Phapros Tebar Dividen 2021 Rp 6,64 Miliar

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 25 Mei 2022, 19:32 WIB
Diperbarui 25 Mei 2022, 19:32 WIB
Paparan publik PT Phapros Tbk (PEHA), Rabu (25/5/2022) (Foto: liputan6.com/Pipit I.R)
Perbesar
Paparan publik PT Phapros Tbk (PEHA), Rabu (25/5/2022) (Foto: liputan6.com/Pipit I.R)

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Phapros Tbk (PEHA) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 6,64 miliar. Hal itu disetujui dalam RUPST perseroan yang digelar Rabu, (25/5/2022).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Phapros, David Sidjabat menyampaikan, besaran itu setara 60 persen dari laba bersih perseroan pada 2021.

"Dividen yang kami distribusikan secara persentase cukup besar. Kami mendistribusikan 60 persen dari laba yang kami dapatkan di 2021, jumlahnya sebesar Rp 6,64 miliar," kata dia, Rabu (25/5/2022).

Sepanjang 2021, perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 11,07 miliar. Turun 77,17 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 48,49 miliar.

Kendati penjualan mencatatkan kenaikan 7,23 persen menjadi Rp 1,05 triliun dari Rp 980,56 miliar di 2020. Selain pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan manajemen. Yakni dengan penunjukkan Imelda  Alini Pohan menggantikan Tri Handayani sebagai Direktur Pemasaran.

Adapun Tri Handayani diketahui telah ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pelni. Selain itu, RUPS juga menyetujui penunjukan Ida Rahmi Kurniasih sebagai Direktur Produksi menggantikan Syamsul Huda.

Serta menunjuk dan menyetujui Bimo Wijayanto sebagai Komisaris  PT Phapros Tbk menggantikan Zainal Abidin. Dengan demikian, susunan teranyar manajemen perseroan menjadi sebagai berikut:

Komisaris Utama: Maxi Rein Rondonuwu

Komisaris: Masrizal Achmad Syarief

Komisaris Independen: Chrisma Aryani Albandjar

Komisaris Independen: Bimo Wijayanto

Direktur Utama: Hadi Kardoko

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM: David Sidjabat

Direktur Pemasaran: Imelda Alini Pohan

Direktur Produksi: Ida Rahmi Kurniasih

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Kinerja Kuartal I 2022

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Sebelumnya, PT Phapros Tbk (PEHA) membukukan kinerja beragam pada kuartal I 2022. PT Phapros Tbk membukukan pertumbuhan penjualan tetapi laba bersih turun selama kuartal I 2022.

PT Phapros Tbk mencatat penjualan Rp 269,25 miliar selama kuartal I 2022. Penjualan itu naik 19,51 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 225,29 miliar. Beban pokok penjualan naik 26,10 persen menjadi Rp 133,81 miliar pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 106,11 miliar.

Dengan demikian, laba bruto perseroan bertambah 13,64 persen menjadi Rp 135,44 miliar selama kuartal I 2022.

Pada periode sama tahun sebelumnya perseroan mencatat laba bruto Rp 119,17 miliar.Perseroan alami kenaikan beban usaha dari Rp 84,55 miliar pada kuartal I 2021 menjadi Rp 117,15 miliar pada kuartal I 2022. Beban keuangan turun menjadi Rp 11,24 miliar selama tiga bulan pertama 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 21,16 miliar.

Perseroan juga mencatat pendapatan lain-lain Rp 363,79 juta pada kuartal I 2022 dari periode kuartal I 2021 rugi Rp 307,34 juta.PT Phapros Tbk membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 5,59 miliar selama kuartal I 2022.

Laba tersebut merosot 21,73 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,15 miliar. Laba per saham menjadi Rp 7 pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9.Total ekuitas naik menjadi Rp 746,58 miliar pada kuartal I 2022 dari Desember 2021 Rp 740,97 miliar.

 


Total Aset

Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel

Total liabilitas bertambah menjadi Rp 1,23 triliun pada Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 1,09 triliun.

Total aset naik menjadi Rp 1,97 triliun pada 31 Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 1,83 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 176,96 miliar pada 31 Maret 2022 dari periode 31 Desember 2021 sebesar Rp 94,34 miliar.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Hadi Kardoko menuturkan, kinerja ini merupakan efek dari pertumbuhan industri farmasi 2021 yang mencapai 10,81 persen.

Selain itu, membaiknya ekonomi nasional terutama sektor farmasi berdampak positif terhadap kinerja perusahaan pada 2022.Dari sisi penjualan, realisasi penjualan emiten berkode saham PEHA pada kuartal I 2022 juga meningkat 20 persen dibanding kuartal I 2021, termasuk jumlah aset lancar yang meningkat 15,8 persen, sementara aset tidak lancar menurun 1,1 persen.

"Tahun 2021 pun kinerja kita cukup menggembirakan. Meski ekonomi kita secara nasional masih melambat akibat pandemi, namun perseroan berhasil meningkatkan penjualan bersih sebesar 7.23 persen pada 2021 dibanding 2020. Pertumbuhan ini merupakan prestasi tersendiri bagi kami yang saat itu masih berjuang melawan krisis ekonomi akibat wabah Corona," ujar dia dikutip dari keterangan tertulis, ditulis Senin (2/5/2022).

Menurut Hadi, meski aset perseroan terdapat penurunan 4 persen dibandingkan 2020, kinerja keuangan lain yang cukup menggembirakan terlihat dari rasio kas 2021 yang juga meningkat 122 persen dibanding sebelumnya. Ini mengindikasikan perusahaan memiliki jumlah kas yang cukup baik untuk membayar kewajibannya.

"PEHA juga memiliki kinerja yang juga diakui pihak lain sebagai wujud kerja keras seluruh pihak di perusahaan. Terbukti, tahun lalu kami berhasil mendapatkan 9 penghargaan dan 6 sertifikasi, termasuk juga alokasi tanggung jawab sosial yang meningkat 40 persen dibanding 2020," ia menambahkan.

 


Tantangan

PT Phapros Tbk.
Perbesar
PT Phapros Tbk.

Kondisi internal perseroan sepanjang 2021 menunjukkan kinerja yang maksimal untuk memenuhi harapan para pemangku kepentingan, dan perusahaan berhasil menutup 2021 dengan meningkatkan kinerja positif baik keuangan maupun non keuangan.

"Tantangan pelaksanaan strategi keberlanjutan secara menyeluruh adalah pengelolaan sinergi dengan pemangku kepentingan secara luas untuk mendukung penguatan dan pengembangan bisnis," ujar Hadi.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengantisipasinya melalui upaya pengelolaan dilakukan dengan beroritentasi pada kemitraan yang berkelanjutan atas dasar adanya pertukaran nilai tambah yang saling menguatkan dan memberikan manfaat.

"Upaya yang dilakukan telah memberikan dampak positif berupa meningkatkan daya saing perusahaan, citra perusahaan, merek produk, keberlanjutan dan kelancaran operasional perusahaan,” ujar dia.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya