Mitra Adiperkasa Catat Laba Bersih Melonjak 1.865 Persen pada Kuartal I 2022

Oleh Agustina Melani pada 22 Mei 2022, 20:58 WIB
Diperbarui 22 Mei 2022, 20:58 WIB
Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
PT Mitra Adiperkasa Tbk rilis laporan keuangan kuartal I 2022. Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

Liputan6.com, Jakarta - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang kuartal I 2022. Hal ini ditunjukkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih selama tiga bulan pertama 2022.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (22/5/2022), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatat pendapatan Rp 5,63 triliun pada kuartal I 2022. Realisasi pendapatan itu tumbuh 30,6 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,3 triliun. Gross profit margin (GPM) naik menjadi 42,9 persen dari 41,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Beban pokok penjualan naik menjadi Rp 3,21 triliun selama kuartal I 2022 jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,51 triliun. Laba kotor naik 34,29 persen menjadi Rp 2,41 triliun pada kuartal I 2022 dari periode kuartal I 2021 sebesar Rp 1,79 triliun.

Laba usaha naik 160,3 persen menjadi Rp 488,41 miliar pada kuartal I 2022. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan raup laba usaha Rp 187,61 miliar.

EBITA tumbuh 41,1 persen menjadi Rp 1 triliun dari Rp 727 miliar. PT Mitra Adiperkasa Tbk mencatat laba bersih periode berjalan tumbuh 3.027 persen menjadi Rp 577,19 miliar pada kuartal I 2022 jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 18,45 miliar.

Sedangkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 1.865 persen menjadi Rp 512,82 miliar pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 26,08 miliar.

Dengan melihat, kondisi itu laba per saham dasar menjadi Rp 31 pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2.

 


Penjualan Saham Burger King Indonesia

Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan. Unsplash/Austin Distel

Mengutip keterangan tertulis perseroan yang disampaikan ke BEI, perseroan menyatakan perolehan laba bersih kuartal I 2022 sudah mencakup hasil transaksi divestasi sebagian dari Burger King yang telah direalisasikan perusahaan pada kuartal I 2022.

Sebelumnya kepemilikan perseroan di entitas asosiasi PT Sari Burger Indonesia (SBI) yang memiliki merek Burger King tercatat 33,52 persen pada Desember 2021 dan pada kuartal I 2022 sudah tidak tercantum.

Pada Maret 2022, perseroan melepaskan 16,76 persen kepemilikan PT SBI kepihak ketiga dengan harga jual sebesar Rp 282,75 miliar.

Selain itu, momentum penjualan melonjak pada segmen sports, gadget digital, dan F&B yang melipuat sebagian besar dari 84 gerai baru yang dibuka pada kuartal I 2022. Perseroan juga meluncurkan gerai power store foot locker pertama di Senayan Citu, Digiplus yang merupakan gerai multi-brand baru untuk produk gadget, serta coffee experience center eksklusif di Starbucks Dewata, Bali.

“Penjualan dan pertumbuhan laba kuartal I ini mencerminkan keyakinan kami pada model bisnis unik MAPI yang secara efektif mengkombinasikan ritel multi-channel di seluruh gerai, kanal digital milik perusahaan dan marketplace pihak ketiga, ujar VP Investor Relations PT Mitra Adiperkasa Tbk, Ratih D.Gianda.

Total ekuitas perseroan tercatat naik menjadi Rp 7,65 triliun pada kuartal I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 7,09 triliun. Total liabilitas turun menjadi Rp 9,61 triliun pada Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 9,68 triliun.

Dengan demikian, perseroan mencatat aset Rp 17,27 triliun pada kuartal I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 16,78 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 2,46 triliun pada kuartal I 2022.


Kinerja Digital

Ilustrasi laporan keuangan.
Perbesar
Ilustrasi laporan keuangan. (Photo by Serpstat from Pexels)

Perseroan menyatakan, kenaikan margin laba kotor pada kuartal I 2022 didukung oleh lebih tingginya penjualan dengan harga normal, melalui penyempurnaan perencanaan merchandise dan analisis data Grup. Hal ini memungkinkan penargetan pelanggan dan kontrol manajemen inventory yang lebih baik melalui optimalisasi supply chain.

Peningkatan fokus pada proses bisnis ini menghasilkan menurunnya level inventory menjadi 106 hari dibandingkan dengan 125 hari per akhir 2021. Pada  saat yang sama, tingkat aging inventory juga membaik dari 43 persen pada akhir tahun 2021 menjadi 31 persen pada akhir Maret 2022.

Kinerja digital pada kuartal I 2022 tumbuh 32 persen dan berkontribusi 10.3 persen terhadap penjualan secara keseluruhan.

Pertumbuhan ini merupakan kelanjutan dari pertumbuhan yang sangat tinggi sebesar 168 persen  pada 2021 dari periode yang sama di tahun lalu, ketika pendapatan dari e-commerce meningkat  signifikan karena adanya kebijakan penutupan gerai akibat pandemi Covid-19. Hasil yang sangat signifikan terlihat pada Zara, Skechers, Digimap, Planet Sports, dan Mango.

 “Kami sangat senang melihat pertumbuhan online yang signifikan pada kuartal I 2022, melanjutkan momentum penjualan yang sangat kuat pada tahun 2021 ketika kami terdampak oleh beberapa kali penutupan gerai,” ujar dia.


Strategi Jangka Panjang

(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)

MAPI terus berinvestasi ke dalam bisnis direct-to-consumer dan transformasi digital secara keseluruhan, yang saat ini menjadi bagian penting dari keseluruhan kontribusi topline dan bottom-line.

Ke depan, Ratih menegaskan di tengah momentum bisnis yang tetap positif, terdapat peningkatan dalam ketidakpastian tantangan supply chain, inflasi, dan pemulihan yang lebih lambat dari ekspektasi sehubungan dengan adanya pembatasan terkait Covid-19 di pasar ASEAN lainnya.

"Hal ini membuat MAPI akan tetap berhati-hati dalam memperkirakan pertumbuhan jangka pendeknya,” ujar dia.

Namun, strategi jangka panjang perseroan untuk pertumbuhan tetap sama, antara lain

1. Ekspansi keterlibatan langsung pelanggan melalui MAPCLUB.

2. Melanjutkan investasi di bisnis dan brand baru, serta pasar ASEAN dengan mengusung strategi “Brand Commerce” Perusahaan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya