Meraba Arah IHSG di Tengah Sentimen Suku Bunga

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 24 Mei 2022, 12:08 WIB
Diperbarui 24 Mei 2022, 12:08 WIB
FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa siang 24 Mei 2022. Dengan sentimen ini, pelaku pasar dinilai sudah siap jika ada kenaikan suku bunga. Akan tetapi, Bank Indonesia diprediksi masih tetap pertahankan suku bunga acuan.

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan pasar sudah siap mengantisipasi jika BI menaikkan suku bunga acuan.

"Pasar sudah ekspektasi suku bunga akan ada kenaikan, ini salah satu yang membuat IHSG terkoreksi pasca Lebaran," kata Wawan kepada Liputan6.com, Selasa (24/5/2022).

Wawan mencermati, jika suku bunga naik maka efeknya terhadap IHSG saat ini minim. Sementara jika suku bunga acuan tidak naik, bisa menjadi sentimen positif.

Di sisi lain, kondisi ekonomi utamanya dalam negeri yang kian membaik, menjadikan dampak dari kenaikan suku bunga berdampak minim. Sejalan dengan itu, Wawan mengatakan sektor komoditas dan energi masih menarik untuk dicermati.

Selain itu ada perbankan yang dinilai masih mendulang untung di tengah pemulihan ekonomi saat ini.

"Walau ada kenaikan suku bunga, namun pertumbuhan ekonomi salah satunya di motori oleh sektor komoditas dan energi masih menarik. Di sisi lain perbankan tetap akan diuntungkan dalam jangka panjang dengan pertumbuhan ekonomi kita," ujar Wawan.

Analis memperkirakan BI tetap mempertahankan suku bunga acuannya hari ini yang bisa mempersempit jarak dengan suku bunga The Fed. Wawan sendiri menilai, dampak kenaikan suku bunga the Fed lebih terasa pada instrumen SUN.

Sementara untuk saham, Wawan menyarankan investor untuk mengulas dari sisi fundamental. "Fokus pada fundamental, prospek dan likuiditas, koreksi seperti pasca Lebaran bisa dijadikan momen buy on weakness. Target akhir tahun kami masih 7.500," terang Wawan.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Prediksi Gerak IHSG

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam riset PT NH Korindo Sekuritas Indonesia juga menyebutkan, BI akan menahan BI7DRRR periode Mei 2022 di level 3,5 persen. NHKSI Research memproyeksikan IHSG bergerak upward (rebound) hari ini, dengan rentang kisaran 6.800-7.000.

Dari sentimen global disebutkan Investor mulai meyakini, the Fed dapat mengkondisikan ekonomi AS berada dalam "soft landing", di tengah kebijakan moneter ketatnya. Pelaku pasar tengah menantikan hasil FOMC Meeting Minutes yang diadakan pekan ini.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, jelang rilis tingkat suku bunga pada Selasa, 24 Mei 2022 disinyalir masih belum terdapat perubahan.

Sedangkan pola gerak IHSG sedang melalui rentang konsolidasi wajar setelah mengalami kenaikan jangka pendek sebelumnya.

“Kondisi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang akan lebih bersifat konsolidatif sehingga risiko terjadinya koreksi wajar masih perlu diwaspadai oleh investor,” tutur dia.

Ia menuturkan, selama level support dapat dipertahankan, momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk akumulasi pembelian dengan target jangka pendek. "IHSG di kisaran 6.757-6.876,” kata William.

 


Pembukaan IHSG pada Selasa 24 Mei 2022

IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

 

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Selasa pagi (24/5/2022). Penguatan IHSG mengikuti wall street, tetapi investor asing melakukan aksi jual saham.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 19 poin ke posisi 6.859,22. Pada pukul 09.07 WIB, IHSG menguat 0,74 persen ke 6.891. Indeks LQ45 menguat 0,47 persen ke posisi 1.007. Seluruh indeks acuan kompak menghijau.

Awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.906,86 dan terendah 6.822,14. Sebanyak 243 saham menguat dan 116 saham melemah. 191 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 88.917 kali dengan volume perdagangan 1,7 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 1,1 triliun. Investor asing jual saham Rp 39,42 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.660.

 


Selanjutnya

IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali indeks sektor saham IDXnonsiklikal melemah tipis 0,01 persen. Sementara itu, indeks sektor saham IDXtransportasi melonjak 1,79 persen, dan pimpin penguatan. Indeks sektor saham IDXhealth menanjak 1,13 persen, dan indeks sektor saham IDXfinance menguat 1,02 persen.

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks Hang Seng turun 0,52 persen, indeks Korea Selatan Kospi merosot 0,73 persen, indeks Jepang Nikkei tergelincir 0,42 persen dan indeks Shanghai susut 0,09 persen. Sementara itu, indeks Singapura naik 0,14 persen dan indeks Taiwan menanjak 0,06 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG melemah ke posisi 6.840 pada perdagangan Senin, 24 Mei 2022. IHSG merosot seiring koreksi yang terjadi di saham-saham kapitalisasi besar termasuk ASII, BBRI dan GOTO. Saham ANTM memimpin penguatan seiring kinerja keuangan yang kuat pada kuartal I 2022. Laba bersih meningkat lebih dari dua kali lipat. Saham MAPI juga reli seiring rilis kinerja kuartal I 2022.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya