10 Saham Top Losers pada 17-20 Mei 2022

Oleh Agustina Melani pada 21 Mei 2022, 13:05 WIB
Diperbarui 21 Mei 2022, 13:05 WIB
FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan mengambil gambar layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat selama sepekan ini. Namun, di tengah penguatan IHSG, ada 10 saham yang bukukan koreksi terbesar atau top losers pada 17-20 Mei 2022.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (21/5/2022), IHSG menguat 4,85 persen ke posisi 6.918,14 pada pekan ini dari posisi sebelumnya 6.597,99.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG selama sepekan dipengaruhi oleh rilis data neraca perdagangan yang surplus didukung tingginya ekspor komoditas yang diipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) mengalami surplus berturut-turut selama 2 tahun terakhir. Per April 2022, NPI mencatat surplus sebesar USD 7,56 miliar.

“Sentimen tersebut terjadi di tengah kekhawatiran investor akan ancaman perlambatan ekonomi AS dan global akibat tingginya inflasi dan agresifnya kebijakan moneter The Fed,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menambahkan, dari sisi teknikal, pergerakan IHSG ini adalah technical rebound akibat penurunan yang agresif pada pekan sebelumnya.

“Jumat kemarin, IHSG ditutup menguat dan masih inline dgn analisa teknikal yang kami berikan, dari sisi lain penguatan ini terjadi ditengah koreksi bursa AS dan kami perkirakan penguatan tersebut juga terjadi karena adanya pencabutan larangan ekspor CPO oleh pemerintah,” ujar dia.

Di tengah penguatan IHSG, 10 saham mengalami penurunan tajam atau top losers pada 17-20 Mei 2022. Saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) alami koreksi tajam pada pekan ini. Saham INPS melemah 22,92 persen ke posisi Rp 1.285.

Disusul PT Pudjiadi and Sons Tbk (PNSE) yang merosot 21,90 persen ke posisi Rp 535 per saham. Lalu ada saham PT SLJ Global Tbk (SULI) yang susut 20,44 persen.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


10 Saham Top Losers pada 17-20 Mei 2022

Pergerakan IHSG Turun Tajam
Perbesar
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berikut 10 saham top losers pada 17-20 Mei 2022 yang dikutip dari data Bursa Efek Indonesia (BEI):

1.PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS)

Saham INPS merosot 22,82 persen dari Rp 1.665 per saham menjadi Rp 1.285 per saham.

2.PT Pudjiadi &Sons Tbk (PNSE)

Saham PNSE melemah 21,90 persen ke posisi Rp 535 per saham dari pekan lalu Rp 685 per saham.

3.PT SLJ Global Tbk (SULI)

Saham SULI merosot 20,44 persen ke posisi Rp 109 per saham dibandingkan pekan lalu Rp 137 per saham.

4.PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)

Saham ROCK merosot 19,08 persen ke posisi Rp 530 per saham jika dibandingkan pekan lalu Rp 655 per saham.

5.PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM)

Saham DFAM melemah 16,75 persen menjadi Rp 328 per saham dari pekan lalu Rp 394 per saham.

6.PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)

Saham RAJA tergelincir 15,11 persen dari Rp 278 per saham menjadi Rp 236 per saham.

7.PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR)

Saham WINR tersungkur 14,29 persen menjadi Rp 138 per saham dari pekan lalu Rp 161 per saham.

8.PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII)

Saham ECII susut 12,66 persen menjadi Rp 690 per saham dari pekan lalu Rp 790 per saham.

9.PT Baramulti Suksesarana Tbk (BSSR)

Saham BSSR terperosok 11,50 persen menjadi Rp 4.000 per saham dari pekan lalu Rp 4.520 per saham.

10.PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)

Saham BBHI turun 11,01 persen menjadi Rp 5.050 per saham dari pekan lalu Rp 5.675 per saham.


IHSG Naik 4,8 Persen pada 17-20 Mei 2022

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Laju  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat selama sepekan ini tepatnya 17-20 Mei 2022. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 4,85 persen ke posisi 6.918,14 pada pekan ini dari posisi sebelumnya 6.597,99.

Sementara itu, kapitalisasi pasar bursa bertambah 3,23 persen menjadi Rp 9.150,62 triliun dari pekan sebelumnya Rp 8.864,56 triliun.

Rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini meningkat 4,84 persen persen menjadi 22,61 miliar saham dari pekan lalu 21,57 miliar saham. Namun, rata-rata frekuensi harian bursa melemah 6,76 persen menjadi 1.414.820 kali dari 1.517.364 kali pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian bursa merosot 17,08 persen menjadi Rp 16,95 triliun dari pekan lalu Rp 20,45 triliun.

Meski demikian, pada pekan ini, investor asing jual saham Rp 141,7 miliar. Investor asing membukukan beli bersih Rp 61,91 triliun sepanjang 2022.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat yang dipimpin kenaikan indeks sektor saham IDXtechno menanjak 11,74 persen. Disusul indeks sektor saham IDXenergy menanjak 3,84 persen dan indeks sektor saham IDXhealth mendaki 3,22 persen. Sedangkan indeks sektor saham IDXinfrastruktur melemah 2,81 persen.


Penutupan IHSG pada Jumat 20 Mei 2022

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Perbesar
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan Jumat, (20/5/2022). Investor asing masih melakukan aksi beli saham. Namun, nilai tukar rupiah tembus 14.700 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 1,39 persen ke posisi 6.918,14. Indeks LQ45 melemah 0,69 persen ke posisi 1.015,17. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau.

Jelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 6.965,10 dan terendah 6.804,90. Sebanyak 346 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 173 saham melemah dan 164 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.417.590 kali dengan volume perdagangan 22 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 15,9 triliun.Investor asing beli saham Rp 232,3 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.708.

Seluruh sektor saham menghijau. Indeks sektor saham IDXtechno pimpin penguatan dengan naik 4,11 persen. Diikuti indeks sektor saham IDXenergy menguat 2,86 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal mendaki 2,37 persen, dan indeks sektor saham IDXtechnologi menguat 1,27 persen, dan indeks sektor saham IDXhealth menanjak 1,21 persen.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya