Hasil RUPST PT Timah Sepakat Rombak Susunan Pengurus, Ini Daftar Terbarunya

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 24 Mei 2022, 22:34 WIB
Diperbarui 24 Mei 2022, 22:34 WIB
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Timah Tbk (TINS), Selasa (24/5/2022) (Dok: PT Timah Tbk)
Perbesar
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Timah Tbk (TINS), Selasa (24/5/2022) (Dok: PT Timah Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Timah Tbk (TINS) memutuskan merombak susunan direksi dan komisaris pada Selasa (24/5/2022).

RUPST PT Timah Tbk menyetujui penunjukan Fina Eliani sebagai direktur keuangan dan manajemen risiko menggantikan M.Krisna Sjarif. Kemudian menunjuk dan mengangkat Sufyan Syarif sebagai komisaris independen menggantikan sekaligus memberhentikan Satriya Hari Prasetya sebagai komisaris perseroan.

Berikut susunan direksi dan komisaris PT Timah Tbk setelah RUPS:

-Komisaris Utama/Independen: M.Alfan Baharudin

-Komisaris Independen: Agus Rajani Panjaitan

-Komisaris: Danny Praditya

-Komisaris: Sufyan Syarif

-Komisaris: Rustam Effendi

-Komisaris: Yudo Dwinanda Priaadi

Direksi:

-Direktur Utama: Achmad Ardianto

-Direktur Keuangan: Fina Eliani

-Direktur Pengembangan Usaha: Alwin Albar

-Direktur Operasi dan Produksi: Purwoko

-Direktur Sumber Daya Manusia: Yennita

 

Susunan komisaris dan direksi  PT Timah Tbk sebelum RUPS:

-Komisaris Utama/Independen: M.Alfan Baharudin

-Komisaris: Danny Praditya

-Komisaris Independen: Agus Rajani Panjaitan

-Komisaris Independen:Satriya Hari Prasetya

-Komisaris: Rustam Effendi

-Komisaris: Yudo Dwinanda Priaadi

Direksi:

-Direktur Utama: Achmad Ardianto

-Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: M.Krisna Sjarif

-Direktur Pengembangan Usaha: Purwoko

-Direktur Operasi dan Produksi: Alwin Albar

-Direktur Sumber Daya Manusia: Yennita

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tebar Dividen 2021

Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)

Sebelumnya, pemegang saham PT Timah Tbk (TINS) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 1,3 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Abdullah Umar menyebutkan, besaran dividen tersebut setara 35 persen laba bersih perseron untuk tahun buku 2021.

"PT Timah Tbk membagikan dividen untuk tahun buku 2021 sebesar 35 persen dari laba bersih 2021 yang mencapai Rp 1,3 triliun.Pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Timah Tbk," ungkap Umar, Selasa (24/5/2022).

Sepanjang tahun lalu, TINS berhasil membukukan kenaikan laba bersih 2021 sebesar 483 persen menjadi Rp 1,3 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang rugi Rp 341 miliar.

Lonjakan laba bersih ditopang oleh penurunan beban pokok pendapatan. Sepanjang 2021, beban pokok pendapatan TINS turun 21 persen menjadi Rp 11,17 triliun dibandingkan 2020 yang sebesar Rp 14,09 triliun.

Kinerja

Berbanding lurus dengan laba bersihnya, EBITDA Perseroan naik 150 persen menjadi Rp2,90 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,16 triliun. Berkurangnya beban finansial akibat “deleveraging strategy” dan kemampuan Perseroan memilih sumber pendanaan berbiaya rendah menjadi salah satu faktor pendukungnya.

Indikator finansial lainnya yang menjadi parameter membaiknya kinerja perseroan adalah rasio profitabilitas, yaitu Net Profit Margin (NPM) menjadi 9 persen (2020: minus 2 persen), Gross Profit Margin(GPM) menjadi 24 persen (2020: 7 persen). Adapun rasio solvabilitas nampak dari Debt to Equity Ratio (DER) menjadi 82 persen (2020: 142%). Kas dan setara kas menunjukkan kenaikan signifikan menjadiRp1,78 triliun dari tahun sebelumnya Rp807 miliar.

 


Produksi Perseroan

PT Timah (Persero) Tbk (TINS)
Perbesar
(Foto: PT Timah)

Produksi bijih timah pada 2021 sebesar 24.670 Ton Sn atau turun 38 persen dari tahun sebelumnya sebesar 39.757 Ton Sn, di mana sebesar 46 persen berasal dari penambangan darat, dan 54 persen berasal dari penambangan laut.

Pada tahun yang sama, produksi logam timah hanya mencapai 26.465 MTon atau turun 42 persen  dari 2020 sebesar 45.698 MTon. Dengan rerata harga jual logam timah yang melesat 89 persen menjadi USD 32.619, Perseroan membukukan penjualan logam timah sebesar 26.602 MTon atau turun 52 persen dari tahun sebelumnya sebesar 55.782 MTon.

“Melesatnya performa Perseroan menjadi sebuah hadiah istimewa di tengah situasi pandemi, namun tak menyurutkan optimisme Manajemen bahwa ke depan kinerja Perseroan akan mampu lebih baik” ujar dia.

Ia menambahkan,  fokus pada peningkatan volume produksi, dalam kerangka pencapaian target RKAP dan juga peningkatan produksi bijih timah berbiaya rendah dari penambangan offshore agar profit margin yang optimal tetap dapat dipertahankan.


Kinerja Kuartal I 2022

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Sebelumnya, PT Timah Tbk (TINS) membukukan kinerja keuangan positif sepanjang tiga bulan pertama 2022 yang ditunjukkan dari pertumbuhan laba bersih dan pendapatan. Hal tersebut didukung kenaikan harga logam timah dan perseroan menekan biaya operasional.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/5/2022), PT Timah Tbk mencatat laba Rp 601 miliar selama kuartal I 2022. Laba tersebut melesat 5.713 persen dibandingkan kuartal I 2021 yang meraup laba Rp 10,34 miliar.

Kenaikan laba tersebut juga ditopang pendapatan perseroan. Pada kuartal I 2022, PT Timah Tbk meraup pendapatan Rp 4,4 triliun atau naik 80 persen jika dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 2,44 triliun.

“Selain disebabkan oleh naiknya harga logam timah, hal ini juga dikarenakan efektivitas perseroan dalam menekan biaya operasional,” tulis perseroan.

Perseroan juga mencatat kenaikan kinerja laba operasi sebesar 575 persen menjadi Rp 885 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 131 miliar. Naiknya profitabilitas perseroan juga terlihat dari kenaikan EBITDA sebesar 213 persen menjadi Rp 1,1 triliun dari sebelumnya Rp 347 miliar.

Perseroan mencatat laba bersih per saham dasar/dilusi dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp 81 pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya