IHSG Menguat 0,44 Persen, Investor Asing Kejar Saham BMRI hingga ADRO

Oleh Agustina Melani pada 19 Mei 2022, 15:49 WIB
Diperbarui 19 Mei 2022, 15:49 WIB
Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin
Perbesar
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas di Jakarta, Rabu (14/11). Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin atau 0,39% ke 5.858,29. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  bertahan di zona hijau pada perdagangan Kamis (19/5/2022). Namun, investor asing masih melakukan aksi jual saham.

Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 0,44 persen ke posisi 6.823,33. Indeks LQ45 melemah 0,77 persen ke posisi 1.008,29. Sebagian besar indeks acuan kompak tertekan.

Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.851,71 dan terendah 6.620,68. Sebanyak 338 saham melemah sehingga menekan IHSG. 190 saham menguat. 149 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.508.360 kali dengan volume perdagangan 26,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 17,9 triliun. Investor asing jual saham Rp 263,90 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.664.

Sebagian besar sektor saham melemah kecuali indeks sektor saham IDXfinance naik 0,90 persen dan indeks sektor saham IDXtechno mendaki 1,8 persen, dan pimpin penguatan. Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy merosot 1,63 persen, dan catat koreksi terbesar.

Diikuti indeks sektor saham IDXinfrastruktur merosot 1,3 persen dan indeks sektor saham DIXbasic susut 0,89 persen. Indeks sektor saham IDXindustry melemah 0,67 persen, indeks sektor saham IDXnonsikllikal turun 0,66 persen,  indeks sektor saham IDXproperty tergelincir 0,63 persen, indeks sektor saham siklikal susut 0,61 persen.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Top Gainers-Losers dan Aksi Investor Asing

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham NZIA melonjak 34,65 persen

-Saham PEGE melonjak 20,62 persen

-Saham YPAS melonjak 20,16 persen

-Saham NFCX melonjak 20,06 persen

-Saham DSSA melonjak 20 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham LUCY melemah 8,33 persen

-Saham YELO melemah 7 persen

-Saham BSSR melemah 6,94 persen

-Saham MPPA melemah 6,92 persen

-Saham INPS melemah 6,92 persen

 

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 92,3 miliar

-Saham INCO senilai Rp 75,8 miliar

-Saham NFCX senilai Rp 65,3 miliar

-Saham BBNI senilai Rp 50,5 miliar

-Saham ADRO senilai Rp 49,5 miliar

 

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BBCA senilai Rp 163,1 miliar

-Saham EMTK senilai Rp 155,6 miliar

-Saham PTBA senilai Rp 86,9 miliar

-Saham ARTO senilai Rp 86 miliar

-Saham MDKA senilai Rp 80,3 miliar


Bursa Saham Asia

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Bursa saham Asia sebagian koreksi pada perdagangan Kamis, 19 Mei 2022. Hal ini ikuti koreksi wall street.

Indeks Hang Seng Hong Kong mencatat penurunan terbesar di regional. Indeks Hang Seng merosot 2,54 persen ke posisi 20.120,68. Saham Tencent anjlok 6,51 persen setelah rilis kinerja keuangan kuartalan.  Selain itu, saham Alibaba merosot 7,39 persen, dan saham Meituan susut 3,78 persen. Indeks Hang Seng teknologi tergelincir 3,98 persen ke posisi 4.090,72.

Saham di India juga mengalami kerugian yang cukup besar. Nifty 50 dan BSE masing-masing turun lebih dari dua persen. Indeks Nikkei 225 melemah 1,89 persen ke posisi  26.402. Indeks Topix merosot 1,31 persen ke posisi 1.860,08. Ekspor Jepang naik 12,5 persen yoy pada April 2022. Hal itu lebih rendah dari harapan 13,8 persen, berdasarkan laporan Reuters.

Indeks Korea Selatan Kospi melemah 1,28 persen ke posisi 2.592,34. Indeks Australia turun 1,65 persen ke posisi 7.064,50. Bursa saham China justru menguat berlawanan dengan bursa saham lainnya.

Indeks Shanghai naik 0,36 persen menjadi 3.096,96. Indeks Shenzhen menguat 0,37 persen ke posisi 11.250,06. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 2,17 persen.

 


Gerak IHSG pada Sesi Pertama 19 Mei 2022

20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta
Perbesar
Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada perdagangan sesi pertama, Kamis, 19 Mei 2022. Meski demikian, investor asing masih melakukan aksi jual saham.

Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG menguat 0,35 persen ke posisi 6.816,99.  Indeks LQ45 melemah 0,78 persen ke posisi 1.008,07. Sebagian besar indeks acuan melemah. Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di zona merah dan sentuh level terendah di posisi 6.620,68. Kemudian IHSG berbalik arah ke zona hijau dan sentuh posisi 6.816,99.

Sebanyak 168 saham menguat sehingga angkat IHSG. Akan tetapi, 343 saham melemah dan 158 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 950.300 kali dengan volume perdagangan 18,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 10,8 triliun. Investor asing jual saham Rp 273,46 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.670.

Sebagian besar sektor tertekan kecuali indeks saham IDXfinance menguat 0,66 persen dan indeks saham IDXtechno melonjak 1,7 persen. Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy merosot 1,97 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXtransportasi tergelincir 1,73 persen dan indeks sektor saham IDXbasic merosot 1,15 persen.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya