Indosat Lepas 75 Persen Saham Data Center ke BDX

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 03 Jun 2022, 11:04 WIB
Diperbarui 03 Jun 2022, 11:04 WIB
Indosat Ooredoo Hutchison
Perbesar
Logo Indosat Ooredoo Hutchison (Ist.)

Liputan6.com, Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) mengalihkan 75 persen kepemilikan sahamnya di PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) kepada BDX Asia Data Center Holdings Pte. Ltd. (BDX). Nilai transaksi dari aksi tersebut Rp 3,3 triliun.

Pada April 2022, perseroan dan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) telah mengalihkan aset data center mereka ke dalam PT Starone Mitra Telekomunikasi (SMT) sebagai kontribusi modal dalam bentuk aset. Sebagai gantinya, SMT menjadi dimiliki masing-masing 70 persen oleh perseroan dan 30 persen oleh Lintasarta.

Melanjutkan restrukturisasi SMT di atas, Perseroan dan Lintasarta membentuk usaha patungan (joint venture/JV) lebih lanjut di dalam SMT dengan BDX Asia Data Center Holdings Pte. Ltd. (BDX) dengan menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dan perjanjian JV bersyarat pada tanggal 12 Mei 2022.

Setelah terpenuhinya syarat pendahuluan dari perjanjian jual beli saham dan perjanjian JV pada 2 Juni 2022, SMT saat ini dimiliki masing-masing 17,5 persen oleh perseroan, 7,5 persen oleh Lintasarta, dan 75 persen oleh BDX.

“Pembentukan JV dengan BDX, yang merupakan pemain regional, diharapkan dapat menjadikan SMT menjadi perusahaan data centre terkemuka di Indonesia,” ungkap manajemen perseroan, dikutip Jumat (3/6/2022).

Usai transaksi, Indosat memperoleh dana senilai USD 227,5 juta atau setara Rp 3,3 triliun yang akan dibayarkan bertahap pada waktu 5 tahun. Sejumlah USD 187,5 juta atau setara Rp 2,7 triliun dibayarkan pada tanggal efektif penjualan saham, atau diasumsikan telah dibayar pada 30 April 2022.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kepemilikan Saham

Indosat Ooredoo
Perbesar
Ilustrasi: BTS Indosat Ooredoo (Foto: Indosat Ooredoo)

Sisanya yang belum dibayar akan diukur pada nilai kini dan didiskontokan dengan menggunakan suku bunga 11,5 persen, dan sebagian dicatat sebagai bagian dari piutang lain.

Selain itu, sebagai bagian dari perjanjian jual beli saham bersyarat, perseroan dan Lintasarta melakukan injeksi modal sebesar Rp 144 miliar kepada SMT di bulan Mei 2022. Hal itu diakukan ubtuk keperluan penyusunan informasi keuangan konsolidasiakn performa, di mana injekasi tersebut dianggap telah terjadi di 30 April 2022 sebelum transaksi penjualan.

Setelah transaksi ini, ISAT dan Lintasarta masih memiliki 25 persen kepemilikan atau 9,2 juta saham atas SMT. Nilai wajar investasi yang ditahan atas SMT dihitung Rp118 per saham, yang merupakan nilai transaksi per saham dari penjualan 75 persen saham SMT.


Gandeng BDX Asia Kembangkan Data Center di Indonesia

Logo Indosat Ooredoo
Perbesar
Logo Indosat Ooredoo di kantor pusatnya di Jakarta. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Sebelumnya, PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), gandeng BDX Asia Data Center Holdings Pte Ltd untuk mengembangkan bisnis data center di Indonesia.

Sekretaris perusahaan PT Indosat Tbk, Billy Nikolas Simanjuntak mengungkapkan, perseroan berencana membentuk usaha patungan (joint venture) senilai Rp 3,3 triliun.

"Pada 12 Mei 2022, Perseroan, PT Aplikanusa Lintasarta, PT Starone Mitra Telekomunikasi (SMT) dan BDX Asia Data Center Holdings Pte. Ltd telah menandatangani suatu perjanjian jual beli saham bersyarat dan perjanjian usaha patungan," beber Billy dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat, 13 Mei 2022.

Nantinya, perjanjian akan dilengkapi dengan serangkaian perjanjian komersial dan operasional. Hal itu memungkinkan para pihak untuk berkolaborasi dalam mengembangkan SMT sebagai perusahaan data center terkemuka di Indonesia.

"Estimasi nilai rencana transaksi adalah Rp 3,3 triliun. Ketika rencana transaksi diselesaikan, setelah memenuhi syarat pendahuluan, transaksi tersebut akan diungkapkan kepada OJK sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik untuk transaksi afiliasi maupun material," imbuh Billy.

Selain dampak transaksi, hingga dikeluarkan pemberitahuan tersebut, Billy menjelaskan tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 12 Mei 2022, saham ISAT melemah 4,17 persen ke posisi Rp 5.750 per saham. Saham ISAT berada di level tertinggi Rp 6.050 dan terendah Rp 5.725 per saham. Total volume perdagangan 4.942.713 saham. Nilai transaksi Rp 28,8 miliar. Total frekuensi perdagangan 2.482 kali.

Sepanjang 2022, saham ISAT melemah 7,26 persen ke posisi Rp 7.400 dan terendah Rp 5.000 per saham. Total volume perdagangan 2.240.072.374 saham. Nilai transaksi Rp 14,3 triliun. Total frekuensi perdagangan 265.895 kali.

 

 


Kinerja Kuartal I 2022

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Sebelumnya, Indosat Ooredoo Hutchison atau IOH mencatat kinerja keuangan beragam selama tiga bulan pertama 2022. IOH mencatat pertumbuhan pendapatan tetapi laba bersih turun pada kuartal I 2022.

Perusahaan membukukan hasil keuangan yang solid dengan pertumbuhan yang kuat pada pendapatan dan EBITDA pada kuartal pertama 2022 didorong oleh peningkatan basis pelanggan, inovasi produk, program integrasi merger yang efektif, dan pengendalian biaya yang bijaksana. 

Total pendapatan Indosat Ooredoo Hutchison meningkat 48 persen year on year menjadi Rp 10,87 triliun. Kemudian, EBITDA meningkat 29,1 persen year on year  menjadi Rp 4,380 triliun, dengan Margin EBITDA mencapai 40,3 persen. 

Sedangkan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 128,7 miliar atau turun Rp 43,5 miliar dibandingkan keuntungan bersih kuartal I 2021. Laba bersih turun sekitar 25,2 persen seiring peningkatan beban operasional, beban Depresiasi dan amortisasi, serta peningkatan biaya finansial sebagai dampak dari penggabungan dua perusahaan yang diimbangi peningkatan pendapatan.


Inovasi Produk

Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel

Total pelanggan seluler meningkat 34,6 juta menjadi 94,6 juta year on year dan juga  pertumbuhan 98,5 persen dalam lalu lintas data year on year.

"Hasil ini mencerminkan visi yang kami bayangkan untuk IOH melalui merger dengan skala yang ditingkatkan, kekuatan finansial, dan kemampuan yang memungkinkan kami mempercepat pertumbuhan dan transformasi ekonomi Indonesia menjadi masyarakat digital,"Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dalam keterangan resminya, Kamis, 28 April 2022.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi produk, mengintegrasikan jaringan, dan menempatkan pengalaman pelanggan sebagai fokus utama operasional bisnis.

Pada kuartal pertama 2022, IOH meluncurkan beberapa inisiatif digital, termasuk UCan dan Bima Kredit. Selain itu, IOH juga memperkuat kerja sama strategis dengan para mitra global pada penyelenggaraan Mobile World Congress lalu untuk membawa teknologi dan solusi terbaik ke Indonesia. 

Kemudian, integrasi karyawan dan jaringan IOH diwujudkan dengan cara yang dipercepat. Sebesar 20 persen dari inisiatif integrasi Perusahaan dari strategi implementasi 9 kuartal telah selesai, sementara sinergi aktual lebih cepat dari target. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya