Fundamental Positif, Analis Sebut Saham Kapitalisasi Pasar Besar Masih Menarik

Oleh Elga Nurmutia pada 22 Mei 2022, 08:52 WIB
Diperbarui 22 Mei 2022, 08:52 WIB
IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Prospek saham kapitalisasi pasar besar dinilai masih menarik seiring data ekonomi menunjukkan tren pemulihan ekonomi terus berlanjut.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheryl Tanuwijaya menuturkan, secara bisnis dan fundamental perbankan kapitalisasi pasar besar masih menarik karena data ekonomi menunjukkan tren pemulihan ekonomi terus berlanjut. 

“Sehingga pemasukan bank berpotensi naik dari kredit yang menunjukkan pertumbuhan dan risiko bank juga menurun dari NPL dan restrukturisasi yang terus turun,” ujar Cheryl saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Minggu (22/5/2022).

Dia menambahkan, koreksi yang terjadi bersifat sementara karena aksi jual investor. "Tekanan jual yang terjadi bisa dimanfaatkan untuk buy on weakness mengingat perbankan beberapa minggu ini  naik rata-rata 10 persenan,” ujar dia.

Cheryl juga menyebutkan saham dari BBCA, BBRI, BBNI masih menarik ketika saham bank kapitalisasi alami tekanan jual dan alami koreksi.

"Bisa cermati pertumbuhan asetnya, rencana dan ekspansi bisnisnya, kredit dan NPL nya,” ujar dia

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Christine Natasya, mengungkapkan, saham BBRI, BBNI, masih memiliki prospek yang bagus.

“Yang perlu diperhatikan itu saham-saham bank besar memang  besar ke IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)  sehingga ada outflow itu biasanya bank-bank besar itu pasti akan terkoreksi,” kata Christine.

Meskipun demikian, Christine mengatakan tidak perlu khawatir karena fundamental perbankan besar masih baik.

"Namun fundamentalnya remain in take kita melihat bahwa untuk perbankan besar fundamental masih bagus,” ujar.

"Dari kemarin yang nahan bank besar itu domestik.Kita lihat masih tertahan karena itu,” ia menambahkan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Laju Saham Kapitalisasi Besar

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Adapun mengutip data RTI, pada periode 9-13 Mei 2022, saham kapitalisasi besar cenderung melemah. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 9,85 persen. Namun, pada periode 17-20 Mei 2022, saham BBCA menguat 1,02 persen.

Penguatan juga diikuti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada periode 17-20 Mei 2022 dengan naik 4,24 persen. Saham BBRI sempat usut 12,7 persen pada 9-13 Mei 2022.

Di sisi lain saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) masih cenderung melemah. Saham TLKM melemah 7,79 persen pada 9-13 Mei 2022. Akan tetapi, saham TLKM melemah terbatas dengan merosot 2,1 persen pada 17-20 Mei 2022.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) merosot 12,85 persen pada 9-13 Mei 2022. Saham BMRI pun berbalik arah menghijau dengan naik 2,56 persen pada 17-20 Mei 2022.

Lalu saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merosot 28,68 persen pada 9-13 Mei 2022. Saham GOTO berbalik arah menghijau dengan naik 56,70 persen pada 17-20 Mei 2022.

Saham PT Astra International Tbk (ASII) merosot 5,94 persen pada 9-13 Mei 2022. Saham ASII stagnan di posisi Rp 7.125 pada 17-20 Mei 2022.

Saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) turun tipis 1,49 persen pada 9-13 Mei 2022. Saham TPIA stagnan di posisi Rp 9.900 pada 17-20 Mei 2022.

Selanjutnya saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mampu menguat dalam dua minggu berturut-turut. Saham UNVR melonjak 23,39 persen pada 9-13 Mei 2022. Saham UNVR naik 5,21 persen ke posisi Rp 5.050 pada 17-20 Mei 2022.

Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 10,57 persen pada 9-13 Mei 2022. Saham BBNI menguat 6,36 persen ke posisi Rp 8.775 per saham pada 17-20 Mei 2022.

Selanjutnya saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik 6,35 persen pada 9-13 Mei 2022. Saham BYAN bertambah 2,77 persen ke posisi Rp 64.450 per saham pada 17-20 Mei 2022.

 


Laju IHSG Sepekan pada 17-20 Mei 2022

IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat signikan pada periode 17-20 Mei 2022. IHSG naik 4,85 persen selama sepekan.

IHSG naik ke posisi 6.918,14 pada pekan ini dari pekan sebelumnya 6.597,99. Hal tersebut juga diikuti kapitalisasi pasar yang naik 3,23 persen menjadi Rp 9.150,62 triliun dari pekan lalu Rp 8.864,56 triliun.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian bursa bertambah 4,84 persen menjadi 22,61 miliar saham dari 21,57 miliar saham pada penutupan pekan lalu. Demikian mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (21/5/2022).

Di sisi lain, rata-rata frekuensi harian bursa melemah 6,76 persen menjadi 1.414.820 dari 1.517.364 pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian juga susut 17,08 persen menjadi Rp 16,95 triliun dari Rp 20,45 triliun pada pekan lalu.

Investor asing membukukan nilai beli bersih Rp 223,63 miliar pada Jumat, 20 Mei 2022. Sepanjang 2022, investor asing membukukan beli bersih Rp 62,91 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG selama sepekan dipengaruhi oleh rilis data neraca perdagangan yang surplus didukung tingginya ekspor komoditas yang diipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) mengalami surplus berturut-turut selama 2 tahun terakhir. Per April 2022, NPI mencatat surplus sebesar USD 7,56 miliar.

“Sentimen tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor akan ancaman perlambatan ekonomi AS dan global akibat tingginya inflasi dan agresifnya kebijakan moneter The Fed,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

 


Selanjutnya

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia menambahkan, dari sisi teknikal, pergerakan IHSG ini adalah technical rebound akibat penurunan yang agresif pada pekan sebelumnya.

“Jumat kemarin, IHSG ditutup menguat dan masih inline dgn analisa teknikal yang kami berikan, dari sisi lain penguatan ini terjadi ditengah koreksi bursa AS dan kami perkirakan penguatan tersebut juga terjadi karena adanya pencabutan larangan ekspor CPO oleh pemerintah,” ujar dia.

Untuk pekan depan, secara teknikal, Herditya perkirakan pergerakan IHSG berpeluang menguat terbatas dan rawan terkoreksi, dr sisi lain juga akan ada rapat dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan 7DRRR akan tetap di level 3,5 persen.

Di sisi lain, BEI kedatangan Perusahaan Tercatat ke-20 pada 2022, yaitu PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) yang tercatat pada Papan Akselerasi BEI pada pekan ini. OLIV bergerak pada sektor Consumer Cyclicals dengan sub sektor Household Goods. Adapun Industri dari OLIV adalah Household Goods dengan sub industri Home Furnishings.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya