Bursa Saham Asia Menghijau Sambut Akhir Pekan

Oleh Elga Nurmutia pada 20 Mei 2022, 10:09 WIB
Diperbarui 20 Mei 2022, 10:09 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Ketegangan politik yang terjadi karena Korut meluncurkan rudalnya mempengaruhi pasar saham Asia. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Jumat, (20/5/2022) dengan indeks saham Hong Kong pimpin penguatan di tengah volume perdagangan yang bergejolak.

Pada awal sesi perdagangan, indeks Hang Seng melompat 2,2 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng teknologi menanjak 3,75 persen. Di bursa saham Hong Kong, saham Xpeng naik 6 persen dan Baidu melonjak 5,53 persen.

Selain itu, China tetap pertahankan kebijakan suku bunga pinjamannya 3,7 persen. Namun, China memangkas bunga pinjaman lima tahun sekitar 15 basis poin. Hal tersebut pemangkasan kedua kali pada 2022. Demikian dikutip dari CNBC, Jumat (20/5/2022).

Di bursa saham China, indeks Shanghai naik 0,69 persen. Indeks Shenzhen bertambah 0,56 persen. Saham produsen kendaraan listrik Nio melonjak saat debut di bursa saham Singapura. Saham Nio naik hampir 20 persen sebelum diperdagangkan lebih tinggi tiga persen pada Jumat pagi di Asia.

Indeks Jepang Nikkei melompat 1 persen, dan indeks Topix menguat 0,54 persen. Harga konsumen di Jepang termasuk energi naik 2,1 persen pada April 2022. Indeks saham Australia ASX 200 bertambah 1,13 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 1,09 persen.

Di wall street, bursa saham Amerika Serikat atau wall street melemah dengan indeks S&P 500 mendekati level koreksi. Investor khawatir kenaikan suku bunga dapat mendorong Amerika Serikat menuju resesi.

Indeks S&P 500 melemah 0,58 persen ke posisi 3.900. Indeks Dow Jones merosot 236,94 poin atau 0,75 persen ke posisi 31.253,13. Indeks Nasdaq tergelincir 0,26 persen ke posisi 11.388,50.

Indeks dolar AS berada di posisi 103,16 dari sebelumnya di posisi 103 pada awal pekan. Yen Jepang diperdagangkan di posisi 128,1 per dolar AS. Dolar Australia berada di 0,7029.

Harga minyak berjangka melemah pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak berjangka Amerika Serikat melemah 0,19 persen menjadi USD 112 per barel. Harga minyak berjangka Brent susut 0,27 persen menjadi USD 111,74 per barel.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penutupan Bursa Saham Asia pada 19 Mei 2022

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Sebelumnya, bursa saham Asia sebagian koreksi pada perdagangan Kamis, 19 Mei 2022. Hal ini ikuti koreksi wall street.

Indeks Hang Seng Hong Kong mencatat penurunan terbesar di regional. Indeks Hang Seng merosot 2,54 persen ke posisi 20.120,68. Saham Tencent anjlok 6,51 persen setelah rilis kinerja keuangan kuartalan.  Selain itu, saham Alibaba merosot 7,39 persen, dan saham Meituan susut 3,78 persen. Indeks Hang Seng teknologi tergelincir 3,98 persen ke posisi 4.090,72.

Saham di India juga mengalami kerugian yang cukup besar. Nifty 50 dan BSE masing-masing turun lebih dari dua persen. Indeks Nikkei 225 melemah 1,89 persen ke posisi  26.402. Indeks Topix merosot 1,31 persen ke posisi 1.860,08. Ekspor Jepang naik 12,5 persen yoy pada April 2022. Hal itu lebih rendah dari harapan 13,8 persen, berdasarkan laporan Reuters.

Indeks Korea Selatan Kospi melemah 1,28 persen ke posisi 2.592,34. Indeks Australia turun 1,65 persen ke posisi 7.064,50. Bursa saham China justru menguat berlawanan dengan bursa saham lainnya.

Indeks Shanghai naik 0,36 persen menjadi 3.096,96. Indeks Shenzhen menguat 0,37 persen ke posisi 11.250,06. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 2,17 persen.

 


Penutupan Wall Street pada 19 Mei 2022

Ilustrasi wall street (Photo by Patrick Weissenberger on Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi wall street (Photo by Patrick Weissenberger on Unsplash)

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Kamis, 19 Mei 2022. Indeks S&P 500 anjlok mendekati pasar bearish. Investor terus melakukan aksi jual saham di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) untuk melawan inflasi yang cepat akan mengarahkan ekonomi ke dalam resesi.

Indeks S&P 500 melemah 0,58 persen menjadi 3.900,79 setelah melemah 4 persen pada perdagangan Rabu, 18 Mei 2022. Indeks tertatih-tatih di pasar bearish, atau sekitar 19 persen di bawah rekor yang dicapai pada Januari 2022.

Indeks Dow Jones melemah 236,94 poin atau 0,75 persen menjadi 31.253,13. Hal ini terjadi sehari setelah alami penurunan terbesar sejak 2020 pada sesi sebelumnya dengan susut 1.164 poin. Indeks Nasdaq melemah 0,26 persen menjadi 11.388,50 seiring koreksi 4,7 persen pada perdagangan Rabu pekan ini.

“Hal utama bagi investor adalah untuk bersiap hadapi volatilitas yang berkepanjangan. Kami percaya volatilitas akan menjadi narasi investor untuk seimbang pada kuartal II, untuk keseimbangan 2022,” ujar CEO AXS Investments, Greg Bassuk dikutip dari CNBC, Jumat (20/5/2022).

 


Selanjutnya

Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)

Indeks Nasdaq dan S&P 500 turun lebih dari persen pada pekan ini. Sementara itu, indeks Dow Jones merosot 2,9 persen. Koreksi itu sebagian didorong oleh laporan kuartalan berturut-turut dari Target dan Walmart yang menunjukkan biaya bahan bakar lebih tinggi.

Selain itu, permintaan konsumen yang tertahan merusak hasil di tengah inflasi yang tinggi dalam beberapa dekade. Bahkan setelah penurunan 24 persen pada Rabu, saham Target kembali koreksi dengan turun 5,1 persen pada Kamis, 19 Mei 2022.

“Penjualan tajam di perusahaan-perusahaan ini (perusahaan barang/konsumen lainnya pada kuartal ini) menunjukkan tekanan inflasi akhirnya berdampak pada laba,” ujar Head of US Equity Strategy Barclays, Maneesh S.Deshpande.

Ia menuturkan, meskipun inflasi meningkat, margin S&P 500 dan laba ke depan tetap tangguh yang tampaknya tidak lagi menjadi masalah.

Sementara itu, Cisco memimpin koreksi di saham teknologi. Saham Cisco melemah 13,7 persen. Cisco menuturkan, pendapatan kuartalan jauh dari harapan analis dan memperingatkan pendapatan yang mengecewakan untuk kuartalan terbaru.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya