Intip Saham PTBA Usai RUPST Putuskan Tebar Dividen Rp 7,9 Triliun

Oleh Agustina Melani pada 25 Mei 2022, 12:50 WIB
Diperbarui 25 Mei 2022, 12:50 WIB
Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen 100 persen dari laba bersih 2021 sebesar Rp 7,9 triliun pada Selasa, 24 Mei 2022. Lalu bagaimana gerak saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) hingga sesi pertama perdagangan Rabu (24/5/2022)?

Mengutip data RTI, saham PTBA stagnan di posisi Rp 4.400 per saham. Saham PTBA dibuka menguat signifikan mencapai 100 poin ke posisi Rp 4.500 per saham. Saham PTBA berada di level tertinggi Rp 4.520 dan terendah Rp 4.380 per saham. Total frekuensi perdagangan 23.274 kali dengan volume perdagangan 1.164.666 saham dengan nilai transaksi Rp 517,2 miliar.

Saham PTBA yang stagnan ini terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah. IHSG melemah tipis 0,44 persen ke posisi 6.883,42. Indeks LQ45 susut 0,41 persen ke posisi 1.011,72. Seluruh indeks acuan kompak tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.944,48 dan terendah 6.859,67. Sebanyak 200 saham menguat sehingga tahan pelemahan IHSG. 309 saham melemah dan 172 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 888.195 kali dengan volume perdagangan 14,7 miliar saham. Nilai transaksi Rp 8,8 triliun. Investor asing beli saham Rp 30,70 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.615.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan. Sedangkan indeks sektor saham IDXnonsiklikal menguat 0,17 persen dan indeks sektor saham IDXinfrastruktur mendaki 0,58 persen. Indeks sektor saham IDXbasic melemah 1,49 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXfinance melemah 0,69 persen dan indeks sektor saham IDXindustry susust 0,56 persen dan indeks sektor saham IDXsiklikal merosot 0,44 persen.

Namun, jika dilihat sepanjang 2022, saham PTBA cenderung menguat signifikan. Saham PTBA melonjak 62,36 persen.

Saham PTBA berada di level tertinggi Rp 4.440 dan terendah Rp 2.600 per saham. Total volume perdagangan 3.999.893.440 saham dengan nilai transaksi Rp 13,6 triliun. Total frekuensi perdagangan 664.415 kali.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


PTBA Bagikan Dividen 100 Persen dari Laba Bersih 2021

Bukit Asam
Perbesar
Bukit Asam

Sebelumnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membagikan dividen untuk tahun buku 2021 sebesar 100 persen dari laba bersih 2021 yang mencapai Rp 7,9 triliun.Pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PTBA pada Selasa (24/5/2022).

"Dalam RUPST pemegang saham menyetujui penggunaan 100 persen laba bersih 2021 sebesar Rp 7,9 triliun sebagai dividen," ujar Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismali.

Ia menuturkan, pertimbangan pembagian dividen 100 persen dari laba bersih tersebut seiring aliran kas di perseroan cukup besar.

"Posisi akhir tahun kemarin Rp 13 triliun. Kalalu ini kami bagikan 100 persen Rp 7,9 triliun dari seluruh laba 2021 tidak akan ganggu kondisi kas," ujar Arsal.

Arsal menuturkan, dana kas untuk pengembangan perseroan masih tersedia. Dengan melihat hal itu, perseroan sepakat permintaan pemegang saham disetujui pembagian dividen 100 persen dari laba bersih 2021.

Arsal menuturkan, pemegang saham juga menyetujui tidak ada usulan perubahan susunan pengurus perseroan dalam RUPS.

 


Kinerja PTBA 2021

IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencetak sejarah dengan membukukan laba bersih tertinggi sepanjang perseroan beroperasi.PT Bukit Asam Tbk mencatat laba bersih Rp 7,91 triliun.

Laba bersih PT Bukit Asam Tbk naik 231 persen dari capaian 2020 sebesar Rp 2,39 triliun. Pendapatan usaha tumbuh 69 persen menjadi Rp 29,26 triliun pada 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 17,33 triliun.

Selain ditetapkannya penggunaan laba bersih, melalui RUPS juga disetujui pula laporan tahunan, disahkannya laporan keuangan konsolidasian perseroan, disetujuinya laporan pengawasan dewan komisaris. Kemudian disahkannya laporan tahunan keuangan dan pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroan tahun buku 2021.

Selanjutnya ditetapkannya tantiem untuk direksi dan dewan komisaris perseroan tahun buku 2021, dan gaji atau honorarium berikut fasilitas dan tunjangan tahun buku 2022.

Lalu disetujuinya penunjukan kantor akuntan publik untuk audit laporan keuangan perseroan dan program pendanaan usaha mikro dan usaha kecil tahun buku 2022, dan disetujuinya perubahan anggaran dasar perseroan.


Kinerja Kuartal I 2022

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan kinerja positif sepanjang kuartal I 2022. Hal tersebut ditunjukkan dari pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang naik signifikan.

Mengutip keterangan tertulis yang disampaikan perseroan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (18/5/2022), PT Bukit Asam Tbk membukukan laba bersih Rp 2,28 triliun selama tiga bulan pertama 2022. Realisasi laba tersebut naik 355 persen secara year on year dari capaian kuartal I 2021 sebesar Rp 500,52 miliar.

Kenaikan laba bersih itu ditopang dari pertumbuhan pendapatan 105 persen menjadi Rp 8,21 triliun jika dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 3,99 triliun. Beban pokok pendapatan perseroan naik 59,67 persen menjadi Rp 4,75 triliun pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,97 triliun.

Dengan demikian, laba per saham perseroan mencapai Rp 198 pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 45.

PT Bukit Asam Tbk membukukan ekuitas Rp 26,52 triliun pada kuartal I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 24,25 triliun. Total liabilitas naik menjadi Rp 12,46 triliun pada Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 11,86 triliun. Perseroan membukukan aset naik menjadi Rp 38,98 triliun pada Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 36,12 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 6,1 triliun pada kuartal I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 4,39 triliun.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya