparan publik penawaran umum perdana saham (IPO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Selasa (15/3/2022) (Foto: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk)
Perbesar
Paparan publik penawaran umum perdana saham (IPO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Selasa (15/3/2022) (Foto: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk)

Kevin menuturkan, pihaknya telah berinvestasi signifikan dalam membangun tim manajemen yang tangguh dengan berbagai latar belakang dan pengalaman, serta membangun nilai-nilai perusahaan dengan etos kerja tinggi.

"Saya sangat optimis bahwa tim manajemen Gojek, di bawah kepemimpinan Andre yang solid, akan terus menjalankan strategi untuk memperkuat layanan on-demand yang telah menjadikan Gojek bagian penting dari Grup GoTo,” ujar dia.

"Setelah hampir satu dekade memimpin Gojek, saya merasa ini waktu yang tepat untuk mengambil peran lebih strategis yang tidak bersinggungan langsung dengan operasional sehari-hari. Dalam kapasitas sebagai komisaris nanti, saya akan terlibat di level strategis bersama dengan manajemen GoTo untuk memastikan tercapainya visi dan misi Perusahaan,” ia menambahkan.

Selain itu,pada saat yang sama, Kevin juga akan memiliki waktu lebih untuk mengembangkan minat pribadi di bidang teknologi.

"Saya sangat ingin membangun teknologi yang bermanfaat yang dapat membuat dunia menjadi lebih baik. Beberapa area yang saya sangat tertarik dan akan eksplorasi lebih dalam adalah di bidang web3, gaming dan climate tech,” ujar dia.

Sementara itu, CEO GoTo, Andre Soelistyo menuturkan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Kevin atas kepemimpinannya sebagai CEO Gojek dan kontribusinya dalam kesuksesan GoTo, dan dalam waktu dekat akan memperkuat jajaran komisaris GoTo.

“Merupakan kehormatan bagi saya untuk dapat bekerja dengan Kevin selama hampir 10 tahun terakhir, termasuk dalam mendirikan GoTo dan membawa Perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia, bersama-sama dengan tim manajemen di GoTo. Saya selalu mengagumi visi dan semangat Kevin dalam membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik melalui teknologi,” ujar dia.


Perubahan Susunan Pengurus Masuk Agenda RUPST

GoTo
Perbesar
Gojek, platform layanan on-demand dan perusahaan teknologi Tokopedia di Indonesia mengumumkan pembentukan grup GoTo.

Andre menambahkan, Kevin memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan Gojek menjadi platform teknologi kelas dunia dan membangun tim manajemen yang solid yang telah mampu menavigasi dan menumbuhkan bisnis Gojek selama masa pandemi.

"Selanjutnya, saya akan bekerja secara erat dengan manajemen Gojek untuk terus membangun ekosistem on-demand terdepan di Indonesia,” tutur dia.

“Saya yakin dalam peran barunya sebagai komisaris nanti, pengalaman dan keahlian Kevin dalam melahirkan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas akan terus memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan GoTo ke depan. Saya juga sangat menantikan langkah Kevin selanjutnya, yang saya yakini akan memberikan banyak dampak positif, seperti halnya Gojek,” ujar Andre. 

Kevin akan menggantikan posisi Caesar Sengupta di jajaran Dewan Komisaris GoTo. Caesar akan menggunakan sebagian besar waktunya untuk fokus membesarkan bisnis startup-nya, Arbo Works, dan juga tetap menjalankan perannya sebagai anggota Dewan Komisaris  di GoTo Financial.

Caesar Sengupta merupakan veteran Google selama 15 tahun dan terakhir menjabat sebagai General Manager & Vice President, Payments & Next Billion Users di April 2021 lalu. Saat ini Caesar adalah Co-Founder dan CEO di perusahaan startup fintech, Arbo Works berbasis di Amerika Serikat dan Singapura.

“Kami berterima kasih atas dukungan Caesar, khususnya dalam mempersiapkan IPO GoTo. Saran dan pengalaman beliau sungguh sangat bernilai bagi GoTo. Kami sangat senang Caesar akan terus menjadi mentor kami dalam memberikan saran dan masukan, sejalan dengan posisinya sebagai anggota Dewan Komisaris  di GoTo Financial,” ujar Andre.

Transisi Kevin dari dewan direksi ke dewan komisaris, akan efektif setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada RUPST GoTo 28 Juni 2022.


Agenda RUPST GOTO

GoTo
Perbesar
Gojek, platform layanan on-demand dan perusahaan teknologi Tokopedia di Indonesia mengumumkan pembentukan grup GoTo.

Agenda RUPST GoTo

1.Persetujuan terhadap Laporan Tahunan Perseroan tahun 2021, termasuk pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak Untuk tahun 2021 yang telah diaudit serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021;

2.Penentuan gaji dan tunjangan Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun 2022;

3.Penunjukkan Akuntan Publik Independen yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun 2022;

4.Penyampaian laporan atas realisasi penggunaan dana hasil IPO;

5.Pembaharuan penyerahan kewenangan kepada Dewan Komisaris atas penerbitan saham baru sehubungan dengan rencana Penawaran Saham Perdana secara internasional;

6.Penyerahan kewenangan kepada Dewan Komisaris atas penerbitan saham baru yang akan diberikan kepada anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan/atau karyawan Perseroan dan anak perusahaan Perseroan berdasarkan Program Kepemilikan Saham;

7.Perubahan status Perseroan dari perusahaan penanaman modal asing menjadi perusahaan penanaman modal dalam negeri;

8.Peningkatan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak-banyaknya 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan;

9.Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan;

10. Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan (i) perubahan status Perseroan;  dan (ii) peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebagai pelaksanaan dari peningkatan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya