MCAS Gandeng PT Pos Indonesia Perluas Jaringan Kendaraan Listrik

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 25 Mei 2022, 15:50 WIB
Diperbarui 25 Mei 2022, 15:50 WIB
FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bekerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk memperluas jaringan kendaraan listrik Volta dan Sistem Ganti Baterai (SGB) melalui aplikasi Pospay.

Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat memperluas aksesibilitas SGB motor listrik Volta, dan ke depannya akan dikembangkan inisiatif kerja sama lain, seperti penyewaan motor listrik.

Aplikasi Pospay milik PT Pos Indonesia merupakan aplikasi mobile penyedia layanan keuangan digital yang telah diunduh oleh lebih dari dua juta pengguna. Memiliki dukungan jaringan hingga 4.800 Kantor Pos online dengan jumlah titik layanan (Point of Sales) mencapai 58.700 titik dalam bentuk Kantor Pos, Agen Pos, dan Mobile Postal Service.

Aplikasi Pospay merupakan salah satu bentuk transformasi dan inovasi bisnis Pos Indonesia ke arah digital agar lebih membantu, memudahkan, dan mendekatkan pelayanan Pos Indonesia kepada masyarakat. Volta sendiri diluncurkan dan diresmikan pada 11 November 2021 lalu oleh MCAS Group.

Kendaraan listrik ramah lingkungan ini telah memiliki jaringan Sistem Ganti Baterai yang kuat dan telah tersebar di ratusan titik di seluruh wilayah Indonesia. Volta juga akan memproduksi 60.000 unit motor listrik di tahun 2022 ini.

Dengan kerja sama yang terjalin, motor listrik Volta dan SGB akan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas dengan memanfaatkan jaringan PT Pos Indonesia sebagai mitra Volta dan SGB.  Pengendara dapat melakukan pembelian produk Volta dan voucher ganti baterai secara mudah melalui aplikasi Pospay serta ke depannya juga dapat melakukan penyewaan motor listrik Volta.

"Kami bangga dengan kerja sama strategis yang dijalankan, dimana kami dapat turut berperan untuk mensinergikan inisiatif kendaraan listrik Volta yang dikembangkan oleh grup secara keseluruhan, dengan ekosistem Pos Indonesia yang inovatif,” ungkap Direktur Utama PT M Cash Integrasi Tbk, Martin Suharlie dalam keterbukaan informasi bursa, Rabu (25/5/2022).

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Dukung Perkembangan Teknologi

IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara CEO PT Volta Indonesia Semesta, Iwan Suryaputra, mengaku senang dapat bekerja sama dengan Pos Indonesia melalui kehandalan aplikasi Pospay untuk memperluas layanan Volta-SGB.

"Kami optimis dengan kerja sama ini percepatan gerakan migrasi ke ekosistem yang ramah lingkungan dapat segera terlaksana melalui motor listrik Volta dan Sistem Ganti Baterai,” kata dia.

Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia, Charles Sitorus, mengungkapkan pihaknya berupaya untuk mendukung perkembangan teknologi yang ada dengan terjalinnya kerja sama dengan Volta dan SGB.

"Tidak hanya menyediakan layanan pembayaran digital terhadap produk Volta dan SGB, Pos juga menyediakan transaksi digital pembelian dan sewa produk Volta serta pembayaran charging battery SGB,” tandasnya.


MCAS Investasi di V2 Indonesia untuk Ekspansi Pasar Solusi Audio-Visual

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) melalui anak usahanya PT Meta Pravia Digital (MPD), berinvestasi sebesar 50 persen di PT V2 Indonesia (V2). Yakni perusahaan yang berfokus pada solusi audio-visual berteknologi tinggi dan telah memiliki basis klien bluechip yang luas dan berkolaborasi dengan berbagai merk audio-visual ternama.

"Melalui investasi ini, kami berharap dapat mengakses pasar audio-visual di Indonesia yang terus bertumbuh dan mensinergikannya di dalam ekosistem digital kami, dalam upaya untuk terus membangun infrastruktur digital yang massive dan terdepan di Indonesia,” ujar Managing Director M Cash Integrasi, Jahja Suryandy dalam keterbukaan informasi bursa, Selasa (8/2/2022).

Berbagai sinergi akan dilakukan dengan V2, antara lain di sektor modern ritel dengan lebih dari puluhan ribu jaringan modern ritel yang telah terkoneksi dalam group, dan juga di sektor digital content dan entertainment dalam bentuk berbagai kegiatan komersial dan pemasaran.

Serta untuk mempersiapkan MCAS masuk perbatasan baru berikutnya yaitu metaverse dalam waktu dekat.

"Kami sangat optimis melalui berbagai keahlian V2 dalam audio visual berteknologi tinggi, MCAS dapat menghubungkan ekosistem dalam infrastruktur digitalnya di perbatasan baru ini," ungkap Jahja.

 


Pelopor Teknologi

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan mengambil gambar layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Founder dan CEO V2 Indonesia, Rudi Hidayat mengaku optimistis investasi yang dilakukan oleh MCAS Group melalui Meta Pravia Digital akan membawa pertumbuhan dan kemajuan bagi V2 Indonesia.

"Kami percaya bahwa jaringan bisnis MCAS Group yang luas dapat mempercepat pertumbuhan kami dalam waktu dekat. Berbagai kolaborasi akan dilakukan, baik dengan layanan V2 yang ada maupun berbagai inisiatif baru di masa depan, seperti XR (extended reality), hingga memasuki dunia metaverse," kata Rudi.

Hal ini, menurut dia, membuat V2 menjadi perusahaan pelopor dalam teknologi XR dengan studio XR pertama di Indonesia.

Sinergi V2 Indonesia dengan ekosistem MCAS Group akan membawa terobosan baru, khususnya teknologi AI (artificial intelligence) analisa IT visual di pemerintahan, perusahaan hingga ratails operation, serta IOT smart apps yang akan diterapkan untuk mendukung home automation.

Perubahan dan perkembangan industri kreatif, juga mendorong V2 untuk terus mengembangkan konten kreatif, yang akan menunjang industri digital signage. Seperti 3D digital signage pertama di Indonesia yang sedang diimplementasikan di Sarinah Jakarta.

"V2 Indonesia juga akan menghadirkan tempat immersive yang bernama House of Future, sebagai digital tech experience gallery (AR, VR, AI, XR) dan technology center bagi seluruh customer V2 Indonesia. Kami percaya kerjasama ini akan memberikan nilai tambah bagi semua pihak, termasuk MCAS Group, V2, dan klien serta pelanggan kami,” tambah Rudi.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya